Di kehidupan sehari-hari pasti kita akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki attitude atau sikap berbeda-beda dari kita. Termasuk juga di lingkungan kerja. Attitude merupakan hasil dari pengalaman seseorang atau didikan yang ditanamkan.Maka dari itu, tidak heran jika setiap orang pasti memiliki sikap yang berbeda-beda. Agar Anda semakin paham dengan maksud dari attitude secara menyeluruh, mari simak artikel berikut ini! Daftar Isi
- Apa itu Attitude?
- Tingkat Attitude dalam Penerapannya
- Karakteristik Attitude
- Fungsi Attitude dalam Kehidupan Sehari-hari
- Pentingnya Attitude dalam Karir
- 7 Contoh Attitude yang Buruk di Dalam Kantor
Apa itu Attitude?
Attitude adalah perilaku, sikap, atau tingkah laku seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain yang disertai dengan kecenderungan dirinya untuk bertindak sesuai dengan sikap yang dimilikinya tadi.Selain itu, attitude nuga bisa diartikan sebagai sikap yang muncul pada aspek afektif seseorang yang menentukan dirinya, karena adanya kerelaan dan kemauan untuk bertindak yang kemudian akan menentukan seseorang untuk melakukan suatu hal sesuai dengan sikap dan karakter yang dimilikinya.Mengutip dari Verywellmind, dalam psikologi, attitude merupakan sikap yang mengacu pada rangkaian emosi, keyakinan, dan perilaku terhadap objek, orang, atau juga peristiwa.Mengingat attitude berhubungan dengan sikap dan perilaku seseorang terhadap orang lain, maka sangat penting untuk memiliki attitude yang baik dalam karir Anda.
Tingkat Attitude dalam Penerapannya
Setiap orang akan menunjukkan attitude-nya. Namun, perlu Anda ketahui bahwa ada tingkatkan yang berbeda-beda. Hal ini dikenal oleh para ahli dengan istilah taksonomi.Salah satu ahli yang melakukan studi terhadap tingkat attitude ini adalah David R Krathwohl, ia membagi 5 tingkatan attitude. Berikut adalah tingkatannya.
1. Penerimaan (Receiving/Attending)
Tingkat pertama ini, seseorang mengenal dan bersedia menerima serta memerhatikan berbagai stimulus. Tapi, sikap tersebut masih pasif, hanya sekadar mendengarkan atau memerhatikan saja.
2. Tanggapan (Responding)
Di tingkat ini, sudah mulai ada keinginan untuk melakukan sesuatu. Ini muncul sebagai reaksi atas suatu gagasan, benda, atau sistem nilai yang telah diterima. Di tahap ini juga sudah ada partisipasi.
3. Penghargaan (Valuing)
Di tingkatan ini, seseorang telah memberikan nilai pada gagasan, benda, sampai dengan cara berpikir. Nilai ini ditunjukkan melalui perasaan, keyakinan, atau tanggapan. Nilai ini bisa positif atau negatif.
4. Organisasi (Organization)
Tingkat keempat ini, seseorang mulai mengorganisir nilai-nilai yang mereka terima atau ketahui dalam suatu sistem nilai dan saling terhubung. Mereka mulai memilih mana nilai yang lebih prioritas.
5. Karakteristik Berdasarkan Nilai-nilai
Terakhir, seseorang akan memperlihatkan perilaku yang konsisten dengan sistem nilai yang telah mereka yakini. Perilaku tersebut tidak terbentuk dengan begitu saja tapi dari pengalaman yang berhubungan dengan pengorganisasian dan integrasi nilai-nali dari luar ke dalam sistem nilai pribadi kita. Baca Juga: Cara Menghadapi Karyawan dengan Bad Attitude
Karakteristik Attitude
Bukan hanya memiliki tingkatan, attitude juga punya karakteristik. Seorang psikolog bernama Muzafer Sherif dalam hasil studinya menyebutkan setidaknya terdapat 5 karakteristik attitude. Berikut adalah uraian karakteristiknya.
