Pentingnya Performance Review, Begini Cara HR Melakukannya!


850



Seperti halnya di sekolah, di perusahaan juga ada rapor untuk para karyawan. Rapor tersebut berupa Performance Review atau Ulasan Kinerja.Layaknya rapor sekolah, Performance Review dibuat atasan perusahaan kepada karyawan sebagai bahan evaluasi terhadap kualitas kinerja mereka.Namun, bagaimana cara membuatnya? Simak artikel berikut ini untuk memahami pengertian, jenis-jenis, dan cara membuatnya!  

Pengertian Performance Review 

Performance review diterapkan perusahaan untuk memberikan umpan balik kepada karyawan akan pekerjaannya dengan cara yang formal dan terstandarisasi.Diharapkan dari hasil performance review yang diterima, karyawan bisa memperbaiki kinerjanya dengan lebih terukur.Di sisi lain, sebagaimana dikutip dalam laman qualtrics.com, Performance review juga dibutuhkan perusahaan untuk menyesuaikan nilai kompensasi bagi setiap karyawannya atau bahkan untuk menjelaskan jika ada keputusan pemberhentian karyawan.Bentuk atau format Performance review itu sendiri bisa disesuaikan dengan kondisi perusahaan masing-masing. Hal ini karena setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang khas dan aspek penilaiannya sendiri.Namun secara umum, review atas performa tentu dibuat agar bisa memberikan dampak yang positif bagi semua elemen di perusahaan. 

Tujuan Performance Review 

Performance review dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan dalam perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Mengevaluasi kinerja karyawan. Hal ini dilakukan agar seorang karyawan menerima feedback yang bersifat objektif dan konstruktif seputar kinerjanya agar bisa memperbaiki kelemahan dan memanfaatkan kekuatannya dalam bekerja.
  • Menentukan tujuan dan sasaran perusahaan. Review kinerja dapat dilakukan apakah pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan sudah sesuai dengan tujuan perusahaan. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, karyawan dapat fokus terhadap pekerjaan yang harus dilakukan agar tepat sasaran ke arah yang benar.
  • Menentukan kenaikan gaji, promosi, dan pengembangan karir karyawan. Promosi dengan kompensasi dan benefit yang sesuai dengan kinerja karyawan membantu produktifitas individu sehingga perusahaan lebih mudah dalam mencapai tujuannya.
  • Menentukan kebutuhan pelatihan. Seiring dengan berjalannya waktu dan dinamisnya tujuan perusahaan, maka kemampuan karyawan juga perlu ditingkatkan demi tercapainya tujuan perusahaan. Oleh karena itu, beberapa karyawan membutuhkan pelatihan untuk menghasilkan kinerja yang lebih berkualitas.
  • Meningkatkan komunikasi. Karyawan dapat memberikan feedback kepada manajemen tentang ide-ide mereka untuk mencapai tujuan perusahaan dan begitupun sebaliknya.
See also  Pengertian dan Jenis Opini Audit dalam Perusahaan

 Baca Juga: Apa Saja yang Perlu Dilacak dalam Employee Performance Tracking 

Jenis-Jenis Performance Review

Terdapat beberapa jenis performance review yang bisa diterapkan oleh perusahaan. Berikut adalah beberapa yang umum digunakan, diantaranya adalah:

  1. Annual Performance Review: Ini adalah jenis review yang paling umum dilakukan di perusahaan. Review ini dilakukan sekali dalam setahun dan bertujuan untuk mengevaluasi kinerja karyawan selama satu tahun terakhir.
  2. Probationary Review: Jenis review ini dilakukan pada akhir periode probationary karyawan, biasanya sekitar tiga hingga enam bulan setelah karyawan bergabung dengan perusahaan.
  3. 360-Degree Review: Jenis review ini melibatkan feedback dari berbagai pihak, seperti atasan, rekan kerja, dan bawahan. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap dan menyeluruh tentang kinerja karyawan.
  4. Project Review: Jenis review ini dilakukan setelah selesai melakukan proyek atau tugas tertentu, dan bertujuan untuk mengevaluasi kinerja karyawan dalam melaksanakan proyek tersebut.
  5. Continuous Performance Review: Jenis review ini dilakukan secara terus-menerus sepanjang tahun, melalui interaksi sehari-hari antara karyawan dan atasan. Tujuannya adalah untuk memberikan umpan balik yang lebih cepat dan terus-menerus tentang kinerja karyawan dan memberikan kesempatan untuk perbaikan secara langsung.
  6. Self-Assessment Review: Jenis review ini meminta karyawan untuk mengevaluasi kinerjanya sendiri, sehingga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk merenungkan dan memperbaiki kinerjanya sendiri.
  7. Career Development Review: Jenis review ini dilakukan untuk membahas kemajuan karir karyawan dan membantu karyawan untuk mengembangkan rencana karir mereka ke depan.

