Lebarkan Sayap Bisnis, Simak Cara Membuat dan Mengembangkan Franchise di Sini


868



Demi mencapai stabilitas keuangan, mendirikan bisnis adalah sebuah pilihan yang menarik sekaligus penuh tantangan. Dengan beragam peluang yang ada, berbagai bisnis baru terus bermunculan sepanjang tahun. Baik itu bisnis pakaian, makanan hingga jasa.
Banyak orang yang ingin mendirikan bisnis menghadapi kesulitan menentukan jenis bisnis dan mengembangkannya. Dalam kondisi seperti ini, bisnis franchise adalah sebuah opsi yang patut dipertimbangkan. Selain tidak perlu repot-repot memikirkan ide dan mendesain produk, menjadi franchisee (pemegang hak franchise dan mengoperasikannya) juga lebih praktis dari segi marketing karena biasanya brand yang akan dijual sudah cukup dikenal.
Tidak hanya bagi pengusaha kecil, peluang ini juga perlu dimanfaatkan oleh para pengusaha yang ingin membuat franchise alias franchisor. Bagaimana cara membuat franchise? Bagaimana cara franchise bekerja? Simak penjelasannya berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Franchise?

Franchise atau yang lebih dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai waralaba merupakan jenis lisensi bisnis yang memberikan akses kepada franchisee terhadap merek datang, pengetahuan bisnis dan semua prosesnya. Dengan hak ini, franchisee bisa menjual produk atau layanan di bawah brand milik franchisor.
Setiap jenis waralaba memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Namun biasanya sebagai imbalan untuk mendapatkan hak franchise, franchisee membayar kepada franchisor biaya awal dan biaya lisensi tahunan. Beberapa contoh franchise populer yang sudah mendunia antara lain adalah McDonald’s, Domino Pizza, KFC, Pizza Hut dan Dunkin’ Donuts.
Sementara itu beberapa brand waralaba asli dalam negeri yang mungkin sudah sangat Anda kenal adalah Alfamart, Kebab Baba Rafi, Es Teller 77 dan masih banyak lagi.

See also  Arti Giveaway: Pengertian dan Dampaknya Pada Strategi Marketing

Kelebihan dan Kekurangan Bisnis dengan Sistem Franchise

Sebelum memutuskan untuk menjadi franchisor, ada beberapa kelebihan dan kekurangan jenis bisnis franchise yang perlu Anda ketahui. Beberapa kelebihan membuka franchise adalah:

  • Memperluas jangkauan bisnis dengan biaya yang lebih efisien. Anda tidak perlu menanggung biaya investasi di cabang baru dan tidak perlu membayar staf baru.
  • Menerima royalti dan biaya tahunan dari franchisee
  • Membuat brand Anda lebih dikenal
  • Membantu pengusaha kecil yang kesulitan akses terhadap ide bisnis.

Terlepas dari berbagai kelebihan di atas, menjadi franchisor juga memiliki beberapa kekurangan antara lain:

  • Bukan solusi ketika bisnis sedang tidak baik. Ada banyak orang yang menjual hak bisnisnya pada orang lain dalam bentuk franchise untuk mendapatkan suntikan modal dai franchisee. Hindari cara ini karena cukup riskan. Pastikan Anda hanya menjual franchise saat bisnis sudah terbukti sukses dan berjalan.
  • Biaya yang cukup besar di awal termasuk biaya pengembangan produk, materi pemasaran dan perekrutan dsb.

Butuh waktu panjang untuk bisa berkembang. Anda juga harus meluangkan waktu untuk memastikan Anda menarik franchisee yang tepat. Sebab, jika franchisee gagal atau Anda gagal mengontrol apa yang mereka lakukan, ini dapat memberikan citra buruk bagi brand Anda.

