Cara Hitung FCR Ikan Nila untuk Budidaya yang Lebih Untung!


850

Halo, Anda Pembudidaya! Pakan adalah salah satu elemen terpenting dalam budidaya ikan, termasuk budidaya ikan nila. Pakan dapat menghabiskan lebih dari 80% modal, tetapi juga dapat menjadi sumber pengeluaran yang tidak efisien. Untuk menghindari hal ini, manajemen pakan dengan menghitung kebutuhan pakan per hari dan FCR (Feed Conversion Ratio) ikan nila sangat penting. Yuk simak penjelasannya!

Jadwal dan Jenis Pakan untuk Budidaya Ikan Nila

Untuk hasil panen ikan nila yang memuaskan, pakan yang paling cocok untuk pembesaran ikan nila adalah pakan pabrikan berbentuk pelet. Kandungan protein terbaik untuk pembesaran ikan nila adalah 20-30%. Jumlah pakan yang perlu ditebar setiap harinya adalah 3% dari bobot total ikan nila. Total pakan tersebut dibagi untuk ditebar 2-3 kali sehari, yaitu pada pagi hari (pukul 08.00), siang hari (pukul 12.00), dan sore hari (pukul 16.00).

Untuk menghitung jumlah pakan yang dibutuhkan, Pembudidaya perlu melakukan sampling bobot ikan setiap 2 minggu sekali. Tujuannya adalah agar jumlah pakan bisa disesuaikan dengan ukuran ikan, sehingga pertumbuhannya lebih optimal. Berikut cara menghitung pakan ikan nila yang dibutuhkan!

Contoh:

Sampling menunjukkan bobot rata-rata ikan adalah 100 gr. Jumlah ikan dalam kolam/padat tebar kolam adalah 1.000 ekor. Jadi, pakan yang dibutuhkan setiap hari adalah 3 kg. Ketika dibagi menjadi 3 waktu pemberian pakan, setiap Anda menebar pakan membutuhkan sekitar 1 kg pakan.

Cara Menghitung FCR Ikan Nila

Feed Conversion Ratio (FCR) adalah angka efektivitas pakan ketika berbudidaya. FCR digunakan sebagai patokan agar bisa mengoptimalkan efektivitas pakan dan menghitung keuntungan budidaya ikan setelah panen. Efisiensi pakan/FCR terbaik adalah yang paling mendekati angka 1.

See also  Begini Cara Kilat dan Praktis Menghitung Populasi Udang!

Artinya, bobot pakan yang diberikan hampir sama dengan bobot akhir ikan nila. Ada 2 cara menghitung FCR, yaitu sebelum dan ketika panen. Keduanya dapat dihitung dengan menggunakan jumlah pakan yang sudah ditebar dan bobot ikan hasil panen atau sampling. Berikut cara menghitung FCR ikan nila sebelum panen.

Contoh:

Sampling menunjukkan bobot rata-rata ikan adalah 300 gr per ekor. Padat tebar 1.000 ekor. Jumlah pakan yang sudah diberikan 450 kg. Jadi, FCR sementara untuk siklus tersebut adalah 1,5.

Namun, penghitungan FCR ikan nila paling akurat adalah dengan menggunakan jumlah hasil panen. Berikut cara menghitung FCR ikan nila setelah panen.

Contoh:
Hasil panen mencapai angka 1.000 ton. Pakan yang dihabiskan sebanyak 1.500 kg. Jadi, FCR siklus tersebut adalah 1,3.

Perlu diperhatikan bahwa penghitungan FCR paling akurat adalah dengan menggunakan hasil panen. Semakin dekat dengan panen, hasil penghitungan FCR akan semakin akurat dan nyata. Setelah mendapatkan angka FCR ikan nila, Anda bisa melihat seberapa efektif pakan yang ditebar, lalu menyesuaikan jadwal/jumlahnya agar nilai FCR bisa ditekan/berkurang.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!