1. Bukan Hal yang Dibawa Sejak Lahir
Attitude adalah faktor dari hereditas, begitulah menurut Sherif. Maksudnya, sikap bukanlah hal yang dibawa sejak lahir. Attitude merupakan suatu yang terbentuk melalui proses pembelajaran yang diterima seiring dengan berkembanganya hidup serta hubungan manusia dengan onjem yang memunculkan sikapnya.
2. Dapat Berubah-ubah
Karena bukan bawaan lahir, attitude bukanlah suatu hal yang kaku tapi cair dan bisa berubah-ubah. Ini tergantung syarat-syarat yang mendukung perubahan tersebut. Perubahannya sendiri dapat dipelajari.
3. Tidak Berdiri Sendiri
Attitude ada jika ada objek yang menyebabkan munculnya suatu sikap. Ini menyebabkan attitude tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya objek. Baik objek dan attitude merupakan kedua hal yang saling terhubung dan perubahan sikap selalu dipengaruhi oleh objek.
4. Pengaruh Sosial
Munculnya attitude tidak hanya dipengaruhi oleh suatu objek. Attitude juga sering kali muncul karena adanya kumpulan objek yang memungkinkan attitude terjadi secara masif.Sebagai contoh, misalkan si A menjadi seorang yang pemberani bukan hanya karena ada objek yang membuatnya berani, tapi karena orang-orang di sekitarnya dan yang sebangsa dengan A juga punya sikap pemberani.
5. Adanya Motivasi
Attitude juga muncul karena adanya dorongan motivasi serta emosi atau perasaan pada seseorang. Sisi motivasi inilah yang menjadi pembeda antara attitude dengan kecakapan dan pengetahuan. Ketiganya dimiliki seseorang melalui proses belajar, tapi sikap pasti memiliki motivasi berupa emosi.
Fungsi Attitude dalam Kehidupan Sehari-hari
Attitude adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia memiliki fungsi penting, yaitu sebagai berikut ini.
1. Fungsi Instrumental
Fungsi pertama ini berkaitan dengan sarana dan tujuan. Seseorang akan melihat sejauh mana objek sikap dapat ia gunakan sebagai sarana atau alat untuk mencapai tujuan.Bila objek sikap dapat membantu mereka dalam mencapai tujuan, maka orang tersebut akan bersifat positif terhadap objek tersebut. Begitu pula sebaliknya, bila objek sikap tersebut menghambat tercapainya tujuan, maka orang tersebut akan bersikap negatif.
2. Fungsi Pertahanan Ego
Fungsi pertahanan ego di sini adalah sikap yang diambil seseorang untuk mempertahankan egonya. Attitude ini diambil seseorang ketika mereka merasa keadaan diri atau egonya terancam.
3. Fungsi Ekspresi Nilai
Sikap yang kita miliki merupakan jalan bagi kita untuk mengekspresikan nilai yang ada dalam diri kita. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan kepuasan karena dapat mengekspresikan diri.Ketika kita mengambil sikap tertentu, hal ini akan menggambarkan keadaan sistem nilai yang ada pada diri kita.
4. Fungsi Pengetahuan
Setiap individu memiliki dorongan untuk mengerti dengan pengalaman-pengalamannya. Ini artinya saat seseorang mempunyai sikap tertentu terhadap suatu objek, ini menunjukkan pengetahuan seseorang tersebut terhadap objek sikap yang bersangkutan.
Pentingnya Attitude dalam Karir
Pentingnya Attitude dalam Karir Mengapa attitude penting di dalam dunia kerja? Telah dikatakan pada paragraf sebelumnya bahwa attitude menjadi bagian yang penting dan menentukan dalam karir seseorang.Artinya, attitude yang Anda miliki juga akan berpengaruh pada kehidupan orang-orang di sekitar Anda, lingkungan kerja, dan profesi pekerjaan Anda.Attitude juga sangat erat kaitannya dengan hati nurani seseorang yang kemudian diwujudkan dalam sikap atau perilaku seseorang dalam lingkungan kerjanya. Berikut adalah beberapa peran penting attitude dalam karir Anda.
