Pernah menemukan seseorang yang selalu memiliki pandangan dan wawasan ke depan? Begitu pun kemampuannya dalam memanfaatkan peluang dan melihat potensi yang bisa dikembangkan. Orang tersebut mungkin memiliki sebuah sikap yang disebut dengan sikap visioner. Apa itu visioner?
Istilah visioner seringkali dikaitkan dengan gaya kepemimpinan yang mampu membuat keputusan tepat dan mewujudkan organisasi yang lebih baik di masa depan. Tak ayal, visioner menjadi salah satu hal yang dicari dalam memilih seorang pemimpin.
Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut tentang apa itu visioner, karakteristik orang dengan sikap tersebut, dan cara mengembangkannya.
Apa Itu Visioner?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), visioner adalah orang yang memiliki pandangan atau wawasan ke masa depan. Orang dengan sikap ini melihat visi ke depan dan mengambil langkah tepat untuk mewujudkannya. Sederhananya, mereka mampu memanfaatkan peluang untuk masa depan.
Orang dengan gaya kepemimpinan visioner mampu melihat segala potensi organisasi atau perusahaan yang mungkin tak mampu dilihat atau disadari oleh orang lain. Setelah melihat potensi tersebut, ia akan menciptakan ide-ide yang memungkinkan perusahaan agar dapat bersaing dengan kompetitor.
Singkatnya, gaya kepemimpinan seorang visioner mampu menciptakan, merumuskan, mengomunikasikan, mensosialisasikan, dan mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal yang berasal dari dirinya sendiri atau dari interaksi sosial di antara anggota organisasi lainnya. Dari hal-hal tersebut, ia diyakini dapat meraih cita-cita organisasi atau perusahaan di masa depan.
Baca juga: Serba-Serbi Kerja Kantoran: Plus-Minus Hingga Tipe Pekerja yang Sering Ditemui
Karakteristik Orang Visioner
Setelah memahami pengertian terkait apa itu visioner, kini akan disebutkan lima ciri atau karakteristik orang dengan sikap tersebut.
1. Bertanggung Jawab
Memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi merupakan bagian dari seorang visioner. Setiap langkah yang diambil dan cara-cara yang dilakukannya untuk mewujudkan sesuatu pasti disertai dengan rasa tanggung jawab yang tinggi di dalam dirinya.
Begitu pun ketika mendapatkan sebuah tantangan, mereka akan memberikan tanggung jawabnya dengan penuh terhadap apa yang akan ia kerjakan. Hal tersebut dilakukan demi mewujudkan ide atau gagasan yang sudah direncanakan sejak awal agar dapat berjalan dengan lancar.
2. Berani Ambil Resiko
Setiap ide, gagasan, ataupun pengambilan sebuah keputusan, tentu ada resiko yang mengikutinya. Meski begitu, seorang visioner tetap berani mengambil segala kemungkinan termasuk resiko yang akan terjadi.
Mereka percaya bahwa setiap perubahan selalu diikuti oleh resiko yang mungkin terjadi. Apabila resiko tidak berani diambil, maka gagasan atau ide-ide yang sudah dibuat akan berakhir sia-sia.
Baca juga: Cari Muka dalam Dunia Kerja, Ini Ciri Cari Muka Karyawan Pada Atasan
3. Optimis
Sifat optimis adalah sifat yang selalu melekat di dalam seorang diri visioner. Mereka terkadang menganggap bahwa semua gagasan dan ide yang sudah dibuat akan berjalan dengan lancar serta masalah pun dapat dilalui dengan baik.
Hal itu yang membuat mereka menjadi optimis. Akan tetapi, rasa optimis ini bukanlah sesuatu yang buruk. Perasaan optimis justru bisa menular kepada lingkungan sekitar sehingga bisa menimbulkan suasana yang lebih positif.
4. Konsisten
Konsisten merupakan sebuah sikap yang tidak berubah-ubah dan tetap pada apa yang sedang dikerjakan. Karena inilah, konsisten menjadi kunci atas apa yang ingin dicapai dalam sebuah tujuan. Melalui sikap konsisten yang kuat, segala gagasan dan ide yang sudah dibuat akan terasa lebih ringan.
