Prinsip-prinsip Bank Syariah yang Berbeda dari Bank Konvensional


855

Prinsip-prinsip Bank Syariah yang Berbeda dari Bank Konvensional

Prinsip-prinsip bank syariah dapat dianggap sebagai prinsip-prinsip dalam layanan perbankan syariah yang dijalankan oleh berbagai bank syariah di Indonesia. Prinsip-prinsip ini diakomodasi dan disertakan dalam produk-produk yang ditawarkan oleh setiap bank syariah. Prinsip-prinsip bank syariah ini diterapkan sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendirikan bank syariah di Indonesia pada tahun 1991 dengan melibatkan pemerintah dan pengusaha Muslim.

Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu, prinsip-prinsip bank syariah perlu diterapkan sejak awal kemunculan bank syariah di Indonesia. Bank syariah kini semakin banyak, namun yang menarik adalah bank-bank syariah yang hadir belakangan ini merupakan pengembangan dari bank konvensional. Yang membedakan adalah sistem dan prinsipnya yang sesuai dengan syariat Islam.

Prinsip-prinsip Bank Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan beberapa prinsip-prinsip bank syariah. Menurut situsnya, bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Implementasi prinsip-prinsip syariah ini merupakan pembeda utama dengan bank konvensional. Dalam setiap operasionalnya, bank syariah harus selalu mengacu pada empat prinsip berikut:

1. Keadilan: Setiap nasabah investor (penyimpan dana), pengguna dana, dan lembaga keuangan syariah saling berbagi keuntungan atas dasar penjualan riil sesuai dengan kontribusi dan risiko masing-masing pihak.

See also  Memahami Business Model Sebelum Membuatnya

2. Kemitraan: Posisi antara nasabah investor, pengguna dana, dan lembaga keuangan syariah saling sejajar sebagai mitra usaha yang bersinergi untuk memperoleh keuntungan.

3. Transparansi: Laporan keuangan diberikan oleh lembaga keuangan syariah secara terbuka dan berkesinambungan agar nasabah investor dapat mengetahui kondisi dananya sendiri.

4. Universal: Masing-masing pihak tidak membedakan antara suku, agama, ras, dan golongan dalam masyarakat sesuai dengan prinsip Islam.

Seperti yang telah disebutkan, prinsip-prinsip bank syariah harus mengacu pada pedoman ajaran agama Islam sebagai rahmatan lil alamin. Dalam hal ini, ada tiga pilar pokok ajaran Islam yang berkaitan juga dengan prinsip-prinsip bank syariah, antara lain:

1. Aqidah: Keyakinan dasar atas keberadaan dan kekuasaan Allah sehingga harus menjadi keimanan seorang Muslim.

2. Syariah: Aturan dari Allah untuk umat Muslim agar bisa berkehidupan dengan benar, baik dalam segi ibadah maupun muamalah.

3. Akhlaq: Perilaku dan kepribadian dasar seorang Muslim yang akan mencirikan ketaatan dirinya berdasarkan aqidah dan syariah.

Menurut laman resmi OJK, ada banyak tuntunan Islam yang mengatur tentang kehidupan ekonomi syariah, antara lain:

– Berbagai bentuk kegiatan yang mengandung unsur spekulasi dan perjudian tidak diperkenankan dalam setiap operasional bank syariah.
– Dalam ekonomi syariah, harta tidak boleh hanya berpusat pada segelintir orang sehingga harus terus berputar atau diniagakan. Allah tidak menyukai Muslim yang menimbun harta yang tidak produktif dan oleh karena itu bagi Muslim yang memiliki harta tidak produktif akan dikenakan zakat yang lebih besar dibandingkan jika harta tersebut produktif.
– Setiap operasional ekonomi syariah harus dilakukan secara transparan dan adil atas dasar kesepakatan bersama dan tanpa paksaan dari pihak manapun.
– Adanya kewajiban untuk melakukan pencatatan atas setiap transaksi khususnya yang tidak bersifat tunai dengan adanya saksi yang bisa dipercaya, seperti profesi akuntansi dan notaris, juga menjadi salah satu prinsip bank syariah.
– Adanya anjuran untuk mengeluarkan zakat sebagai pemenuhan kewajiban penyisihan harta, serta mengeluarkan infaq dan shodaqah sebagai manifestasi dari pentingnya pemerataan kekayaan dan memerangi kemiskinan.
– Dalam prinsip bank syariah, bunga bank termasuk riba dan diharamkan. Hal ini sudah menjadi kesepakatan antara ulama, ahli fiqih, dan islamic banker dalam setiap kegiatan ekonomi syariah.

See also  Memahami Tujuan Ekonomi Syariah Sebelum Memilih Produknya

Keuntungan Bergabung dengan Bank Syariah

Setelah mengetahui prinsip-prinsip bank syariah dalam upaya untuk tetap berada dalam aturan-aturan syariah, Anda perlu mengetahui manfaat dari adanya bank syariah dan penggunaan produk-produknya.

1. Bebas riba

Prinsip bank syariah sesuai dengan syariah Islam yang melarang adanya riba dalam setiap transaksi. Dalam Islam, riba hukumnya haram dan wajib ditinggalkan. Keunggulan dan manfaat menabung dengan prinsip bank syariah adalah dana yang dimanfaatkan akan dipergunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan syariah. Sementara pada bank konvensional, nasabah tidak perlu terlalu memperhatikan penggunaan uangnya, sehingga uang tersebut dapat disalurkan oleh bank konvensional untuk berbagai kemungkinan yang dapat mendatangkan keuntungan semaksimal mungkin.

2. Adanya sistem bagi hasil dan lebih transparan

Setiap transaksi di bank syariah tidak menerapkan sistem bunga, melainkan bagi hasil yang sesuai dengan syariah Islam. Keuntungan dihitung berdasarkan pendapatan yang diperoleh bank syariah. Hal ini berbeda dari sistem bunga pada bank konvensional. Selain itu, karena berdasarkan syariah Islam, setiap transaksi di bank syariah menerapkan sistem yang transparan dan adil, sesuai dengan kesepakatan bersama antara nasabah dan pihak bank.

3. Terjamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS)

Setiap nasabah yang melakukan transaksi di bank syariah, seluruh dana yang tersimpan sudah dijamin oleh LPS. Transaksi ini meliputi tabungan, giro, deposito, dan seluruh kegiatan perbankan. Dengan begitu, nasabah tidak perlu khawatir karena semua kegiatan operasional sudah berdasarkan syariah Islam. Selain itu, LPS juga berkontribusi aktif untuk menjaga stabilitas sistem perbankan syariah di Indonesia.

4. Mengutamakan kemaslahatan umat

Keuntungan bergabung dengan bank syariah adalah dana yang disimpan oleh nasabah lebih ditujukan untuk kepentingan dan kemaslahatan umat. Dana tersebut merupakan dana umat yang diperoleh dari umat dan akan dikembalikan untuk kepentingan umat itu sendiri.

See also  9 Tempat Wisata di Swiss dengan Pemandangan Menakjubkan

5. Terjalin hubungan baik sebagai mitra bank

Di bank konvensional, hubungan yang terjalin antara bank dan nasabah cenderung lebih seperti kreditur dan debitur. Sedangkan di bank syariah, pihak bank lebih menganggap nasabah sebagai mitra sehingga berhak menerima hasil dari investasi yang ditanamkan di bank tersebut.

Itulah beberapa keunggulan dari prinsip bank syariah.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!