Cara Ampuh Mengatasi Ikan Gurame Mengambang


834

Ikan gurame yang mengapung di permukaan kolam budidaya menunjukkan bahwa ikan tersebut sedang terinfeksi penyakit tertentu yang disebabkan oleh bakteri dan virus tertentu. Cara utama untuk mengatasi ikan gurame yang mengapung adalah dengan menjaga kualitas air kolam sesuai dengan kadar oksigen dan pH air yang ditentukan. Ada tiga jenis penyakit yang menyebabkan ikan gurame mengapung di permukaan air. Di antaranya adalah penyakit cacing ikan yang disebabkan oleh cacing parasit Dactylogyrus dan Gyrodactylus, penyakit mata belo yang disebabkan oleh virus atau cacing, dan infeksi bakteri Aeromonas sp dan Pseudomonas sp. Jika tidak segera diatasi, gejala ini dapat mempengaruhi kekebalan tubuh gurame dan membuatnya lebih rentan terhadap virus dan bakteri lainnya. Oleh karena itu, penting bagi Pembudidaya untuk mengenali gejala awal ikan gurame yang mengapung, penyebabnya, dan cara mengatasinya.

Gejala Awal Ikan Gurame yang Mengapung

Pembudidaya dapat mengetahui bahwa ikan gurame mulai mengapung ketika ikan tersebut lebih sering terlihat di permukaan kolam. Kemudian ikan yang mengapung tersebut sedikit atau tidak sama sekali bergerak dan cenderung hanya mengikuti arus air. Selain itu, jika diperhatikan lebih dekat, Pembudidaya dapat melihat bekas luka pada ikan gurame akibat serangan hama yang mencoba memangsa ikan gurame. Jika Pembudidaya menemukan gejala awal tersebut, segera lakukan tindakan pengobatan sebelum ikan gurame mati.

See also  Tahap Persiapan Tambak Udang Paling Lengkap & Berurutan

Penyebab Ikan Gurame yang Mengapung

Ada 4 penyebab ikan gurame mengapung, yaitu karena air kolam mengeluarkan aroma yang tidak sedap, suhu kolam berubah, adanya hama di dalam kolam, dan pemberian pakan yang tidak sesuai aturan. Berikut ini penjelasan masing-masing penyebab ikan gurame yang mengapung yang perlu diperhatikan.

1. Kadar Oksigen Berkurang dan Timbul Bau

Saat kadar oksigen di dalam air kolam menurun, gurame akan kesulitan bernapas di dalam kolam dan berenang ke permukaan kolam untuk mencari oksigen. Salah satu penyebab menurunnya kadar oksigen adalah adanya amonia yang terkandung di dalam kotoran gurame. Selain menurunkan kadar oksigen, kotoran gurame juga dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, membuat gurame kesulitan bernapas. Dampak terburuknya adalah meningkatnya risiko kematian akibat kesulitan bernapas dan mendapatkan oksigen.

2. Perubahan Suhu pada Kolam Budidaya

Suhu ideal kolam budidaya ikan gurame adalah antara 28-30°C. Saat suhu kolam meningkat atau menurun secara drastis, gurame akan kesulitan beradaptasi dan berenang ke permukaan kolam.

3. Adanya Hama di Dalam Kolam

Hama seperti katak, biawak, larva cybister, ular, burung, dan ikan gabus dapat menyerang ikan gurame. Biasanya hama-hama ini hanya memangsa anakan ikan gurame yang masih kecil. Ular akan memangsa gurame dengan cara menyengat hingga gurame keracunan dan mengapung di permukaan kolam. Larva cybister akan melukai dan merobek tubuh ikan gurame, menyebabkan banyak luka di tubuh gurame yang dapat mengakibatkan kematian. Ikan gabus, biawak, dan burung akan langsung memangsa ikan gurame. Sedangkan katak akan mengincar telur-telur ikan gurame. Sebelum hama-hama ini berhasil masuk ke dalam kolam budidaya ikan gurame, sebaiknya Pembudidaya melakukan tindakan pencegahan terlebih dahulu.

See also  Cari Tahu Jenis dan Ukuran Kolam Ikan Nila 500-1000 Ekor

4. Pemberian Pakan Tidak Sesuai Aturan

Dalam pemberian pakan, ada aturan terkait kebutuhan nutrisi ikan gurame, jumlah pemberian pakan, dan jadwal pemberian pakannya. Semua aturan tersebut harus dipatuhi dengan tepat karena dapat mempengaruhi kesehatan ikan gurame. Misalnya, kekurangan nutrisi dalam pakan dapat mengganggu pertumbuhan ikan gurame, namun memberi pakan secara berlebihan juga dapat menyebabkan penurunan kualitas kolam.

Cara Mengatasi Ikan Gurame yang Mengapung

Ada 3 cara yang dapat dilakukan oleh Pembudidaya untuk mengatasi ikan gurame yang mengapung, yaitu memperbaiki kualitas air kolam, mengontrol pemberian pakan, dan memberikan probiotik.

1. Memperbaiki Kualitas Air Kolam

Kolam budidaya ikan gurame yang baik harus memiliki kualitas air yang bersih, mengandung oksigen terlarut, dan memiliki kadar asam basa yang tepat. Suhu air di dalam kolam juga harus sesuai dengan anjuran. Untuk menjaga kualitas air kolam, Pembudidaya dapat menggunakan aerasi untuk memecah oksigen di dalam kolam dan membersihkan kolam dari sisa pakan dan kotoran ikan. Selain itu, Pembudidaya juga perlu mengontrol kadar asam basa air kolam dengan menggunakan batu kapur.

2. Menebarkan Probiotik dan Suplemen ke dalam Kolam

Pemberian suplemen dan probiotik dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan pencernaan ikan gurame. Pembudidaya dapat menggunakan suplemen yang mengandung bakteri Genus Bacillus, bakteri Pseudomonas alcaligenes, dan Micrococcus roseus. Bakteri Genus Bacillus dapat menciptakan antibiotik alami yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh gurame, sedangkan bakteri Pseudomonas alcaligenes dan Micrococcus roseus berperan dalam mengurai bahan organik terlarut dari sisa pakan dan feses.

3. Pemberian Pakan Bernutrisi

Cara mengatasi ikan gurame yang mengapung selanjutnya adalah dengan memberikan pakan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh gurame. Pembudidaya dapat memberikan pakan berupa pelet atau bahan alami seperti daun alas, ampas tahu, bungkil kedelai, daun singkong, atau daun pepaya. Penting untuk mengontrol jumlah pakan yang diberikan dan jadwal pemberiannya.

See also  Cara Pemanenan Ikan Gurame yang Tepat agar Kualitas Terjaga

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!