Penggunaan digital marketing semakin marak yang menjadi kebutuhan utama bisnis untuk memasarkan produk dan jasa. Apalagi semakin maraknya penggunaan teknologi di dunia.Salah satu terobosan dalam pemasaran adalah marketing 4.0. Apa sih itu marketing 4.0 dan apa saja yang harus diketahui ? Ikutilah pembahasan artikel di bawah ini!
- Perkembangan Marketing Manual Menuju Marketing 4.0
- Pengertian Marketing 4.0
- Pendekatan 5A dalam Marketing 4.0
- Cara Memaksimalkan Marketing 4.0
- Perbedaan Marketing 1.0 – 4.0
- Hubungan Marketing 4.0 dengan Revolusi Industri 4.0
- Tips Menerapkan Marketing 4.0 secara Efektif
- Mengenal Big Data Analysis
- Pentingnya Big data Analysis dalam Marketing 4.0
Perkembangan Marketing Manual Menuju Marketing 4.0
Marketing konvensional menuju marketing 4.0 melalui beberapa tahapan. Tahapan ini dapat dijelaskan tentang perbedaan perkembangan marketing 4.0 menurut Kotler, diantaranya:
Marketing 1.0
Tahap ini berorientasi pada produk atau disebut product centric. Pada masa ini, fokus penjual adalah menjual produk sebanyak mungkin tanpa memikirkan persepsi konsumen sehingga dengan sendirinya konsumen akan datang mencari produk tersebut.
Marketing 2.0
Pada tahap ini, perusahaan menjual produk yang berorientasi pada konsumen dengan cara membangun ikatan emosional dengan mereka. Namun lagi-lagi, cara ini dianggap tidak efisien karena menganggap konsumen sebagai individu yang pasif.
Marketing 3.0
Perusahaan harus mampu menciptakan atau memasarkan produk, budaya, layanan dalam tahap ini. Semua yang ditawarkan perusahaan harus selaras dengan visi misi dan nilai-nilai kemanusiaan.
Marketing 4.0
Tahap ini memanfaatkan konektivitas antara teknologi, analisis big data dan sentuhan audiens untuk meningkatkan produktivitas pemasaran dan menjangkau audiens dengan lebih manusiawi. Baca Juga: Segala Hal yang Perlu Diketahui Soal Guerilla Marketing
Pengertian Marketing 4.0
Untuk memahami lebih jelas mengenai apa itu marketing 4.0, mari simak pembahasan berikut ini. Pengertian secara umum terbagi menjadi 2 pengertian.
Apa itu marketing 4.0?
Secara harfiah, marketing 4.0 adalah pendekatan pemasaran yang menggabungkan interaksi online dan offline yang terjadi antara penjual dan konsumen. teknik ini juga berperan sebagai advokat untuk menyentuh audiens terhadap pelayanan dari produk tertentu serta memperkuat atau meningkatkan engagement dalam pasar online dan offline.
Teori marketing 4.0
Disadur dari buku Hermawan Kartajaya pelopor marketing modern Indonesia, marketing 4.0 adalah suatu konsep marketing modern yang lebih adaptif untuk menghadapi perilaku audiens akibat adanya digital market.Sedangkan, dalam penelitian McKinsey, salah satu pemicu konsep marketing 4.0 adalah inovasi produk yang dipercaya dapat berdampak pada ekonomi secara signifikan. Salah satu produk teknologi digital adalah interaksi di media sosial.
Pendekatan 5A dalam Marketing 4.0
Marketing 4.0 berhasil mengubah banyak metode dalam pemasaran. Ada sebuah pendekatan yang mengacu pada pola perilaku konsumen dengan literasi digital, diantaranya:
Aware
Dalam kondisi ini, audiens sudah tahu produk atau brand mana yang banyak dijual melalui media offline, seperti brosur dan spanduk. Hal ini dikenal sebagai kata ‘’I know’’. Ketika melihat produk, konsumen dapat langsung mengetahui brand tersebut.
Appeal
Dalam tahap ini, audiens sudah mulai tertarik dengan produk yang banyak dijual atau dicari. Mereka mulai berpikir bahwa benar-benar butuh atau memutuskan membeli produk atau jasa tersebut. Tahap ini dikenal sebagai kata “I like.”
Ask
Karena audiens sudah tertarik dengan produk tersebut, mereka akan langsung bertanya kepada orang terdekat yang sudah pernah menggunakan produk tersebut. Nantinya calon konsumen akan menggali informasi ulasan produk dan komposisi barang serta membandingkan harganya. Tahap ini dikenal sebagai “I am convinced.”
Act
Setelah ketiga tahapan di atas sudah terlewati, audiens akhirnya memberanikan diri untuk bertindak atau membeli produk yang mereka sukai. Tahap ini disederhanakan menjadi, “I buy.” Setelah membeli, konsumen akan langsung merasakan apakah produk yang ada cocok dengan kebutuhannya atau tidak.