 

Cara Membuat Performance Review

Agar Performance review tersebut befungsi optimal, pembuatannya harus baik dan mudah dipahami. Lalu, bagaimana cara membuat Performance review yang baik tersebut? Berikut penjelasannya. 

1. Menentukan Aspek Kompetensi Karyawan

Di dalam sebuah Performance review yang baik, harus memasukkan aspek kompetensi apa yang dibutuhkan seorang karyawan.Aspek kompetensi ini disesuaikan dengan jabatan karyawan yang bersangkutan. Ini artinya, antar karyawan akan mendapat format Performance review yang berbeda-beda.Sebagai contoh, seorang kepala divisi memiliki kompetensi dasar berupa kemampuan komunikasi, kepemimpinan, inisiatif, penyelesaian masalah, dan pengelolaan rencana.Berbeda lagi dengan staf divisi, aspek kepemimpinan dan pengelolaan rencana bisa dihapuskan dalam Performance review-nya.Komponen kompetensi ini selanjutnya diberikan skala penilaian, misalkan dari skala 1 untuk buruk hingga 5 untuk sangat baik.Dalam periode tertentu, pimpinan perusahaan harus bisa melakukan review dengan memberikan penilaian akan komponen yang sudah disusun.Hal lain yang perlu diingat dari aspek kompetensi ini adalah tujuan dari Performance review itu sendiri. Penilaian setiap komponen harus secara bijak pembobotannya. Hindari hasil yang bias apalagi cenderung subjektif. Baca Juga: 8 Langkah Praktis dalam Menerapkan Sistem Manajemen Kompetensi 

See also  Hobi: Manfaat dan Bagaimana Cara Mengembangkannya?

2. Menentukan Aspek Hasil Kinerja

Performance review yang baik juga dilengkapi dengan aspek hasil kinerja. Komponen review ini bertujuan untuk melakukan pemetaan hasil kerja karyawan dalam serangkaian indikator performa yang terukur.Sebagai contoh di divisi produksi maka indikator reviewnya adalah berapa jumlah barang yang dihasilkan per shift dan persentase produk yang tidak layak jual.Contoh lain misalnya pada divisi keuangan, indikator yang bisa digunakan adalah berapa jumlah laporan keuangan yang bisa diselesaikan tepat waktu dan berapa yang diselesaikan dengan akurat.Melalui aspek penilaian hasil kerja, maka bisa dijadikan rujukan dalam proses evaluasi kinerja karyawan. Skor yang diberikan adalah penilaian yang secara jelas bisa memberi gambaran akan kinerja karyawan dan aspek apa yang harus diperbaiki.Bahkan jika mungkin, karyawan yang mendapat skor sangat baik pada komponen review diatas bisa diberikan bonus khusus yang bisa menjadi pemacu kerja untuk karyawan lain. Baca Juga: Apa yang Dimaksud Performance Review Calibration? 

3. Memberikan Ulasan Pengembangan Karyawan

 Ulasan Performance review akan lebih baik ketika memasukkan aspek pengembangan karyawan (employee development). Aspek ini berisikan saran kepada karyawannya untuk pengembangan diri seperti apa yang harus diambil oleh karyawan tersebut.Hal ini tentu berkaitan dengan dua komponen review yang sudah dibuat penilaiannya di atas sehingga saran menjadi lebih terukur dan beralasan.Sebaiknya pula Performance review dilakukan secara tatap muka untuk menghargai karyawan. Dorong pula karyawan untuk melakukan evaluasi dirinya sendiri sesuai pandangan pribadi. Berikan ruang bagi mereka menyampaikan alasan jika ada poin yang memiliki review kurang baik.Selain berguna bagi karyawan, aspek pengembangan karyawan juga bisa menjadi pengingat bagi pimpinan perusahaan untuk melakukan upaya-upaya pengembangan. Pengembangan karyawan yang dimaksud adalah seperti mengadakan pendidikan dan pelatihan.Performance review meskipun penting dan bermanfaat, namun nyatanya masih kerap dianggap sesuatu yang menakutkan. Hal ini lantaran Performance review tidak dibuat dengan baik sehingga aspek emosional-lah yang lahir dalam hasil reviewnya.  Oleh karena itu, perlu adanya sistem performance review yang mendukung kinerja manajemen HR dalam melakukan proses penilaian kinerja karyawan. merupakan Software HRIS dengan fitur dan modul terlengkap dari melakukan pengelolaan data karyawan, payroll, hingga penilaian karyawan secara lebih akurat.Melalui salah fiturnya dalam Software performance appraisal  dapat menjadi solusi automatisasi penilaian kinerja karyawan menjadi lebih efektif dan efisien.Segera ajukan jadwal demo bersama

See also  Struktur Organisasi Perusahaan: Fungsi, Jenis, dan Contoh Jabatannya


****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!