5. Jujur dan Apa Adanya
Integritas adalah sesuatu yang pasti dimiliki oleh seorang visioner. Dimana integritas merupakan sebuah sifat, mutu, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, yang salah satunya berupa kejujuran.
Seorang visioner pasti akan mengedepankan sebuah kejujuran. Mereka akan bersikap sesuai dengan apa yang mereka katakan dan berpegang teguh terhadap apa yang mereka ucapkan.
Baca juga: Bagaimana Cara Bekerja Lebih Cepat? Berikut Tips dan Contohnya
Cara Mengembangkan Sikap Visioner
Pada kenyataannya, tidak semua pemimpin mempunyai sikap visioner seperti yang telah disebutkan pada pengertian apa itu visioner dan ciri karakteristiknya. Namun, Anda tetap dapat mengembangkannya dengan konsisten mempelajari dan melatihnya. Berikut ini beberapa cara dan tipsnya.
1. Belajar Menjalin Hubungan Baik
Hal pertama yang perlu dilatih agar bisa menjadi seorang visioner adalah dengan menjalin hubungan baik dengan pihak manapun. Terutama jika Anda menggeluti bidang bisnis, dimana menjaga hubungan baik adalah cara paling efektif untuk mendapatkan kepercayaan orang lain.
Membangun sebuah kepercayaan dengan berbagai pihak pada akhirnya akan membantu dan mempermudah mewujudkan visi yang sudah ditentukan.
2. Mampu Membangun Sebuah Nilai
Seorang visioner harus dapat memberikan keyakinan kepada orang-orang yang akan bekerja sama dengannya atau dengan perusahaannya. Mereka harus bisa menyakinkan bahwa bekerja sama dengannya adalah hal yang tidak salah.
Selain itu, harus ada keyakinan serta bukti yang membuat orang lain merasa mendapatkan keuntungan dari bekerja sama dengan kita. Menanamkan nilai-nilai yang menguntungkan bagi kedua belah pihak adalah salah satu yang dibutuhkan antara perusahaan serta anggotanya.
Baca juga: Produktivitas Kerja: Pengertian, Faktor dan Indikator Pengukurannya
3. Mampu Mengatasi Hambatan Dalam Bisnis
Berbagai hambatan pasti akan selalu ada di dalam sebuah bisnis. Namun, bagi seorang visioner, hambatan dianggap sebagai temen bagi mereka. Mereka percaya bahwa hambatan tersebut pasti bisa dilalui.
Seorang pemimpin visioner juga akan bekerja sama dengan timnya untuk menyelesaikan hambatan tersebut. Mereka akan menyusun cara untuk mengatasi dan membuat hambatan tersebut tidak lagi terjadi kedepannya.
4. Mampu Berpikir Dinamis
Pemikiran dinamis adalah pemikiran yang penuh percaya diri. Seseorang dengan pikiran ini akan mengejar berbagai tujuan yang sudah ditetapkan dengan penuh semangat. Berpikir dinamis juga akan membuat mereka selalu menerima argumen-argumen secara objektif dan terbuka akan diskusi.
5. Mampu Melakukan Manajamen Resiko
Seorang visioner akan mampu melakukan manajemen resiko. Hal ini karena mereka sudah memikirkan segala sesuatu secara matang.
Manajemen resiko sendiri adalah sebuah proses yang mengharuskan Anda untuk mengidentifikasi dan menganalisis suatu kejadian. Dimana setelah itu, akan dilakukan evaluasi dan pengendalian terhadap hal tersebut.
Perbedaan Realistis dan Visioner
Ada perbedaan mencolok antara kepribadian realistik dan visioner. Hal ini penting sekali untuk Anda ketahui dalam membantu mengenal, mana kepribadian yang Anda miliki.