Advocate
Jika audiens sudah merasa puas terhadap produk yang dibelinya, maka mereka akan menjadi advokat atas produk Anda. Artinya, mereka mulai memberikan testimonial terhadap produk tersebut. Tahap ini dipersingkat menjadi, “I recommend.”. Semakin puas konsumen, semakin sering konsumen merekomendasikan kepada orang lain untuk menggunakan produk tersebut.
Cara Memaksimalkan Marketing 4.0
Karena memberikan banyak kemudahan kepada perusahaan dari segi penjualan, sudah sepantasnya perusahaan mengupayakan berbagai cara untuk Terdapat 6 manfaat marketing 4.0 yang mempermudah terjadinya aktivitas bisnis, diantaranya:
Jangkaulah pasar secara online
Internet saat ini tengah menjadi andalan bagi perusahaan untuk dapat terhubung dengan konsumen secara cepat dan luas agar produk atau jasa Anda bisa dikenal atau dibeli di pasar online melalui gadget.
Temukan audiens sesuai dengan target usaha
Dengan adanya internet, bisnis Anda dengan mudah mampu menjangkau audiens sesuai dengan target usaha dengan cara memberikan pelayanan kepada konsumen dimanapun dan kapanpun secara real-time dan efisien serta meningkatkan konversi penjualan produk.
Tempatkan posisi strategis dalam persaingan bisnis
Setiap perusahaan wajib menempatkan posisi strategis yang setara dengan perusahaan ternama dalam hal persaingan kreativitas dalam bisnis periklanan atau ranah digital marketing.
Pahami Produk yang Paling Laris
Ketika bisnis Anda masih dalam tahap perkembangan, digital marketing bisa diandalkan untuk mengetahui produk tertentu yang banyak dibeli. Tentu saja, itu akan membuat bisnis Anda mendapatkan lebih banyak profit.
Evaluasi bisnis
Ketika bisnis Anda sedang bersaing dengan bisnis lainnya, tentu saja bisa dilihat kelebihan dan kekurangan pada bisnis Anda. Hal ini untuk selanjutnya menjadi bahan evaluasi atau tanggapan atas produk yang ditawarkan bisnis Anda kedepannya.
Buatlah bisnis terlihat lebih profesional
Dibutuhkan alat digital marketing, bisnis Anda harus memiliki ketekunan untuk menjangkau konsumen sehingga akan memiliki kredibilitas yang baik di mata konsumen. Hal ini penting untuk menjadikan bisnis Anda terlihat lebih profesional.
Perbedaan Marketing 1.0 – 4.0
Untuk memahami pendekatan pemasaran terbaru ini, maka buku marketing yang bisa dijadikan sebagai acuan adalah Buku Marketing 4.0 karya Philip Kotler, Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan. Dalam buku tersebut telah dijelaskan bahwa era marketing sudah diawali dengan marketing 1.0 yang lebih fokus pada penjualan produk.
Pada era marketing 1.0, fokus pengusaha adalah untuk bisa menjual produk mereka sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan apa yang konsumen butuhkan.
Disisi lain, marketing 2.0 lebih fokus pada konsumen. Pada era ini para pengusaha sudah mulai berusaha untuk lebih menyentuh hati konsumen, namun konsumen hanya dinilai sebagai objek pasif.
Selanjutnya, pada marketing 3.0, para pengusaha akan lebih fokus pada manusia. Sehingga para pengusaha tidak hanya fokus akan memasarkan produknya saja, namun juga dalam hal visi,misi, dan value yang berjalan beriringan bersamaan konsumennya. Namun, para pengusaha mengklaim bahwa model marketing ini masih perlu dikembangkan lagi.
Kenapa? Karena perkembangan teknologi yang begitu pesar diklaim mampu memicu pemasaran yang lebih efektif. Hal inilah yang menjadi alasan terbentuknya marketing 4.0. Pendekatan yang digunakan pada marketing 4.0 menggabungkan sentuhan konsumen secara lebih manusiawi dengan kecanggihan teknologi yang saat ini sudah ada.
Hubungan Marketing 4.0 dengan Revolusi Industri 4.0
Untuk melakukan pendekatan 5A dalam marketing 4.0 sesuai dengan peran bisnis di revolusi industri 4.0, antara pelaku industri, tim pemasar, pemerintah dan media harus terjalin hubungan yang dinamis untuk menggerakan tuas ekonomi digital Indonesia.Dengan adanya digital marketing, potensi besar industri e-commerce di Indonesia mampu menjangkau pasar global dengan mudah, efisien dan efektif. Di samping ini, hal ini juga mampu menjangkau konsumen end user dengan gaya hidup belanja online sehingga dapat menimbulkan potensi pertumbuhan penjualan menjadi besar, yang akhirnya berujung pada profit yang meningkat. Itulah pembahasan di atas yang patut dipelajari dalam ilmu pemasaran. Digital marketing 4.0 diharapkan mampu menjadi pondasi bagi perusahaan di Indonesia untuk bertahan di tengah persaingan yang ketat dan terus menjaga mutu proses dalam proses produksi. Sehingga teknologi digital ini dapat berdampak pada perkembangan ekonomi secara keseluruhan.
