Bagaimana Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan yang Efektif?


850



Penilaian kinerja karyawan adalah proses yang penting bagi setiap perusahaan. Guna memastikan bahwa karyawan bekerja dengan baik dan memenuhi harapan.Proses ini melibatkan penilaian kinerja karyawan (performance appraisal) berdasarkan kriteria tertentu dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka.Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang tahapan, kriteria, dan metode efektif dalam melakukan penilaian kinerja karyawan. 

Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan

Kriteria penilaian kinerja karyawan adalah indikator yang digunakan sebagai acuan, patokan yang mengandung prinsip edukatif, otentik, objektif, akuntabel, serta transparan yang terintegrasi.Kriteria ini dapat menunjukkan pencapaian yang direncanakan atau unsur kompetensi yang dapat dinilai baik secara kualitatif seperti kemampuan analisis, kreativitas ide, atau juga kemampuan komunikasi. Bisa juga secara kuantitatif seperti ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan. Di dalam penilaian kinerja karyawan, terdapat beberapa kriteria, antara lain:

  1. Inisiatif
  2. Kehadiran
  3. Sikap
  4. Keterampilan berkomunikasi
  5. Orientasi pada perusahaan
  6. Fokus
  7. Peningkatan dari evaluasi sebelumnya
  8. Integritas
  9. Produktivitas
  10. Kualitas kerja
  11. Pengelolaan stres
  12. Kerja tim

 Baca Juga: Indikator Penilaian Kinerja Karyawan yang Perlu Diperhatikan 

Cara Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan

Kriteria penilaian kinerja karyawan akan efektif jika dilakukan dengan: 

  1. Adil

Fair atau adil adalah suatu kondisi di mana suatu tindakan atau keputusan didasarkan pada standar yang telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat.Dalam konteks penilaian kinerja, ada lima elemen yang harus diperhatikan untuk mencapai prinsip fair, yaitu:

  • Tujuan kinerja yang jelas dan spesifik dan disepakati bersama antara karyawan dan atasan
  • Tujuan kinerja yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban karyawan
  • Pertemuan tatap muka antara karyawan dan atasan untuk membahas perkembangan kinerja
  • Diskusi terbuka dan objektif antara karyawan dan atasan mengenai capaian kinerja dan langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan
See also  15 Contoh Professional Goals untuk Mengembangkan Skill Karyawan!

 

  1. Objektif

Objektif adalah nilai-nilai yang diberikan sesuai dengan tingkat pencapaian yang diukur secara akurat dan tepat.Dalam melakukan penilaian kinerja, terdapat enam pertimbangan yang harus diperhatikan agar penilaian tersebut dapat dilakukan secara objektif, antara lain:

  • Data aktual mengenai kinerja karyawan yang diukur dengan cara yang jelas dan konsisten.
  • Perilaku karyawan baik yang positif maupun negatif yang terkait dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban.
  • Keberanian atau ketegasan dalam memberikan penilaian yang sebenarnya tanpa pengaruh dari faktor personal atau latar belakang.
  • Sistem penilaian yang terstruktur dan berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
  • Form penilaian yang sederhana dan mudah dipahami.
  • Kemampuan menilai yang dimiliki oleh atasan atau evaluator yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang memadai mengenai tugas dan tanggung jawab karyawan yang dievaluasi.

 Dengan memperhatikan elemen-elemen pertimbangan tersebut, diharapkan penilaian kinerja dapat dilakukan secara adil, objektif, dan akurat serta dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kinerja dan karir karyawan. 

Tahapan dalam Penilaian Kinerja Karyawan

Di dalam praktiknya, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui dalam penilaian kinerja karyawan, hal ini agar proses penilaian bisa lebih efektif dan efisien. Seperti berikut ini: 

  1. Perencanaan

Tahap ini Anda harus menyusun apa saja sasaran yang diharapkan dari karyawan serta kompetensi apa yang diharapkan perusahaan. Hal ini biasanya dilakukan pada awal tahun untuk satu tahun ke depan. 

  1. Persiapan Data

Setelah rencana dibuat, Anda perlu menyiapkan data-data yang berkaitan dengan kriteria penilaian kinerja karyawan. Data ini dapat berupa catatan, laporan, hasil bimbingan, dan lain sebagainya. 

  1. Diskusi

Gunakan data-data yang telah dipersiapkan sebagai dasar untuk menilai dan memberikan umpan balik. Penilaian dan umpan balik biasanya menjadi draf penilaian sementara. Agar lebih terarah dan memiliki acuan, buatlah standar dalam penilaian kinerja karyawan. Penilaian harus dilakukan secara objektif dan menentukan sistem atau metode penilaian yang akan digunakan. Proses umpan balik dapat berupa coaching dari atasan kepada karyawan dan perlu komunikasi yang baik antara keduanya agar tidak terjadi kesalahpahaman.Pemberian arahan ini sangat penting dalam pelaksanaannya agar tujuan yang telah ditetapkan dalam perencanaan bisa tercapai. Selama pelaksanaan, akan dilakukan review baik setiap bulan atau pada pertengahan tahun. 

