Dalam budidaya, Anda perlu merawat ikan dengan baik. Caranya adalah dengan mencegah hal-hal yang mengakibatkan risiko kematian ikan agar panen maksimal. Salah satu yang harus Anda jaga adalah kondisi kualitas air kolam ikan.
Apakah Anda pernah mendapati air kolam berbusa? Jika melihat kondisi ini, Anda tidak boleh menyepelekannya dan harus langsung mengatasinya.
Pasalnya, munculnya busa pada kolam ikan bisa menjadi pertanda bahwa kondisi air kolam cenderung tidak sehat. Jika begitu, akan berdampak pada kesehatan ikan seperti rentan terkena penyakit. Anda perlu melakukan manajemen kualitas air karena air sangat menentukan keberhasilan budidaya.
Lantas, kenapa air kolam ikan berbusa dan bagaimana cara mencegahnya? Simak selengkapnya di artikel ini!
Efek Air Kolam Ikan Berbusa
Air merupakan media tempat hidup bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, air yang digunakan harus memenuhi standar kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan persyaratan hidup ikan.
Anda Pembudidaya pasti seringkali mendapati banyak buih di air kolam ikan. Kondisi tersebut perlu Anda perhatikan karena merupakan tanda air dalam kondisi buruk dan dapat mengganggu kesehatan ikan yang Anda budidayakan.
Dalam jangka pendek, mungkin ikan dapat menyeimbangkan kondisi di air berbusa. Namun, dalam jangka panjang, ikan akan rentan terserang penyakit dan bahkan mengalami kematian.
Hal tersebut pastinya akan membuat Anda mengalami kerugian besar. Oleh karena itu, perlu bagi Anda untuk mengatasi hal ini secara lebih serius dan tidak menyepelekannya.
Penyebab Air Kolam Ikan Berbusa
Air kolam yang berbusa dapat dialami oleh Pembudidaya dengan kolam ukuran kecil maupun besar. Busa ini tentu menandakan ada sesuatu yang tidak semestinya terjadi pada kolam Anda. Berikut ini adalah penyebab air kolam ikan berbusa yang perlu Anda ketahui.
Pertama, kadar karbon dioksida (CO2) tinggi. Karbon dioksida dapat menjadi penyebab kolam ikan berbusa. Hal ini dikarenakan karbon dioksida memiliki sifat seperti gas ketika berada di dalam air sehingga memungkinkan air berbusa.
Penyebab tingginya kadar karbon dioksida adalah plankton yang mati dan proses fotosintesis tanaman di kolam. Anda perlu berhati-hati jika karbon dioksida meningkat karena dapat mempengaruhi kesehatan yang berujung kematian ikan.
Kedua, adanya blooming alga.
Mungkin Anda pernah bertanya bagaimana kolam bisa ditumbuhi alga. Alga biasa tumbuh di permukaan kolam karena selalu terendam air. Kemudian tumbuhan ini tumbuh subur akibat zat amonia dari kotoran ikan dan sisa pakan. Zat kimia dari alga membuat air kolam berbusa dan warnanya berubah menjadi hijau tua gelap.
Ketiga, kolam ikan tercemar. Kolam yang kotor dapat menyebabkan air berbusa. Kondisi kolam yang seperti ini dapat membahayakan ikan yang Anda budidayakan. Untuk itu, Anda harus selalu menjaga kualitas air agar tidak tercemar.
Keempat, kadar DOC tinggi. DOC adalah suatu ukuran sisa pakan atau kotoran ikan yang ada di kolam dan bersifat beracun. Makin tinggi kadar DOC, maka makin berbahaya untuk ikan, karena dapat mengakibatkan air berbusa dan kematian ikan jika terus menerus dibiarkan dalam kolam. Ciri DOC yang tinggi dalam kolam adalah terjadinya perubahan warna air kolam dan tampak keruh.
Kelima, penggaraman. Mungkin selama budidaya Anda sering melakukan penggaraman setelah kolam diguyur hujan. Hal tersebut Anda lakukan agar pH dalam air stabil. Namun, penggaraman yang terlalu sering bisa menjadi penyebab kolam berbusa meski biasanya tidak berlangsung lama.
Cara Mengatasi Air Kolam Ikan Berbusa
Busa pada kolam umumnya terjadi karena kurangnya kadar oksigen terlarut dalam air. Untuk meningkatkan kadar oksigen Anda dapat menggunakan aerator. Makin banyak kadar oksigen terlarut tentu akan makin bagus.
Peningkatan kadar oksigen ditandai dengan penurunan suatu suhu pada air kolam. Selain itu, perlu diberikan arus untuk membantu sirkulasi air ke filter.
Kolam yang terlanjur berbusa perlu penanganan khusus, sedangkan untuk menjaga kolam yang belum berbusa Anda perlu menjaganya agar kondisi air tetap baik. Untuk lebih lanjut, Anda dapat melakukan penanganan kolam dengan beberapa hal ini:
Pertama, pengaturan padat tebar kolam. Kapasitas kolam air yang berlebih dapat mengakibatkan kualitas air kolam terganggu. Makin padat populasi ikan, maka makin tinggi metabolisme yang dihasilkan. Oleh karena itu, Anda dapat mengatur kapasitas kolam sesuai biomassa berdasarkan umur dan ukuran ikan.
Kedua, pengaturan sirkulasi air. Tujuannya, untuk mengeluarkan zat berbahaya dalam air kolam dan menggantinya dengan air kolam yang baru. Salah satu cara untuk menjaga sirkulasi air kolam secara otomatis adalah menggunakan filter air.
Ketiga, pemberian probiotik. Selain menjaga kondisi air dengan cara mengeluarkan zat berbahaya, Anda juga bisa memperbaiki kualitas air kolam dengan memberikan probiotik. Anda perlu mencari probiotik yang tepat untuk menjaga kualitas air dan kesehatan ikan.
Keempat, mekanisme pemberian pakan. Anda dapat mencegah kolam ikan berbusa dengan melakukan mekanisme pakan. Hal yang perlu diperhatikan saat pemberian pakan adalah jumlah pakan yang diberikan. Pakan yang tidak termakan akan mengendap di dalam air kolam hingga meningkatkan kadar amonia yang beracun.
Kelima, rutin membersihkan filter kolam. Filter kolam dapat menjaga sirkulasi air kolam. Namun, Anda harus membersihkan filter kolam, terutama batu zeolit dan bioball. Baik tidaknya sebuah filter, ditandai dengan adanya lumut pada dinding kolam ikan.
Keenam, mengganti air secara berkala. Langkah ini perlu Anda lakukan untuk menurunkan kadar organik, sisa kotoran, dan sisa pakan yang menumpuk. Akan tetapi, pergantian air tidak boleh dilakukan sepenuhnya. Cukup 10-20% saja untuk menghindari ikan menjadi stres.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

