Meskipun budidaya ikan nila tergolong mudah, bukan berarti tidak ada masalah dalam budidaya ikan asli dari Afrika ini. Kematian mendadak bisa terjadi. Lantas, apa penyebab ikan nila mati? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahuinya!
Ikan Nila
Sebelum mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab ikan nila mati, yuk simak penjelasan singkat mengenai ikan nila dan peluang bisnisnya!
Ikan nila adalah ikan omnivora yang bisa berkembang biak dengan mudah. Dalam sekali bertelur, ikan nila bisa mengeluarkan sampai 1.500 butir telur. Banyaknya telur yang dihasilkan ikan nila ini menjadi salah satu faktor yang menguntungkan bisnis ikan nila. Selain itu, harga jual ikan ini sangat stabil dan budidayanya tidak membutuhkan modal yang besar. Walaupun terlihat sangat menggiurkan, ada beberapa faktor penyebab ikan nila mati secara tiba-tiba di tengah siklus budidaya. Yuk, simak sama-sama!
Faktor Penyebab Kematian Ikan Nila
1. Hujan atau Cuaca Ekstrem
Hujan dan cuaca ekstrem bisa memperburuk daya tahan tubuh ikan nila karena ikan nila tidak bisa beradaptasi dengan cepat pada perubahan yang drastis. Air hujan dengan kandungan asam tinggi akan sangat mempengaruhi pH air di kolam. Tingkat keasaman yang tinggi ini sangat tidak bisa ditoleransi oleh ikan nila sehingga bisa menyebabkan luka pada sisiknya.
Selain bisa membawa kadar asam yang tinggi, air hujan juga bisa membawa hama penyakit yang mematikan bagi ikan nila. Untuk menetralkan kadar asam di air kolam, Anda bisa menggunakan garam gosok, daun pepaya, atau probiotik. Sedangkan untuk mengatasi hama penyakit yang dibawa hujan, Anda bisa menggunakan temulawak atau kunyit.
2. Kondisi Kolam
Kondisi kolam yang tidak baik bisa menjadi penyebab kematian ikan nila. Untuk membuat kondisi kolam baik untuk pertumbuhan ikan nila, Anda harus memperhatikan kualitas air, kebersihan kolam, dan ketinggian air. Jika tidak sesuai dengan kebutuhan ikan, hal ini dapat menimbulkan masalah baru, seperti ikan stres, gampang terserang penyakit, dan pada akhirnya akan mati.
Untuk perawatan air dan kebersihan kolam, Anda disarankan untuk melakukan pengurasan secara teratur dan menaburkan garam secukupnya. Garam berfungsi untuk membunuh jamur dan bakteri yang ada di kolam. Anda juga disarankan untuk memasang kincir air di atas kolam untuk menjaga asupan oksigen. Jika Anda berbudidaya ikan nila menggunakan kolam yang baru saja dibuat, jangan lupa untuk mencuci kolam sebelum digunakan. Hal ini dilakukan untuk membunuh zat kimia berbahaya yang terkandung dalam bahan pembuat kolam seperti semen dan terpal.
3. Kolam yang Terlalu Padat
Kolam yang terlalu padat sangat tidak baik untuk pertumbuhan ikan nila. Jika kolam terlalu padat, ikan tidak bisa menggerakkan badannya dengan bebas, mendapatkan oksigen, serta pakan yang cukup. Tentunya hal tersebut sangat tidak baik serta harus Anda hindari. Maka dari itu, pastikan jumlah ikan nila tidak lebih dari 75 ekor per m3 di kolam yang tidak mempunyai sirkulasi dan 150 ekor per m3 di kolam yang mempunyai sirkulasi yang baik.
4. Penyakit
Penyakit pada ikan berasal dari tiga sumber, yaitu ikan itu sendiri, penyakit yang dibawa hewan lain misalnya burung, dan lingkungan ikan tersebut. Jika ikan nila Anda tiba-tiba mengambang mati di permukaan kolam, hal itu mungkin disebabkan oleh serangan penyakit. Penyakit-penyakit ini dapat membuat organ dalam tubuh ikan nila terluka bahkan bisa menggagalkan pembuahan pada induk ikan.
Celakanya, penyakit pada ikan sangat susah terdeteksi karena ciri-ciri penyakit harus dilihat dengan saksama. Namun, jika Anda melihat ada satu atau dua ikan yang mati di kolam, Anda harus segera mengkonsultasikannya ke ahli ikan. Walaupun jumlah ikan yang mati sedikit, bisa jadi ikan lainnya sudah terjangkit penyakit yang sama. Anda disarankan untuk mensanitasi bibit ikan terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke kolam demi menghindari bakteri jahat, seperti patogen yang dapat menyebabkan kematian. Selain itu, ganti air kolam secara berkala agar kualitasnya tetap baik. Jika ada ikan yang terlihat sakit, Anda disarankan untuk mengisolasinya dan memberikannya obat.
5. Pemberian Pakan yang Berlebihan
Pemberian pakan yang terlalu banyak merupakan penyebab kematian ikan nila yang paling sering terjadi. Mungkin Anda menyangka bahwa pemberian pakan yang berlebih bisa mempercepat pertumbuhan ikan. Malah, hal tersebut akan meracuni ikan. Sisa-sisa pakan yang tidak termakan akan meningkatkan produksi zat sisa seperti ammonia, nitrit, dan nitrat.
Sama seperti hewan lainnya, ikan nila juga bisa merasakan kenyang. Jadi, jika diberi pakan secara berlebihan tentu tidak baik bagi kesehatan pencernaan. Agar tidak memberikan pakan dalam jumlah yang kurang atau lebih, Anda disarankan untuk menyesuaikan ukuran tubuh ikan dengan jumlah pakan yang diberikan. Anda juga disarankan untuk membuat jadwal pemberian pakan yang akurat.
6. Ikan Stres
Bagi ikan, stres bisa sangat mematikan, terutama stres yang diakibatkan oleh kekurangan oksigen, kondisi lingkungan yang tidak baik, serta kepadatan tebar yang terlalu tinggi. Jika sudah stres, ikan gampang terkena virus. Walaupun hanya ada satu ikan yang stres dan terkena penyakit, ikan lain pun juga akan tertular karena ada beberapa penyakit yang bisa menular lewat air.
Ikan yang mengalami akan kehilangan nafsu makan, malas bergerak, dan selalu berada di dasar kolam. Jika sudah begitu, ikan akan jatuh sakit. Untuk itu, Anda disarankan untuk memisahkan ikan yang sudah memiliki ciri-ciri tersebut dari ikan lainnya agar penyakitnya tidak menular.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