  1. Penilaian Kinerja Karyawan dan Review

Setelah diputuskan, dilakukan penilaian pada akhir tahun pelaksanaan. Di sini, Anda perlu melakukan komunikasi yang intens untuk mengenai review seluruh proses penilaian kinerja sepanjang tahun.Setelah proses penilaian, perlu diadakan diskusi untuk melihat kembali sudut pandang dan kondisi. Hal ini biasanya dilakukan di tempat dan waktu yang nyaman agar tidak terganggu aktivitas lain. 

  1. Laporan Hasil Penilaian Kinerja Karyawan

Bila semua langkah dilakukan, langkah terakhir adalah membuat laporan. Laporan hasil penilaian kinerja ini nantinya akan diberikan kepada setiap karyawan sebagai bahan penilaianKaryawan diberikan waktu yang memadai untuk membaca hasil tersebut. Perusahaan juga harus menyampaikan rencana pengembangan selanjutnya agar karyawan dapat mempersiapkan diri atau memberikan saran dan masukan. 

See also  Floating Holiday: Pengertian dan Aturan Penerapannya di Perusahaan

Metode Penilaian Kinerja Karyawan

Berikut ini adalah metode-metode penilaian kinerja karyawan menurut Werther dan Davis: 

  1. Penilaian yang Berorientasi

Metode penilaian ini mengevaluasi kinerja karyawan pada masa lalu yang tidak dapat diubah lagi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan umpan balik mengenai upaya-upaya yang telah dilakukan oleh karyawan. 

  1. Rating Scale

Salah satu metode penilaian tertua di mana karyawan dinilai berdasarkan skala dari yang terendah hingga yang tertinggi. Evaluasinya didasarkan pada pendapat penilai. Metode ini memiliki kelebihan yaitu efisiensi biaya, pelaksanaan yang mudah, dan ditetapkan pada karyawan. Namun, kelemahannya adalah adanya subjektivitas dalam penilaian. 

  1. Critical Incident Method

Metode ini mengukur kinerja karyawan berdasarkan banyaknya kejadian kritis dan menuntut para penilai untuk merekam pernyataan mengenai perilaku ekstrem (sangat baik atau sangat buruk) dari karyawan. Kemudian, pernyataan tersebut dihubungkan dengan penampilan kerja karyawan. Metode ini sering digunakan sebagai pelengkap teknik peringkat. 

  1. Field Review Method

Metode ini melibatkan kepegawaian untuk turun langsung ke tempat kerja dan menilai kinerja karyawan secara langsung untuk mendapatkan umpan balik secara langsung. Metode ini sering digunakan sebagai pelengkap teknik penilaian kinerja lainnya. 

Nilai Kinerja Karyawan dengan Objektif melalui Software HRIS

  Penilaian kinerja karyawan adalah salah satu penentu dari sejauh apa pencapaian dari target perusahaan. Dengan melakukan penilaian dari kinerja para karyawan, perusahaan dapat lebih agile menyesuaikan strategi demi mencapai tujuan.Namun, sayangnya proses penilaian ini masih sangat sulit dilakukan secara manual karena sulitnya untuk memonitor pencapaian dan sering kali prosesnya tidak berjalan objektif.Maka dari itu, transformasi digital dalam monitoring kinerja karyawan sangat diperlukan perusahaan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan software performance management yang ditawarkan oleh . Software Performance Management yang memiliki banyak fitur berguna untuk memonitoring dan mengevaluasi kinerja karyawan secara lebih objektif. Di dalam software ini terdapat fitur Goals & KPI yang dapat digunakan perusahaan untuk memetakan Goals dan KPI setiap karyawan. Nantinya, perusahaan bisa meninjau pencapaian KPI baik per minggu, per bulan, atau per tahun.Terdapat juga fitur Performance Appraisal, yang sangat membantu perusahaan dalam melakukan penilaian kinerja karyawan secara komprehensif.Lalu, fitur Result di sini perusahaan akan mendapatkan penilaian terkait dengan performa karyawan. Penilaian sendiri berdasarkan skala 0-5. Dengan menggunakan Software Performance Management , melakukan penilaian kinerja karyawan bisa dilakukan lebih terarah dan objektif, anti repot dan anti ribet. 

See also  Kenyataan Mengerikan Dibalik “Kerja Sesuai Passion”


****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!