Eksportir


800


Pengertian Eksportir

Eksportir adalah seseorang atau lembaga yang melakukan kegiatan pengiriman komoditas ke negara lain (ekspor). Untuk menjadi eksportir, seseorang atau lembaga harus terdaftar secara resmi pada instansi pemerintah yang mengurusi perdagangan.

Syarat Menjadi Eksportir

Selain harus mendaftarkan diri secara resmi kepada instansi pemerintah yang mengurusi perdagangan, berikut adalah beberapa syarat untuk menjadi eksportir:

  1. Berbadan hukum seperti perusahaan atau organisasi yang dapat membuktikan legalitasnya dengan surat sah seperti Firma, PT, CV, Persero, Perum, dan sebagainya
  2. Mempunyai nomor wajib pajak karena kegiatan ekspor terkait dengan perpajakan. Setiap badan atau perusahaan yang akan menjadi eksportir harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.
  3. Mempunyai izin berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk kegiatan perdagangan yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan. Sedangkan untuk kegiatan industri, perusahaan harus memiliki Surat Izin Industri yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian.

Jenis-jenis Eksportir

Eksportir dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu eksportir produsen dan eksportir non produsen. Eksportir produsen adalah perusahaan eksportir yang juga memproduksi barang. Sedangkan eksportir non-produsen adalah eksportir yang mengirimkan atau mengekspor barang milik perusahaan lain atau yang biasa disebut sebagai eksportir umum.

Cara Perhitungan Pajak Ekspor

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegiatan ekspor tidak lepas dari perpajakan. Berikut ini adalah cara menghitung pajak ekspor:

  1. Pada barang ekspor yang dikenakan tarif ad valorem (persentase), pajak ekspor dihitung sebagai berikut: Pajak Ekspor = Tarif Pajak Ekspor x Harga Patokan Ekspor x Jumlah Satuan Barang x Kurs
  2. Pada barang ekspor yang dikenakan tarif ad naturam (spesifik), pajak ekspor dihitung sebagai berikut: Pajak Ekspor = Tarif Pajak Ekspor x Jumlah Satuan Barang x Kurs
See also  Domestic Prica Obligation

Manfaat Eksportir

Berikut adalah beberapa tujuan dan manfaat menjadi eksportir:

  • Meningkatkan devisa negara, kegiatan ekspor atau pengiriman produk dari Indonesia ke luar negeri akan meningkatkan pendapatan ekonomi negara. Ekspor membuka peluang pasar baru di luar negeri, meningkatkan investasi, dan memperluas pasar domestik.
  • Mengembangkan industri dalam negeri, kegiatan ekspor muncul karena adanya permintaan akan suatu barang dari luar negeri. Permintaan ini akan berdampak langsung pada perkembangan industri di negara tersebut dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Menjadi eksportir juga memberikan pengalaman berkompetisi di pasar dan perdagangan internasional.
  • Mengendalikan harga produk, kegiatan ekspor juga bermanfaat untuk mengatasi kelebihan kapasitas suatu produk di dalam negeri dan mengendalikan harga. Ketika suatu produk mudah diproduksi dan ketersediaannya melimpah, harga produk dalam negeri tersebut akan lebih murah. Oleh karena itu, kegiatan ekspor diperlukan untuk mengirimkan produk tersebut ke negara yang membutuhkannya sehingga harga produk tetap terkendali.

Peran Eksportir

Pihak yang melakukan kegiatan ekspor memiliki peran dan tanggung jawab sebagai berikut:

  • Berkomunikasi langsung dan melakukan negosiasi dengan perusahaan atau organisasi asing.
  • Menjual produk kepada perusahaan atau organisasi asing.
  • Bertanggung jawab menjaga kondisi dan kualitas barang yang akan diekspor hingga sampai ke tangan pembeli.
  • Memperkenalkan produk dalam negeri kepada perusahaan asing atau pasar internasional.
  • Menjalin kerjasama dengan pelanggan baru dari berbagai negara asing.

Komoditas Eksportir di Indonesia

Indonesia memiliki beberapa komoditas ekspor terbesar, antara lain:

  • Karet, Indonesia merupakan produsen karet terbesar kedua di dunia dan karet menjadi salah satu komoditas utama. Produk karet ini biasanya diekspor ke berbagai negara seperti Amerika, China, dan Jepang.
  • Kelapa Sawit, kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan baku untuk minyak goreng, mentega, sabun, dan produk lainnya. Produk kelapa sawit yang diekspor adalah minyak sawit dan umumnya dikirimkan dalam jumlah besar ke India, Cina, Pakistan, dan negara lain.
  • Produk Tekstil, Indonesia memiliki banyak industri tekstil yang berhasil memasarkan produknya di pasar internasional dan meningkatkan devisa negara.
  • Kakao, selain karet, Indonesia juga merupakan produsen kakao terbesar di dunia. Kakao digunakan sebagai bahan pembuatan cokelat dan produk makanan lainnya. Produk kakao yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia diekspor ke berbagai negara.
  • Produk Hasil Hutan, seperti kayu dan pulp kertas, mudah diproduksi di Indonesia karena negara ini memiliki sumber daya hutan yang melimpah. Industri kayu di Indonesia berkembang dengan baik sehingga menjadi salah satu komoditas ekspor terbesar.
See also  Pembiayaan Proyek



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!