Baseline


799


Pengertian Baseline

Baseline adalah titik acuan tetap yang digunakan untuk tujuan perbandingan. Dalam dunia bisnis, keberhasilan suatu proyek atau produk sering kali diukur dengan menggunakan angka dasar untuk biaya, penjualan, atau variabel lainnya. Suatu proyek dapat melampaui angka dasar atau gagal mencapainya.

Contohnya, sebuah perusahaan yang ingin mengukur keberhasilan lini produk dapat menggunakan jumlah unit yang terjual selama tahun pertama sebagai dasar untuk mengukur penjualan tahun berikutnya. Baseline berfungsi sebagai titik awal untuk mengukur semua penjualan di masa mendatang.

Pemahaman Mengenai Baseline

Baseline dapat berupa angka apapun yang berfungsi sebagai titik awal yang masuk akal dan ditentukan untuk tujuan perbandingan. Hal ini dapat digunakan untuk mengevaluasi efek perubahan, melacak kemajuan proyek perbaikan, atau mengukur perbedaan antara dua periode waktu.

Contohnya, perusahaan publik akan melacak kinerja setiap lini produk dengan memilih satu tahun sebagai dasar dan mengukur semua tahun berikutnya terhadapnya.

Baseline biasanya digunakan ketika menyusun laporan keuangan atau analisis anggaran. Pernyataan atau analisis tersebut menggunakan pendapatan dan pengeluaran yang ada sebagai dasar untuk menilai apakah proyek baru berhasil dilaksanakan.

Baseline dalam Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan yang menggunakan baseline disebut analisis horizontal. Analisis ini membandingkan informasi keuangan historis perusahaan selama periode pelaporan tertentu, yang bisa bulanan, triwulanan, atau tahunan. Periode pertama dalam analisis horizontal disebut sebagai periode baseline. Semua periode berikutnya kemudian diukur sebagai persentase dari periode baseline. Dengan demikian, periode yang memiliki pendapatan yang sama dengan periode baseline akan memiliki pendapatan 100%.

See also  Lelang

Baseline dalam Penganggaran

Penganggaran proyek bekerja berdasarkan apa yang disebut sebagai biaya dasar. Baseline merupakan biaya anggaran yang telah disetujui untuk proyek tersebut, yang biasanya terperinci berdasarkan kategori biaya dan periode waktu biaya.

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan membuka gudang baru dan telah menetapkan baseline biaya sebesar Rp 100.000.000 per bulan selama 10 bulan, maka setiap biaya bulanan yang melebihi Rp 100.000.000 akan menjadi tanda bahaya bagi analis anggaran. Namun, biaya proyek tentu akan berfluktuasi dari angka dasar tersebut karena adanya pengeluaran yang tidak terduga atau bahkan dalam beberapa kasus, dapat terjadi penghematan. Oleh karena itu, biaya baseline dapat diperbarui untuk mencerminkan biaya proyek yang sebenarnya.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!