Apa itu Integrasi Vertikal ?
Integrasi vertikal adalah strategi di mana perusahaan memperoleh operasi bisnis dalam produksi vertikal yang sama. Ini bisa maju atau mundur secara alamiah. Integrasi vertikal dapat membantu perusahaan mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya transportasi dan waktu penyelesaian, di antara keunggulan lainnya. Namun, terkadang lebih efektif bagi perusahaan untuk mengandalkan keahlian yang sudah mapan dan skala ekonomi vendor lain daripada mencoba menjadi terintegrasi secara vertikal.
Lebih tepatnya, integrasi vertikal terjadi ketika perusahaan mengambil kendali atas beberapa langkah produksi atau distribusi yang terlibat dalam penciptaan produk atau layanan mereka dalam pasar vertikal. Integrasi vertikal dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu integrasi ke belakang dan integrasi ke depan. Perusahaan yang melakukan ekspansi ke belakang di jalur produksi hingga manufaktur mengasumsikan integrasi ke belakang, sedangkan perusahaan yang memperluas jalur produksi hingga distribusi melakukan integrasi ke depan.
Jenis-jenis Integrasi Vertikal
Integrasi vertikal memiliki dua jenis yang keduanya menggabungkan setidaknya dua dari empat fase rantai pasokan. Berikut adalah 2 jenis integrasi vertikal:
- Integrasi ke depan adalah ketika sebuah perusahaan di awal rantai pasokan mengendalikan tahapan lebih jauh. Contohnya termasuk perusahaan pertambangan besi yang memiliki kegiatan “hilir” seperti pabrik baja.
- Integrasi ke belakang adalah ketika sebuah bisnis di akhir rantai pasokan melakukan kegiatan “hulu”. Contohnya adalah ketika distributor film, seperti Netflix, juga memproduksi konten.
Contoh dari Kegiatan Integrasi Vertikal
Contoh integrasi vertikal yang pertama adalah:
- Pengecer, seperti Target, yang memiliki merek toko sendiri. Mereka memiliki manufaktur, mengontrol distribusi, dan menjadi pengecer. Dengan menghilangkan perantara, mereka dapat menawarkan produk merek dengan harga yang lebih rendah.
- Sebuah perusahaan tenaga surya yang memproduksi produk fotovoltaik dan juga memproduksi sel yang digunakan untuk membuat produk tersebut adalah contoh lain dari bisnis yang terintegrasi secara vertikal. Dalam hal ini, perusahaan bergerak di sepanjang rantai pasokan untuk memikul tugas manufaktur, melakukan integrasi ke belakang.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!
