Proses yang penting dan krusial dalam budidaya ikan lele adalah saat mengawinkan indukan lele, menelurkan lele, dan merawat telur dan benih lele agar tumbuh dengan bobot ideal untuk dipanen. Selain itu, cara menetaskan telur lele juga perlu diperhatikan untuk keberhasilan budidaya. Salah satu cara menetaskan telur ikan lele adalah dengan menyimpannya di kolam penetasan khusus yang terpapar sinar matahari dan terhindar dari hujan. Telur ikan lele memiliki sifat adhesif dan dinding cangkangnya memiliki lapisan perekat yang aktif saat kontak dengan air. Selain itu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat proses penetasan ikan lele.
Cara menetaskan telur lele yang ideal adalah setelah 1 hari pemijahan terjadi antara indukan lele betina dan jantan. Untuk memisahkan telur dan indukannya, indukan lele perlu dipisahkan dari telur lele agar indukan tidak memakan telur-telur tersebut. Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan memindahkan indukan lele dan mengosongkan air kolam pemijahan, atau dengan mengangkat telur dari kolam pemijahan. Setelah itu, telur-telur yang berhasil dipisahkan harus segera disimpan di kolam penetasan untuk meminimalkan kemungkinan gagal menetas.
Selain menggunakan kolam pemijahan, Anda juga bisa menggunakan jenis kolam budidaya ikan lainnya dengan ukuran yang disesuaikan dengan kondisi telur dan lingkungan kolam. Kolam tanah tidak disarankan karena rentan terhadap bakteri dan hewan predator. Ketinggian air kolam penetasan disarankan antara 10-30 cm, tergantung suhu dan jenis kolam yang dipilih. Tempat penetasan ikan lele disarankan berada di tempat yang mudah terpapar sinar matahari dan terhindar dari hujan. Kolam penetasan juga perlu ditutup dengan paranet atau pagar bambu untuk melindungi dari kotoran dan predator.
Untuk perawatan kolam penetasan, perlu menjaga kebersihan air dengan menggantinya secara berkala. Pengendapan air selama 2-3 hari sebelum digunakan sebagai media penetasan bisa dilakukan. Melengkapi kolam dengan aerasi dan aerator, membentuk arus laminar di dalam kolam, dan meletakkan telur lebih dekat ke permukaan air dapat membantu memperoleh oksigen terlarut dalam air. Selain itu, menebarkan obat organik khusus berbentuk cair sebagai pakan bibit lele alami juga diperlukan. Setelah telur lele menetas, kolam penetasan perlu dibersihkan dengan mengganti air sebanyak ¾ dari volume kolam.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan telur lele tidak menetas antara lain telur belum matang, kualitas air buruk, usia telur sudah kedaluwarsa, sel sperma indukan jantan belum siap membuahi, serangan jamur, dan suhu air yang terlalu tinggi.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