Cara Mengembangkan Bisnis Menjadi Franchise

Setelah memahami apa itu franchise, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara bisnis franchise makanan atau bagaimana cara membuat franchise minuman sendiri? Simak beberapa langkah mengembangkan bisnis menjadi franchise berikut ini!

1. Pastikan Bisnis Anda Siap untuk Di-franchise-kan

Untuk mengetahui kesiapan bisnis Anda untuk dijadikan franchise, ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab:

  • Apakah bisnis saya sehat dan menguntungkan?
  • Dapatkah saya menyediakan dana yang dibutuhkan untuk ekspansi?
  • Apakah model bisnis saya bisa dikloning secara efektif?
  • Apakah saya sudah berhasil memperluas bisnis ke lokasi lain?
  • Apakah saya sanggup memasarkan waralaba saya?
  • Apakah saya nyaman dan mampu bertindak sebagai guru dan mendukung franchisee?
See also  Apa itu Sales Tracking System? Ini Pengertian dan 9 Cara Kerjanya yang Harus Anda Pahami

2. Lindungi Properti Intelektual Bisnis Anda

Elemen utama dari bisnis waralaba adalah memberikan akses kepada franchisee pada kekayaan intelektual yang dimiliki oleh bisnis Anda. Ini memungkinkan mereka menggunakan pedoman kerja bisnis Anda sekaligus mendorong pertumbuhannya. Namun di sisi lain, ada beberapa risiko yang mungkin Anda hadapi jika kekayaan intelektual tersebut tidak dilindungi dengan baik.
Pastikan semua properti intelektual dilindungi untuk mencegah penyalahgunaan bahkan pencurian oleh franchisee yang tidak bertanggung jawab.

3. Ketahui Perizinan Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Usaha Franchise

Aturan mengenai penyelenggaraan usaha franchise sudah diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 31/M-DAG/PER/8/2008. Di dalam peraturan tersebut dijelaskan berbagai persyaratan untuk membuat usaha waralaba.
Ada 3 jenis syarat yang wajib dipenuhi yakni syarat pra-kontrak, syarat administratif dan syarat teknis. Pastikan Anda membaca dengan baik semua persyaratan agar tidak terjadi masalah hukum di kemudian hari. Jika ada hal-hal yang tidak diketahui, konsultasikan langsung ke petugas terkait yang ada di kota Anda.

4. Buat Materi Pelatihan dan Manual Kegiatan Operasional untuk Franchisee

Manual operasi menjelaskan secara lengkap bagaimana franchisee dapat menjalankan bisnisnya. Manual kegiatan operasional ini bersifat rahasia dan hanya boleh diketahui oleh franchisee serta dapat diubah tergantung kebutuhan bisnis.
Manual ini belum tentu termasuk ke dalam dokumen hukum yang ditandatangani oleh franchisee tapi dimasukkan ke dalam perjanjian waralaba. Perlu diketahui bahwa bagaimanapun franchisee tidak selalu bekerja dengan cara yang sama persis dengan Anda. Tetap ada area fleksibel yang harus Anda berikan. Selama semua persyaratan terpenuhi, maka sebenarnya itu sama sekali bukan masalah.

5. Daftarkan Franchise Anda

Per tahun 2018 silam, pemerintah memudahkan para pelaku usaha untuk mendaftarkan bisnis mereka, termasuk para bagi para franchisor. Anda bisa mendaftarkan bisnis Anda secara online dengan mengakses Pastikan Anda mengikuti petunjuk pendaftaran dan memenuhi semua persyaratan dokumen yang diminta.
Setelah pendaftaran, Anda akan mendapatkan STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba) yang diterbitkan oleh Direktorat Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan dan/atau Dinas Penanaman Modal dan juga oleh PTSP Kabupaten dan Kota setempat.
Itulah beberapa informasi penting seputar cara membuat franchise yang bisa Anda gunakan untuk memperluas jangkauan bisnis Anda. Selamat mencoba!

See also  Pengertian, Jenis, Strategi dan Manfaatnya


****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!