5 Risiko Transaksi Bisnis dan Cara Mengatasinya


838



Mengatur transaksi dalam bisnis bukanlah perkara yang mudah. Mulai dari transaksi berbasis online hingga offline, nontunai hingga tunai, semua memiliki risikonya masing-masing. Lebih lanjut, semua risiko transaksi bisnis bisa berpotensi menurunkan kondisi keuangan usaha. Sama seperti risiko lainnya dalam bisnis, risiko transaksi juga dapat diminimalkan.

5 Masalah Utama dalam Transaksi Bisnis dan Solusinya

Sekalipun bisnis memiliki revenue yang memuaskan, risiko dalam transaksi bisa berpotensi memengaruhi arus kas perusahaan. Dalam beberapa kasus, kendala dalam pembayaran bisnis bisa menekan profit margin pada bisnis.
Untuk meminimalkan risiko-risiko tersebut, Anda wajib mengenali masalah apa saja yang kerap terjadi dalam transaksi perusahaan. Dengan begitu, Anda bisa menyusun solusi yang tepat untuk mengatasinya. Lantas, apa saja kendala tersebut? Berikut di antaranya:

1. Sistem pembayaran yang tidak terintegrasi

Para pelaku usaha umumnya menggunakan lebih dari satu sistem pembayaran. Masalahnya, sistem-sistem tersebut sering kali tidak terintegrasi. Hal seperti ini justru dapat memunculkan banyak kendala. Di antaranya adalah duplikasi data, data hilang, dan proses pembukuan tidak efisien.
Dengan menggunakan sistem pembayaran terintegrasi, transaksi bisnis akan lebih efisien. Selain itu, cara ini juga minim kesalahan karena riwayat transaksi diperbarui secara otomatis dan real-time. Penerapan sistem transaksi ini dapat menghemat waktu bagian keuangan. Anda sebagai pemilik bisnis juga bisa lebih fokus untuk mengurus keperluan bisnis lainnya.

See also  Apa itu Storytelling? Ini Pengertian dan Perannya dalam Marketing!

2. Biaya administrasi yang tinggi

Kendala selanjutnya dalam pembayaran bisnis adalah biaya administrasi. Perlu diketahui bahwa semua penyedia layanan pembayaran bisnis mengenakan biaya operasional untuk setiap transaksi. Besar kecilnya tergantung pada platform yang dipilih. Ada yang biayanya kecil, tetapi kerap mengalami masalah. Ada juga yang mahal, tetapi minim masalah.
Karena untuk keperluan bisnis, Anda harus mempertimbangkan semua alternatif yang ada. Jangan asal memilih dan akhirnya malah membuat bisnis merugi. Upayakan untuk memilih platform pembayaran yang benar-benar dapat diandalkan. Namun, platform ini juga harus memiliki biaya operasional yang sesuai dengan kemampuan finansial bisnis Anda.

3. Risiko keamanan

Salah satu risiko bisnis yang dihadapi oleh para pengusaha di era digital adalah risiko pencurian data. Kendala ini lebih sering dialami oleh bisnis berskala kecil. Kemungkinan penyebabnya adalah sistem yang digunakan tidak dilengkapi dengan fitur keamanan terbaru. Hal ini tak hanya membahayakan bisnis tetapi juga pelanggan.
Sebagai pebisnis, Anda bertanggung jawab atas keamanan data pelanggan saat melakukan transaksi dengan Anda. Untuk itu, gunakan platform pembayaran dengan sistem keamanan data yang lengkap. Misalnya, memiliki fitur untuk mendeteksi nomor rekening yang tidak terverifikasi.

4. Transparansi dan keakuratan data

Poin satu ini termasuk salah satu risiko transaksi bisnis di era yang makin terdigitalisasi, apalagi dalam sistem pembayaran yang tidak terintegrasi. Makin banyak sistem yang digunakan, makin sulit pula untuk mendapatkan transparansi dan keakuratan data. Tak hanya itu, data transaksi yang harus diolah juga akan makin banyak dan kompleks.
Tidak adanya integrasi sistem pembayaran membuka peluang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tak hanya itu, rekonsiliasi data transaksi harian juga akan makin sulit. Padahal, hal tersebut adalah langkah terbaik untuk mendeteksi transaksi-transaksi yang mencurigakan dan berpotensi merugikan perusahaan.

