2 Perbedaan Antara Tunangan dan Lamaran
Tunangan adalah sebuah tradisi yang lazim dilakukan oleh pasangan yang akan menuju pelaminan. Tunangan secara arti adalah komitmen kedua pasangan untuk melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius. Sering kali, masyarakat Indonesia menganggap bahwa tunangan sama artinya dengan lamaran.
Secara garis besar, tunangan adalah momen kesepakatan pasangan untuk menjadi suami istri, bisa dilakukan secara intim berdua saja atau dilakukan di depan banyak orang. Berbeda dengan lamaran, tunangan adalah momen untuk meminang seseorang menjadi pengantinnya.
Perbedaan Antara Tunangan dan Lamaran
Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat menyimak perbedaan antara tunangan dan lamaran jika dilihat dari beberapa hal berikut ini:
Perbedaan dalam prosesi acara
Meski tunangan dan lamaran sama-sama melibatkan proses memberikan cincin kepada pihak perempuan, terdapat perbedaan yang dilalui dalam prosesi acaranya.
Pada umumnya, proses tunangan hanya melibatkan pertukaran cincin saja. Sementara itu, dalam acara lamaran tidak hanya memberikan cincin, tetapi juga membawa seserahan atau mahar untuk calon mempelai wanita dengan pertemuan keluarga. Seserahan yang dibawa oleh calon mempelai pria dapat berupa pakaian, tas, atau barang lain yang disukai oleh pihak perempuan.
Namun, tidak jarang juga ada yang membawa bawaan tunangan. Selain cincin, bawaan tunangan dapat berupa bunga atau bingkisan sederhana yang dibawa sebagai penghormatan keluarga.
Perbedaan dalam waktu penyelenggaraan
Jika dilihat dari urutannya, yang dilakukan pertama kali adalah tunangan, kemudian lamaran, dan akhirnya pernikahan.
Namun, biasanya banyak pasangan yang melewatkan waktu tunangan dan langsung melanjutkan ke prosesi lamaran. Sehingga momen tunangan sebagai komitmen untuk menuju pernikahan digabungkan dalam momen lamaran di hadapan keluarga.
Syarat Prosesi Tunangan dalam Acara Lamaran
Karena banyak pasangan memilih untuk menggabungkan momen lamaran dan tunangan dalam satu acara, berikut adalah beberapa syarat yang diperlukan dalam prosesnya:
Cincin tunangan
Cincin merupakan salah satu syarat dalam prosesi tunangan. Cincin merupakan bentuk komitmen antara kedua belah pihak sebagai pasangan untuk melanjutkan hubungan ke pernikahan.
Beberapa tradisi mengharuskan pasangan untuk menyematkan sepasang cincin tunangan kepada pihak perempuan dan laki-laki. Namun, ada juga tradisi yang hanya menyematkan cincin tunangan kepada perempuan. Hal ini bergantung pada referensi masing-masing pasangan.
Seserahan
Seserahan merupakan syarat tunangan yang bersifat pilihan. Biasanya, seserahan dibawa oleh pihak laki-laki untuk pihak perempuan. Seserahan ini dapat dibawa saat tunangan atau terpisah antara tunangan dan hari pernikahan.
Seserahan berupa barang-barang yang dibutuhkan menjelang hari pernikahan untuk kebutuhan perempuan, seperti make up, sepatu, pakaian, dan lain-lain.
Kehadiran keluarga
Dalam acara lamaran yang digabung dengan prosesi tunangan, kehadiran keluarga dari kedua belah pihak sangat diharapkan sebagai bentuk itikad baik. Selain itu, kehadiran keluarga juga bertujuan untuk membangun relasi dan hubungan yang lebih erat di awal.
Selain orangtua dan saudara kandung, kehadiran sepupu, keponakan, paman, dan bibi juga diharapkan. Biasanya, keluarga akan menggunakan warna pakaian yang sama.
Pemimpin doa
Dalam prosesi lamaran yang bersamaan dengan momen tunangan, selain beberapa syarat di atas, doa juga merupakan hal yang penting dan tidak boleh dilupakan. Doa yang dipanjatkan dalam persiapan menuju pernikahan sangat penting untuk kelancaran acara.
Tradisi Lamaran Menurut Beberapa Adat
Selain syarat-syarat di atas, berikut adalah beberapa tradisi dalam acara lamaran berdasarkan beberapa suku adat di Indonesia:
Adat Jawa
Dalam adat Jawa, lamaran dimulai dengan pertemuan resmi antara kedua orang tua dengan melibatkan beberapa saksi. Setelah mencapai kesepakatan, dilanjutkan dengan prosesi paningset di mana pihak calon pengantin laki-laki menyerahkan seserahan kepada calon pengantin perempuan paling lambat lima hari sebelum pernikahan. Prosesi ini biasanya digabungkan dengan upacara midodareni.
Adat Sunda
Acara lamaran dalam adat Sunda disebut ngalamar atau narosan. Orangtua kedua calon mempelai akan menentukan tanggal lamaran saat bertemu. Pihak pria akan membawa seserahan seperti cincin, makanan, pakaian untuk calon mempelai wanita, dan bahkan makanan kesukaannya.
Adat Batak
Dalam acara lamaran adat Batak, calon mempelai perempuan akan berada di dalam ruangan terpisah dan tidak boleh keluar sebelum kedua keluarga mencapai kesepakatan dan menerima lamaran dari pihak pria. Keluarga pihak pria membawa hantaran daging babi atau pinahan lobu dan memberikan uang ingot-ingot sebagai tanda pengingat pesta adat berikutnya. Sementara itu, pihak perempuan akan menyiapkan ikan mas arsik atau dekke sebagai tanda penerimaan keluarga calon mempelai pria.
Adat Betawi
Dalam prosesi lamaran adat Betawi, pihak pria akan membawa sirih lamaran yang dihias dengan cantik sebagai simbol penghormatan kepada pihak perempuan. Acara ini juga akan dihadiri oleh juru bicara yang akan mewakili keluarga pihak pria.
Baik acara tunangan maupun lamaran, tentu membutuhkan budget untuk menyelenggarakannya. Oleh karena itu, perlu perencanaan tabungan yang matang agar acara dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

