Kebijakan Moneter


808


Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan Moneter adalah keputusan yang diambil oleh bank sentral untuk menjaga dan menstabilkan nilai mata uang suatu negara agar perekonomian tidak mengalami kejatuhan. Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dan menetapkan tingkat suku bunga.

Kebijakan moneter mencakup langkah-langkah yang diambil oleh bank sentral atau Bank Indonesia untuk mengubah pasokan uang atau suku bunga yang ada, dengan tujuan mempengaruhi pengeluaran dalam perekonomian.

Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan dari kebijakan moneter adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan perekonomian Indonesia, mengurangi tingkat pengangguran, dan mengatur nilai mata uang dalam negeri. Namun, tujuan kebijakan moneter tidak selalu kaku, tetapi bersifat dinamis dan selalu disesuaikan dengan kebutuhan perekonomian suatu negara.

Salah satu tujuan kebijakan moneter adalah menargetkan tingkat inflasi. Tingkat inflasi yang rendah dianggap baik untuk perekonomian suatu negara. Namun, jika inflasi sudah sangat tinggi, diharapkan kebijakan moneter dapat mengatasi masalah ini.

Dengan menggunakan wewenang fiskal, bank sentral dapat mengatur nilai tukar antara mata uang domestik dan mata uang asing. Sebagai contoh, Bank Indonesia dapat meningkatkan jumlah uang yang beredar dengan mencetak lebih banyak uang. Dalam kasus ini, mata uang negara tersebut akan menjadi lebih murah dibandingkan dengan mata uang negara lain.

  • Memperbaiki neraca perdagangan

Kebijakan moneter juga bertujuan untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri. Dengan cara ini, persaingan produk dalam negeri akan meningkat dan memiliki kualitas sehingga dapat diekspor ke luar negeri.

Instrumen Kebijakan Moneter

Instrumen kebijakan moneter adalah langkah-langkah yang diambil oleh bank sentral untuk mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Beberapa instrumen kebijakan moneter antara lain:

See also  Akad Trust

1. Pembelian atau penjualan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau surat berharga di pasar modal.
Bank sentral dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar dengan melakukan pembelian atau penjualan SBI atau surat berharga lainnya di pasar modal.

2. Diskonto bank umum
Pemerintah dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan mengubah diskonto bank umum. Jika jumlah uang yang beredar melebihi kebutuhan (inflasi), bank sentral dapat meningkatkan suku bunga. Dengan meningkatkan suku bunga, masyarakat akan lebih cenderung untuk menabung.

3. Penyesuaian cadangan kas (cash ratio)
Bank sentral dapat membuat peraturan untuk menaikkan atau menurunkan cadangan kas yang harus dipenuhi oleh bank umum. Sebagian uang yang disetorkan oleh nasabah tidak boleh dipinjamkan.

  • Penyesuaian tingkat suku bunga

Bank sentral dapat mempengaruhi suku bunga dengan mengubah tingkat diskonto. Jika tingkat diskonto meningkat, biaya pinjaman untuk bank akan meningkat. Bank kemudian akan menaikkan suku bunga yang ditawarkan kepada pelanggan mereka. Dengan demikian, biaya pinjaman dalam perekonomian akan meningkat dan jumlah uang yang beredar akan berkurang.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!