1. Bagaimana Cara Mereka Menanggapi Perubahan
Perbedaan pertama antara realistis dan visioner adalah bagaimana mereka merespons perubahan yang terjadi secara cepat dalam berbagai hal. Keduanya akan merespons dengan cara yang berbeda.Seorang realistis akan merasa khawatir saat melihat perubahan. Ini membuat mereka sulit memprediksi masa depan. Hal ini karena mereka suka memahami apa yang akan terjadi selanjutnya, dan perubahan membuat mereka sulit untuk memprediksi situasi.Sebaliknya, seorang visioner melihat perubahan sebagai peluang. Mereka mampu melihat tujuan baru yang hendak mereka capai dengan perubahan tersebut.
2. Penetapan Tujuan
Seorang visioner akan menetapkan tujuan yang besar dan jauh ke depan. Tujuan-tujuan yang mereka susun pun mengacu pada visi masa depan yang mereka pegang.Bila ternyata tujuan tersebut tidak bisa tercapai di masa depan, mereka tidak terlalu memusingkan itu.Berbeda dengan realistis, mereka lebih suka menetapkan tujuan dalam jangka pendek dan bertahap. Selain itu, mereka juga memiliki kerangka kerja spesifik yang akan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
3. Inovasi
Kedua kepribadian ini punya fokus kepada inovasi, namun keduanya memiliki pendekatan yang berbeda terhadap proses inovasi tersebut.Sebagai contoh, seorang realistik akan sangat berhati-hati dalam melakukan inovasi. Mereka mungkin akan menciptakan produk yang sudah ada dan sudah diterima oleh masyarakat. Kemudian, mereka akan menghasilkan inovasi yang mewakili perkembangan dari produk tersebut.Sebaliknya, visioner akan mencoba melakukan inovasi walaupun hasilnya belum pasti. Sebagai contoh, mereka mungkin akan menghasilkan produk yang baru, yang mungkin memakan lebih banyak waktu dalam penyelesaian, namun mereka melihat produk tersebut akan membawa perubahan.
4. Kepemimpinan
Dua kepribadian ini juga memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda.Sebagai seorang pemimpin, visioner adalah seorang yang memimpin dengan cara-cara yang baru.Mereka tidak segan memberikan kebebasan dan wewenang kepada bawahan. Selain itu, mereka juga tidak segan menerima masukan dari karyawan.Sebaliknya, orang realistik akan menjadi pemimpin yang jauh lebih praktis. Mereka akan menggunakan gaya kepemimpinan yang telah terbukti berhasil.
5. Emosional
Hal yang lain yang membedakan visioner dan realistik adalah berkaitan dengan emosi.Seorang realis akan mencoba untuk mengesampingkan semua emosi. Mereka jarang sekali mengambil tindakan berlandaskan emosi. Kepribadian satu ini lebih sering menggunakan logika atas segala pengambilan tindakan dan keputusan.Bagi mereka, emosi hanya akan mengaburkan proses pengambilan keputusan.Ini berkebalikan dengan orang visioner yang mengambil keputusan dan tindakan dengan melibatkan emosi.Mereka percaya bahwa emosi yang mereka rasakan terjadi karena suatu hal. Oleh karena itu, mereka akan menggunakan emosi dalam pengambilan keputusan. Bagi orang-orang seperti ini, mengabaikan emosi dapat menjadi masalah.
Ciri-Ciri Orang Visioner
Seseorang yang visioner memiliki ciri-ciri tertentu yang bisa dikenali dari bagaimana mereka bersikap dan bertindak, seperti berikut ini:
1. Memiliki Energi Positif
Ciri pertama adalah mereka memiliki energi positif. Mimpi-mimpinya yang besar mampu memberikan energi positif dan optimis kepada orang yang ada di sekitarnya.
2. Memiliki Pikiran yang Imajinatif
Dengan pandangan jauh ke depan, kepribadian ini memiliki pikiran imajinatif yang baik.Mereka mampu memvisualisasikan apa yang ingin dan akan dicapai di masa depan. Segala mimpi dan tujuan tersebut mampu mereka uraikan dengan baik kepada orang lain.