Tips Menerapkan Marketing 4.0 secara Efektif
Berdasarkan buku yang berjudul Marketing 4.0, Moving from Traditional to Digital, karya Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan tersebut, maka kita bisa mendapatkan berbagai tips dalam menerapkan marketing 4.0 secara efektif pada bisnis yang sedang dijalankan. Sehingga bisa bersaing secara sehat pada dunia digital marketing yang kian sengit seperti saat ini. Berikut ini adalah tipsnya:
1. Gunakan Seluruh Media Pemasaran
Banyaknya media yang digunakan untuk tujuan pemasaran diciptakan agar mampu memberikan pengalaman pada konsumen secara lancar dan konsisten. Dengan menggunakan berbagai media, maka konsumen Anda akan lebih mudah dalam mengenal dan mengakses seluruh informasi jasa atau produk yang Anda jual.
Oleh karena itu, gunakanlah media online maupun offline, kenapa? Karena marketing 4.0 menggunakan integrasi stlye dan sustance. Yang artinya, Anda tidak hanya harus mengedepankan sisi upaya branding yang bagus, namun juga harus mampu menawarkan konten yang sesuai, bagus dan terkini pada konsumen Anda.
3. Memberi Solusi
Saat ini, masyarakat sudah lelah dengan seluruh strategi pemasaran dalam bentuk iklan yang bisa mereka jumpai dimana-mana. Marketing 4.0 hadir dengan memberikan solusi pemasaran yang mampu menjadi jalan tengah antara kebutuhan pelanggan dan bisnis. Oleh karena itu, pesan yang disampaikan tidak boleh terlalu fokus pada penjualan, namun juga memberikan solusi atas apa yang memang benar-benar konsumen butuhkan.
Dalam buku marketing 4.0, telah dijelaskan bahwa para penjual harus mengalisa titik frustasi pelanggannya. Khususnya, ketika mereka menggunakan suatu produk atau jasa layanan. Dari sana, Anda harus memikirkan tentang bagaimana fungsi produk yang Anda tawarkan mampu membantu masalah pelanggan Anda.
3. Mempraktikkan Antropologi Digital
Pada poin ini, Anda akan lebih fokus pada pengertian 4.0 yang digabungkan dengan sentuhan konsumen secara manusiawi dengan kecanggihan teknologi yang saat ini terus berkembang. Dalam aspek antropologi digital, teknologi yang ada saat ini akan berinteraksi secara aktif atau antarmuka digital.
Proses ini juga akan memperlihatkan bagaimana konsumen akan berprilaku dalam konteks teknologi, serta bagaimana teknologi yang digunakan oleh manusia mampu secara efektif berinteraksi antar satu dengan yang lainnya.
Salah satu praktiknya adalah social listening, yang merupakan suatu proses proaktif dalam memantau percakapan tentang suatu media di internet, khususnya media sosial dan dalam komunitas online.
Mengenal Big Data Analysis
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang apa pentingnya big data analysis dalam marketing 4.0. Ada baiknya kita mengenal tentang big data itu sendiri.
Dikutip dari sebuah jurnal yang berjudul Marketing 4.0: Enhancing Consumer Brand Engagement Through Big data Analysis yang terbit pada 2016, big data merupakan kumpulan informasi yang sudah terstruktur dan mudah diakses, dianalisa, dan digunakan untuk berbagai proses pengambilan keputusan.
Dalam big data, terdapat 5 dimensi data yang bisa digunakan, yaitu volume, velocity, variety, variability, dan juga complexity. Kelima dimensi data ini bisa didapatkan dari berbagai sumber. Berbagai data seperti tren sosial media, transaksi finansial, email, video, dan audio misalnya, bisa Anda dpatkan secara gratis dari internet.
Secara fungsinya, big data analysis memiliki fungsi antara lain untuk meningkatkan penilaian pelanggan, meningkatkan keamanan digital, menganalisa operasi yang lebih fokus pada data mesin, serta modernisasi gudang data.
Pentingnya Big data Analysis dalam Marketing 4.0
Sebelumnya kita telah paham bahwa strategi marketing terus berkembang pesat, seperti marketing 1.0 yang lebih fokus pada penjualan produk tanpa memikirkan kebutuhan konsumen, marketing 2.0 yang lebih fokus pada konsumen, marketing 3.0 yang lebih fokus pada manusia, dan marketing 4.0 yang digunakan dengan memadukan strategi online dan offline demi meningkatkan customer engagment.
Dengan berkembangnya strategi marketing yang terus terjadi tiap tahun, maka teknik pendakatannya pun akan berbeda. Dalam buku yang berjudul Marketing 4.0, Moving from Traditional to Digital, karya Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan, dijelaskan bahwa maketing 4.0 mengganti pendekatan 4A menjadi 5A. Berikut ini adalah pendekatan 5A dalam marketing 4.0
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