See also  Rumus dan Cara Menghitung Penyusunan Aset

5. Kurangnya customer support

Kebanyakan bisnis saat ini beroperasi selama lebih dari 8 jam. Oleh sebab itu, akan sangat merugikan bila sistem pembayaran yang Anda gunakan hanya bisa digunakan selama jam kerja saja (09.00-17.00). Jika pembayaran tak bisa segera diproses, hubungan Anda dengan pelanggan atau vendor bisa terganggu.
Untuk itu, pilihlah platform pembayaran yang bisa digunakan selama 24/7. Tak hanya sekadar bisa digunakan, tetapi platform ini juga bisa menjamin kelancaran transaksi terlepas dari kapan transaksi dilakukan.

for Business: Solusi Risiko Transaksi Bisnis

Salah satu layanan pembayaran yang bisa menjadi solusi ideal atas berbagai risiko di atas adalah for Business. Layanan ini sudah digunakan banyak badan usaha sejak 2017 untuk melakukan berbagai transaksi dalam bisnis. Di antaranya untuk penggajian karyawan, pembayaran asuran, pembayaran vendor, dan sebagainya.
for Business menawarkan tiga solusi jitu untuk mendorong efisiensi dan pertumbuhan transaksi dalam bisnis. Di antaranya adalah biaya administrasi lebih terjangkau, layanan yang mengutamakan konsumen, dan pemanfaatan teknologi terkini. Agar lebih jelas, simak penjelasannya di bawah ini:

1. Penggunaan teknologi terkini

for Business menggunakan teknologi yang dapat menjamin keamanan transaksi. Layanan ini bisa memiliki fitur verifikasi yang bisa secara otomatis mendeteksi nomor rekening yang tidak terdaftar.
Layanan besutan PT tech Lentera Inspirasi Pertiwi ini juga dibekali dengan kunci idempotensi. Fungsinya adalah untuk mencegah terjadinya transaksi ganda dan salah memasukkan nomor rekening.

2. Layanan yang mengutamakan pengguna

for Business merupakan layanan finansial bisnis yang mengutamakan kenyamanan pengguna. Upaya layanan tersebut diwujudkan dalam beberapa hal. Pertama, for Business dapat digunakan selama 24/7. Kedua, limit transaksi lebih fleksibel dan yang terakhir adalah layanan khusus untuk penggunaan tertentu.

See also  Unique Selling Proposition, Strategi Ampuh Untuk Meningkatkan Nilai Produk

3. Biaya administrasi lebih terjangkau

Dengan for Business, biaya operasional untuk transaksi bisnis dapat ditekan. Untuk setiap transaksi yang berhasil, Anda hanya akan dikenai biaya sebesar Rp2.400. Biaya ini berlaku untuk transaksi domestik ke 20.000 rekening bank, virtual account, dan e-wallet. Makin banyak transaksi yang dilakukan, makin terjangkau pula biaya administrasi yang harus ditanggung.
Tak hanya itu, for Business bisa digunakan untuk transaksi internasional ke lebih dari 40 negara. Biaya administrasi per transaksi berhasil juga termasuk terjangkau, yakni mulai dari Rp29.000. Biaya ini termasuk satu-satunya biaya yang ditanggungkan ke pengguna dan relatif terjangkau dibanding platform lainnya.
Selain ketiga poin di atas, for Business juga menyediakan layanan API. Layanan ini bisa Anda integrasikan dengan sistem pada perusahaan. Dengan begitu, risiko transaksi bisnis dapat diminimalkan. Bagi Anda yang tertarik menggunakan layanan ini untuk meningkatkan efisiensi transaksi bisnis, silakan klik di sini untuk informasi lebih lanjut.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!