Akses ke air **PAM adalah** sesuatu yang bisa kamu temukan di hampir setiap hunian. Akan tetapi, ada rumah yang masih memakai air sumur, baik karena keterbatasan akses ke air PAM maupun faktor pilihan atau kenyamanan. Jika kamu punya pilihan antara air PAM dan sumur, mana yang akan kamu pilih? Yuk, ketahui perbedaan keduanya agar kamu bisa membuat pilihan yang tepat dalam mendapatkan akses air. >**_Baca Juga : [Cara Cek PDAM dan Bayar Tagihan Bulanan]( ## **Perbedaan dari Segi Cara Mendapatkan Airnya** . Air jenis ini cenderung sulit berbuih jika digunakan untuk mencuci karena mineralnya bereaksi dengan sabun, dan biasanya meninggalkan kerak di wadah. Sebaliknya, Perusahaan Air Minum memiliki fasilitas pengolahan air (_water treatment_). Kegiatan pengolahan ini melibatkan langkah-langkah yang membutuhkan peralatan dan bahan kimia khusus untuk menggumpalkan dan mengendapkan partikel kotoran, menyaring air, serta membunuh bakteri dan kuman. Langkah-langkah ini ternyata belum semuanya! Perusahaan Air Minum biasanya menerapkan langkah tambahan untuk memastikan keamanan dan kualitas air. Contohnya adalah menambahkan bahan seperti bubuk karbon demi menghilangkan bau dan warna serta membuat air lebih enak diminum setelah direbus. Setelah semua langkah ini, air bersih harus ditampung secara aman sebelum dialirkan ke berbagai bangunan. ## **Perbedaan dari Segi Distribusi** Distribusi air sumur tentu berbeda dari air PAM yang dikelola perusahaan. Air sumur biasanya menjadi andalan penduduk di daerah terpencil atau yang belum terjangkau layanan PAM secara merata. Pemilik rumah biasanya menggali sumur sendiri atau menggunakan bor dan menyambungkannya ke pipa. Sebaliknya, distribusi air PAM lebih luas karena menggunakan sistem pipa yang dibangun di bawah tanah secara luas. Selama pemilik rumah mendaftar untuk mendapatkan layanan PAM, akses air akan selalu tersedia. >**_Baca Juga : [Cek Tagihan PDAM, Tagihan Listrik dan Cara Bayarnya (Lengkap)]( ## **Perbedaan dari Segi Kandungan di Dalam Air** 