1. Attitude Mengalahkan Hard Skill
Berbicara mengenai hard skill, Anda pasti paham bahwa itu adalah ilmu yang dengan mudah Anda pelajari di bangku sekolah hingga bangku kuliah. Akan tetapi, ketika Anda berbicara tentang attitude, ini akan sangat sulit untuk Anda ubah. Mengapa demikian? Karena attitude, meskipun bukan bawaan dari lahir, namun sikap dan karakter seseorang sangat sulit untuk diubah, apalagi jika perubahan yang Anda inginkan itu adalah perubahan yang signifikan. Itu sebabnya, seseorang dengan attitude yang baik di kantor, akan sangat disenangi oleh rekan kerjanya. Terlebih, ia akan dapat beradaptasi dengan mudah terhadap lingkungan kerjanya.Inilah kemudian yang menjadi salah satu dasar penilaian rekruter ketika merekrut seorang karyawan untuk perusahaannya. Mereka akan lebih suka mencari karyawan dengan attitude baik seperti berpikiran terbuka, rendah hati, dan berkepribadian baik agar karyawan tersebut selalu siap dalam menghadapi pekerjaannya dan bersedia ditempatkan di mana saja demi kepentingan perusahaan.
2. Attitude Memungkinkan Memiliki Karyawan yang Kompak dan Solid
Attitude secara tidak langsung juga merupakan bagian dari sikap untuk saling menghormati dan menghargai orang lain sehingga memungkinkan antara satu tim dengan tim lain memiliki sikap kompak dan solid yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan secara optimal.Kekompakan tadi tidak lain adalah karena setiap perusahaan menuntut karyawannya memiliki attitude yang baik terutama dalam berkomunikasi dengan rekan kerja maupun dengan atasan mereka saat menyampaikan masukan atau keluhan terkait kesulitan yang dialaminya dalam pekerjaan antar divisi dalam perusahaan.
3. Attitude Mengatasi Berbagai Masalah
Dalam lingkungan kerja Anda, sikap respek antar sesama rekan kerja tentu saja sangat penting, bukan? Itu sebabnya, dengan attitude Anda yang baik akan mampu menciptakan suasana baru di lingkungan kerja Anda yang lebih nyaman dan tenang. Bukan hanya hubungan Anda dengan rekan kerja sama, akan tetapi hubungan dengan atasan Anda pun akan terjalin dengan baik. Inilah yang menyebabkan sesulit apapun masalah yang dihadapi divisi Anda, akan dapat teratasi dengan mudah.Namun, agar ketiga peran di atas dapat terwujud dengan maksimal, ada baiknya Anda ketahui 7 contoh attitud yang buruk di kantor sehingga Anda bisa menghindarinya.
7 Contoh Attitude yang Buruk di Dalam Kantor
Berikut adalah 7 contoh attitude yang buruk di dalam kantor yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber.
1. Menyepelekan Waktu Kerja
Memang, ada sebagian perusahaan yang tidak mempermasalahkan kedatangan Anda ke tempat kerja yang sering terlambat. Atau, saat Anda telat dan tidak bisa mengikuti meeting pagi. Akan tetapi, Anda perlu ingat, justru attitude buruk ini jika dilakukan secara terus-menerus akan tertanam dalam memori rekan kerja bahkan atasan Anda. Yang perlu diingat adalah, ketika keterlambatan Anda yang secara terus-menerus tadi mengganggu kinerja orang lain dan perusahaan, maka bukan tidak mungkin, Anda akan menerima Surat Peringatan yang bisa berujung pada PHK. Baca Juga: Manajemen Waktu Anda Bermasalah Saat Bekerja? Lakukan 8 Hal ini!