3. Punya Orientasi pada Hal Besar
Saat dibenturkan dengan masalah, seorang visioner mampu mengontrol emosi dengan baik.Ini karena mereka bisa melihat gambaran besar dari apa yang terjadi. Mereka tidak hanya melihat pada hal yang terjadi, tapi juga mampu melihat proses secara keseluruhan.
4. Memiliki Kemampuan Strategis
Visioner memiliki kemampuan untuk merumuskan strategi yang efektif untuk mencapai visi mereka.Mereka dapat mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan dan mengatur prioritas dalam mencapai tujuan jangka panjang.
5. Skill Komunikasi yang Baik
Visioner memiliki kemampuan komunikasi yang efektif. Mereka mampu menyampaikan visi mereka dengan jelas kepada orang lain dan mempengaruhi mereka secara positif.
Perlukah Menjadi Seorang Visioner?
Jika Anda bertanya apakah penting dan perlu menjadi seorang visioner, jawabannya adalah ya.Dengan menjadi visioner, Anda bisa memiliki tujuan yang membantu dalam bekerja di masa sekarang dan masa depan. Hal ini membuat Anda memiliki tujuan yang hendak dicapai.Kepribadian ini juga akan memberikan energi dan inspirasi orang-orang yang ada di sekitar untuk mencapai tujuan di masa depan. Mereka mampu mengomunikasikan dengan jelas dan detail tujuan apa yang hendak dicapai di masa mendatang. Ketika menjadi seorang yang memiliki visi ke depan, Anda bisa mengantisipasi segala risiko, peluang, dan rintangan yang akan terjadi di depan.Kepribadian ini juga dapat menghubungkan titik-titik antara berbagai tren dan peristiwa, serta menafsirkan dampaknya pada masa depan.Berikut ini beberapa manfaat menjadi visioner:
1. Anda Mampu Melihat Gambaran Besar
Orang yang berpikir visioner adalah orang yang mampu melihat gambaran besar. Mereka tidak terjebak dengan detail-detail yang tidak perlu.Kemampuan ini membuat Anda dapat menghubungkan berbagai peristiwa dan mengambil tindakan proaktif sebelum masalah muncul.
2. Memiliki Tujuan Akhir yang Jelas
Kepribadian ini membuat Anda memiliki visi ke depan yang jelas. Saat memiliki visi yang jelas, Anda memiliki tujuan akhir yang jelas. Dengan tujuan akhir yang jelas ini dapat memotivasi diri sendiri dan juga orang sekitar untuk mencapainya.
3. Menjadi Lebih Fokus
Manfaat lainnya adalah Anda dapat lebih fokus pada hal-hal penting. Ini karena Anda selalu memiliki visi dan tujuan akhir dalam pikiran. Anda pun dapat memfokuskan energi pada hal-hal penting yang ingin dicapai. Baca Juga: Apa Perbedaan Visi dan Misi? Ini Pembahasan Lengkapnya!
Kesimpulan
Demikianlah uraian di atas mengenai apa itu visioner, karakteristik orang dengan sikap tersebut, dan cara mengembangkannya.
Berdasarkan pengertian apa itu visioner, dapat disimpulkan bahwa visioner adalah orang yang selalu memiliki pandangan ke depan. Mereka selalu bisa melihat peluang dan mengembangkan potensi yang ada. Mereka pun akan selalu melakukan perencanaan yang matang untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuannya.
Tak lain halnya dengan upaya mewujudkan kesuksesan finansial. Pengelolaan dan pelaporan keuangan harus dilakukan secara benar guna mencapai tujuan dan menghindari masalah finansial. Karena itu, Anda perlu mengelola keuangan Anda secara rutin.
Daripada menggunakan metode manual, Anda bisa mencoba software akuntansi dan bisnis seperti . Berbagai fitur dan keunggulan di dalamnya akan memudahkan Anda dalam mencatat dan membuat laporan keuangan.
Segera beralih ke dan coba aplikasinya sekarang juga selama 30 hari kedepan melalui tautan gambar di bawah ini.
Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog , Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

