Perbedaan Amortisasi dengan Depresi dan Deplesi
Meskipun memiliki arti yang sama, yaitu penyusutan suatu objek, amortisasi berbeda dengan depresi dan deplesi. Depresi merupakan biaya penyusutan aset tetap terhadap manfaatnya, seperti kendaraan. Sementara itu, deplesi adalah biaya penyusutan yang terjadi pada bidang pertambangan. Amortisasi, di sisi lain, adalah prosedur di mana terjadi penyusutan pada pengurangan nilai aktiva tidak berwujud setiap periode akuntansi. Perusahaan melakukan penghapusan untuk aset tak berwujud melalui amortisasi, contohnya adalah Goodwill. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan memiliki pinjaman sebesar Rp10.000.000 dan membayar angsuran sebesar Rp500.000 setiap tahun selama 20 tahun, maka perusahaan tersebut sedang melakukan amortisasi hingga pinjaman tersebut terhapus.
Kapan Dimulainya Amortisasi
Amortisasi atas harta tak berwujud dimulai pada bulan pengeluaran, kecuali untuk bidang usaha tertentu yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 248/PMK.03/2008. Bidang usaha tersebut meliputi:
- Bidang usaha kehutanan, yaitu bidang usaha hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang tanamannya dapat berproduksi berkali-kali dan menghasilkan setelah ditanam lebih dari 1 (satu) tahun.
- Bidang usaha perkebunan tanaman keras, yaitu bidang usaha perkebunan yang tanamannya dapat berproduksi berkali-kali dan menghasilkan setelah ditanam lebih dari 1 (satu) tahun.
- Bidang usaha peternakan, yaitu bidang usaha peternakan di mana ternak dapat berproduksi berkali-kali dan baru dapat dijual setelah dipelihara setidaknya 1 (satu) tahun.
Amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya untuk bidang usaha tertentu dimulai pada bulan produksi komersial (bulan di mana penjualan mulai dilakukan).
Metode Amortisasi Secara Fiskal
Penghitungan amortisasi secara fiskal diatur dalam Pasal 11 A ayat UU Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan. Metode amortisasi yang diperbolehkan secara fiskal adalah:
- Metode garis lurus (straight-line method), yaitu metode yang digunakan untuk menghitung amortisasi harta tak berwujud dengan cara menerapkan tarif amortisasi atas pengeluaran selama masa manfaat yang ditetapkan.
- Metode saldo menurun (declining-balance method), yaitu metode yang digunakan untuk menghitung amortisasi dengan cara menerapkan tarif amortisasi atas nilai sisa buku dan nilai sisa buku pada akhir masa manfaat harus diamortisasi sekaligus.
Penggunaan metode amortisasi dilakukan secara taat azas dan konsisten. Pengeluaran yang dilakukan sebelum perusahaan beroperasi secara komersial dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun dapat dikapitalisasi dan diamortisasi dengan metode di atas.
Fungsi dan Manfaat Amortisasi
Pada dasarnya, amortisasi memiliki fungsi sebagai acuan atau cerminan dari nilai kembali yang dihasilkan oleh aset tak berwujud. Sebagai contoh, ketika melakukan pinjaman dengan cicilan tertentu, nilai amortisasi dapat diketahui sebesar jumlah cicilan yang harus dibayarkan. Perhitungan nilai amortisasi bermanfaat sebagai acuan untuk menyusun laporan keuangan suatu perusahaan dalam kondisi sebenarnya. Selain itu, amortisasi juga memiliki manfaat dalam bidang pinjaman. Dengan memahami tabel amortisasi, akan lebih mudah untuk mengevaluasi berbagai opsi pinjaman dan mengukur biaya sebenarnya dari apa yang dibeli atau dipinjam.
Contoh Amortisasi
Berikut adalah beberapa contoh pembayaran amortisasi:
- Tagihan bulanan pembayaran kredit kendaraan
- Pinjaman KPR
- Pinjaman KPA
- Pinjaman Kartu Kredit
- dll
Cara Menghitung Amortisasi
Amortisasi mengharuskan perusahaan untuk melakukan pembayaran utang yang termasuk pembayaran pokok pinjaman (principal) dan pembayaran bunga (interest). Pembayaran pokok merupakan saldo utang yang harus dilunasi perusahaan. Semakin banyak jumlah pokok yang dibayar, semakin berkurang pembayaran bunganya, dan lama kelamaan porsi bunga yang harus dibayarkan juga akan berkurang, namun pembayaran jumlah pokoknya akan meningkat. Berikut adalah cara menghitung amortisasi:
Cara Menghitung Amortisasi Pinjaman Bulan Pertama
Untuk menghitung amortisasi pada bulan pertama, ada 6 tahapan yang harus dilakukan secara berurutan agar tidak terjadi kesalahan perhitungan. Langkah-langkah tersebut meliputi:
1. Menghitung saldo pinjaman setelah pembayaran pokok pertama
2. Menghitung bunga bulan pertama
3. Menghitung pembayaran pokok bulan pertama
4. Menghitung total pembayaran bulan pertama
5. Menghitung saldo pinjaman setelah pembayaran bulan pertama
6. Menghitung amortisasi bulan pertama
Cara Menghitung Amortisasi Pinjaman Secara Keseluruhan
Menghitung amortisasi pada bulan kedua dan seterusnya dapat dilakukan menggunakan lembar kerja spreadsheet atau tabel amortisasi yang telah dibuat pada langkah kedua. Melalui lembar kerja tersebut, Anda dapat melihat peningkatan jumlah angsuran pokok setiap bulan, penurunan nilai angsuran bunga, dan penurunan saldo pinjaman setiap kali angsuran dibayarkan.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