2. Selalu Mengeluh
Tahukah Anda, ketika Anda mengeluh secara terus-menerus di tempat kerja, ada 2 efek negatif yang akan Anda hadapi? Ya, parahnya, efek negatif ini akan sangat merugikan Anda. Pertama, Anda akan dicap sebagai karyawan tanpa passion karena sering mengeluh tanpa sebuah tindakan yang nyata. Kedua, saat Anda mengeluhkan pekerjaan Anda terhadap rekan kerja Anda, ini akan menciptakan sebuah ruang negatif bagi perusahaan Anda.Langkah terbaik adalah dengan merenungkan secara mendalam, apakah Anda benar-benar sudah tidak tahan bekerja di perusahaan tersebut? Jika jawabannya iya, maka segeralah cari pekerjaan baru di perusahaan lainnya, dan bila perlu, segera ajukan surat pengunduran diri Anda kepada bagian HRD perusahaan tersebut.
3. Membawa Masalah pribadi Masuk dalam Pekerjaan Anda
Biasanya, seorang wanita lebih sering melakukan attitude buruk yang satu ini daripada seorang laki-laki. Bayangkan, ketika seorang wanita membawa masalah pribadi atau masalah keluarganya di lingkungan kantor, ia tidak akan bisa lagi membedakan antara pikiran dan emosinya ketika bekerja.Inilah yang kemudian berpotensi mengeluarkan sebuah aura negatif terhadap rekan kerja yang lain. Efek terburuk adalah akhir pekerjaan Anda yang tidak maksimal bahkan cenderung terbengkalai.
4. Melakukan Kesalahan yang Sama Berkali-kali
Ketika Anda melakukan kesalahan lebih dari dua kali untuk pekerjaan yang sama di kantor, Anda bisa mendapatkan citra buruk seperti tidak fokus, tidak detail, dan ceroboh dalam pekerjaan Anda. Parahnya, bisa jadi atasan Anda tidak lagi memberikan tanggung jawab dan kepercayaan kepada Anda. Tidak mau ini terjadi, bukan? Jalan satu-satunya, ubah attitude buruk Anda!
5. Memanfaatkan Aset Milik Perusahaan untuk Kepentingan Pribadi
Korupsi yang terjadi di kantor bukan hanya masalah uang. Meminjam fasilitas milik perusahaan tanpa izin juga sebenarnya sebuah pelanggaran yang hampir sama dengan korupsi. Sebagai contoh, meminjam mobil, laptop, printer, atau alat tulis kantor tanpa izin. Beberapa contoh tadi bisa jadi masalah besar jika atasan Anda tahu atau ada rekan kerja Anda yang melaporkannya.Maka, ada baiknya jika memang Anda dalam keadaan darurat harus memakai fasilitas kantor, mintalah izin kepada atasan Anda. Dan masalah yang Anda hadapi saat itu pun akan segera selesai.
6. Menunda Pekerjaan
Ketika Anda menunda sebuah pekerjaan satu kali, mungkin tidak masalah. Akan tetapi, ketika Anda menunda pekerjaan berkali-kali, inilah yang akan membuat Anda lembur untuk menyelesaikannya. Sementara, Anda pun akan kehilangan waktu deadline sehingga pekerjaan tidak bisa selesai tepat waktu. Parahnya, hasil pekerjaan Anda tidak lagi maksimal seperti sebelumnya. Jika Anda teruskan attitude buruk yang satu ini, tentu saja, lama-kelamaan atasan Anda akan segera tahu, dan tidak akan memberikan tanggung jawab yang penting bagi Anda lagi.
7. Mengatakan “Tidak!”
Jangan pernah katakan “Tidak!” ketika Anda diberikan tanggung jawab terhadap sebuah tugas atau pekerjaan, terutama jika tidak dibarengi dengan alasan yang tepat. Cobalah lebih bijak untuk menerima tantangan yang diberikan oleh atasan Anda, dan jangan langsung menolaknya. Hal inilah yang akan menimbulkan citra buruk bahwa Anda bukan lagi orang yang multitasking, dan tidak lagi punya dedikasi terhadap pekerjaan Anda. Nah itulah pembahasan mengenai attitude mulai dari pengertian, pentingnya untuk karir hingga contoh-contoh attitude yang buruk. Semoga pembahasan tersebut dapat memberikan wawasan untuk anda kedepannya.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

