Tips & Trik Pemberian Pakan Udang Protein Tinggi


839

Protein adalah salah satu komponen utama dalam pakan udang. Namun, tidak semua pakan udang dengan kandungan protein tinggi baik untuk udang. Sebenarnya, pakan udang dengan kandungan protein tinggi dapat menyebabkan peningkatan kadar amonia yang bisa meracuni udang di tambak. Ini sangat berbahaya, bukan? Yuk, cari tahu tips & trik pemberian pakan udang dengan kandungan protein tinggi agar tidak membahayakan!

Manfaat Protein untuk Udang

Protein adalah nutrisi dengan persentase tertinggi dalam pakan udang. Menentukan persentase protein dalam pakan penting untuk formulasi manajemen pakan dan pengendalian biaya pakan yang efektif. Meskipun protein penting untuk udang, kadar protein dalam pakan tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Yuk, lihat dampak pemberian protein yang terlalu tinggi dan terlalu rendah pada udang!

Dampak Protein Terlalu Tinggi

Udang membutuhkan protein untuk tumbuh dan berkembang karena protein memicu pertumbuhan udang. Oleh karena itu, pakan udang harus mengandung protein agar udang dapat tumbuh dengan baik. Pakan dengan kandungan protein yang cukup atau tinggi lebih disukai oleh udang karena terbuat dari tepung kepala udang yang memiliki aroma lebih tajam dibandingkan pakan lainnya. Ini juga membantu pertumbuhan udang.

Namun, pemberian pakan udang dengan kandungan protein tinggi dianggap tidak cocok. Hal ini karena kandungan protein tinggi dapat meningkatkan kadar amonia, H2S, NH3, dan NH2 di air tambak. Jika kadar senyawa-senyawa ini meningkat, udang di tambak dapat mengalami penurunan respon imun dan menjadi sakit.

See also  Kenali Penyakit Ikan Lele dan Cara Mencegahnya!

Pakan tinggi protein yang dikonsumsi oleh udang menjadi berbahaya ketika pakan tersebut menjadi feses di air tambak. Meskipun sudah dikonsumsi, feses tersebut masih mengandung kadar protein tinggi yang dapat meningkatkan kadar amonia di tambak. Sama berbahayanya ketika pakan tidak dikonsumsi, sisa pakan yang tertinggal juga akan meningkatkan kadar amonia di tambak. Oleh karena itu, hindari pemberian pakan dengan kandungan protein tinggi, Anda Petambak!

Dampak Protein Terlalu Rendah

Protein memang berbahaya jika digunakan dalam jumlah yang berlebihan. Namun, kandungan protein dalam pakan udang tidak boleh terlalu rendah, Anda! Udang masih memerlukan energi protein untuk tumbuh, bergerak, dan beradaptasi dengan baik. Untuk mencegah protein dalam pakan meracuni udang, Anda dapat menggunakan pakan dengan kadar protein yang cukup. Pakan jenis ini biasanya dapat mengurangi biaya budidaya. Namun, kadar proteinnya tidak boleh terlalu rendah. Jika kandungan protein terlalu rendah, pertumbuhan udang tidak akan optimal meskipun biaya budidaya dapat ditekan dan kualitas air tambak menjadi baik.

Persentase Kebutuhan Protein untuk Pertumbuhan Udang

Tinggi atau rendahnya kandungan protein dalam pakan udang ditentukan oleh kadar protein yang ada di dalamnya. Pakan dikatakan memiliki kandungan protein yang tinggi ketika kadar proteinnya berkisar antara 35-45%. Sedangkan, pakan yang memiliki protein yang cukup cenderung rendah, dengan kadar protein di bawah 30-34%. Kandungan protein sebanyak 30-34% dalam pakan sudah cukup untuk mengoptimalkan pertumbuhan udang. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan pertumbuhan udang dan menjaga kualitas air tambak secara bersamaan, kandungan protein dalam pakan sebaiknya tidak melebihi 30-34%.

Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penyerapan Protein

Tingkat penyerapan protein dari pakan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  1. Kualitas pakan
  2. Tingkat kecernaan energi
  3. Kualitas air
  4. Padat tebar
  5. Frekuensi pemberian pakan
  6. Ukuran pakan
  7. Jenis dan biomassa mikroorganisme alami di tambak
  8. Tingkat pertumbuhan
See also  Rahasia Sukses Bisnis Bibit Ikan Patin Ada di Sini!

Jadi, meskipun Anda menggunakan pakan dengan kandungan protein tinggi, udang akan sulit menyerap protein pada pakan jika faktor-faktor di atas tidak terpenuhi.

Salah satu faktor yang mempengaruhi penyerapan protein adalah kualitas air tambak. Dalam hal ini, sebaiknya hindari pakan dengan kandungan protein tinggi karena dapat mencemari tambak dengan amonia.

Manajemen Pakan Udang Berdasarkan Kandungan Protein

Manajemen pakan dan kualitas air tambak yang baik adalah salah satu tips yang diperlukan saat memberikan pakan dengan kadar protein tinggi. Kombinasi antara pakan, udang, dan kualitas air saling mendukung untuk menghasilkan produksi yang optimal.

Salah satu strategi manajemen pakan yang dapat dilakukan adalah strategi pergiliran pakan. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi budidaya udang. Pergiliran pakan dilakukan dengan menggantikan pakan berprotein tinggi dengan pakan berprotein rendah. Pergiliran dilakukan tanpa mengurangi laju pertumbuhan udang sehingga efisiensi biaya produksi dan hasil panen menjadi lebih tinggi.

Strategi pergiliran pakan dilakukan berdasarkan umur, ukuran, dan berat udang. Selain itu, strategi ini juga mempertimbangkan kebutuhan udang terhadap diet protein yang bergantung pada ukuran tubuh, berat, sistem budidaya, kepadatan tebar, faktor lingkungan, nilai biologi sumber protein, energi non protein, salinitas, dan suhu kolam budidaya.

Selain manajemen pakan udang, Anda juga dapat menggunakan probiotik untuk membantu penyerapan protein pada udang. Probiotik dapat dicampurkan ke air tambak secara teratur. Probiotik dipercaya dapat menjaga lingkungan tambak dalam kondisi baik dengan menghilangkan amonia, sehingga udang lebih mudah menyerap nutrisi yang terdapat dalam pakan.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

See also  Daftar Harga Ikan Bawal per Kg Terbaru dan Terupdate!