7 Trend Fintech 2023 yang Wajib Kamu Tahu


832



Trend fintech 2023 memiliki perubahan besar jika dibandingkan dengan 2022 lalu. Apa saja trend fintech yang berkembang pesat pada tahun 2023?Trend fintech 2023 ini sangatlah berubah dari 2022 lalu setelah jatuhnya pasar uang kripto, menurunnya minat terhadap blockchain, dan beberapa peristiwa lainnya. Beberapa trend global dalam fintech memang sudah ada selama tahun sebelumnya, tetapi beberapa yang lainnya baru mulai mendapatkan perhatian.Berikut ini adalah beberapa trend fintech 2023 yang saat ini tengah berjalan.

Kartu Bank Virtual

Kartu bank virtual adalah kartu kredit atau debit digital yang ada di e-wallet. Saat ini, beberapa bank di Indonesia sudah mulai menerapkan kartu kredit virtual. Menggunakan kartu virtual ini, pelanggan bisa melakukan pembayaran langsung di toko menggunakan NFC atau platform online lainnya.Setiap pembelian menggunakan kartu kredit virtual biasanya akan melalui proses otorisasi terlebih dahulu melalui aplikasi perbankan. Jadi, kartu virtual yang dicurigai bermasalah bisa dibatalkan dan diganti yang baru hanya dengan beberapa klik saja. Hal ini membuat transaksi menjadi lebih aman dan praktis.

Buy Now, Pay Later

Sistem Pay Later saat ini sudah sangat populer di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Trend fintech 2023 ini membantu mendorong penjualan, membantu pelanggan menggunakan barang sambil melakukan cicilan pembayaran, serta berkontribusi terhadap kesetiaan pelanggan jangka panjang.Meskipun praktis, trend ini juga memiliki risiko tersendiri. Pasalnya, tidak lagi ada yang menghentikan orang untuk membelanjakan uang yang belum mereka miliki. Risiko terjerat utang menjadi sangat tinggi sekali.

Alternative Lending

Alternative Lending atau P2P lending adalah layanan pinjaman yang diberikan melalui platform online atau yang dikenal juga dengan pinjaman online. Trend ini sudah tumbuh sejak tahun 2022 dan terus berkembang hingga saat ini. Trend ini menyatukan peminjam yang kurang mendapatkan manfaat dari pinjaman tradisional dan investor yang ingin memasuki pasar alternatif. Alternative lending ini paling populer di wilayah Asia Tenggara. Saat ini, banyak startup pinjaman alternatif yang menjadi jembatan antara peminjam dan investor.Alternative lending sangatlah berbeda dari proses pinjaman tradisional. Umumnya, proses pinjaman tradisional membutuhkan jaminan, persyaratan yang sangat ketat, dan waktu pemrosesan yang lama. Trend alternative lending menggunakan teknologi dan data analitik sehingga bisa memberikan pinjaman dengan lebih cepat dan mudah.Meskipun memiliki berbagai kemudahan dalam proses pengajuan dan pencarian, ada beberapa risiko yang berkaitan dengan trend ini. Salah satunya adalah tingkat bunga yang umumnya lebih tinggi dan kurangnya ketatnya regulasi yang mengatur fintech alternative lending jika dibandingkan dengan institusi keuangan tradisional.

See also  Mengenal Lebih Jauh Komponen Gaji Karyawan pada Bisnis Anda

Proptech 

Proptech atau property technology merupakan pemanfaatan teknologi untuk mencari, menjual, membeli, hingga mengelola properti. Tujuannya adalah agar pemilik, pengelola, maupun pemilik tanah bisa mengelola aset dengan lebih baik.Layanan ini memudahkan calon pembeli untuk mencari informasi tentang properti. Selain itu, pemilik properti juga tidak perlu kerepotan menyiapkan data properti karena semua informasi sudah tersedia di website.Memasarkan properti juga menjadi lebih mudah dengan menggunakan proptech. Internet menjadikan pemasaran menjadi lebih mudah melalui e-mail marketing dan content marketing.

Stablecoins

Trend fintech 2023 selanjutnya adalah stablecoins yang merupakan mata uang kripto jenis terbaru. Uang kripto memang menyebar luas dengan pemiliki domplet blockchain di dunia mencapai lebih dari 80 juta pengguna. Meskipun demikian, para investor khawatir tentang keuntungan dan kelayakan prediksi sebelumnya. Apalagi setelah terjadi krisis biaya mata uang kripto pada tahun 2022.Hal ini membuat stablecoins mulai diminati sebagai trend fintech global. Pasalnya, stablecoins menggabungkan transparansi dan desentralisasi blockchain dengan stabilitas mata uang yang didukung dengan nilai emas atau dolar. Hal ini menjadi pondasi yang kuat untuk membangun sistem keuangan digital secara terpusat. 

Biometrics

Industri fintech makin menguatkan keamanannya dengan mengadopsi teknologi inovatif seperti biometrics. Inovasi ini meningkatkan pengalaman pelanggan jika dibandingkan dengan bank tradisional. Pasalnya, pengguna bisa melakukan transaksi dengan cepat menggunakan identifikasi biometric seperti scan retina, sidik jari, pengenalan wajah, pola suara, dan lain-lain.Metode ini meningkatkan kemudahan dan keamanan yang tinggi karena karateristik biometric sangat sulit untuk dipalsukan dan setiap individu memiliki karakteristik biometric yang unik. Hal ini memastikan bahwa hanya pemilik rekening yang bisa melakukan transaksi.Tentu saja metode ini harus digunakan hanya sebagai bagian dari otentifikasi dua faktor atau transaksi tertentu saja. Menggabungkan beberapa pengenalan biometric akan memberikan keamanan yang jauh lebih baik daripada sekadar menggunakan kata sandi saja. Inilah mengapa biometric masih menjadi trend fintech 2023.

See also  Call To Action Adalah: Segala Hal yang Wajib Anda Ketahui Tentang CTA

Gamification

Keuangan dan investasi merupakan topik dan bidang yang sangat serius dan cenderung membuat stres. Trend gamification yang saat ini makin ramai digunakan sebenarnya berakar dari bonus dan program loyalty yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Namun kini bentukya sedikit diubah untuk menarik minat populasi urban golongan milenial dan Gen Z.Dua golongan masyarakat ini lebih menyukai fintech daripada perbankan tradisional. Poin loyalty yang dapat ditukar dengan hadiah juga sudah tidak cukup untuk mempertahankan mereka sebagai pelanggan fintech. Maka, gamifikasi menjadi solusi. Menambahkan beragam teknik permainan game membantu aplikasi fintech tetap menonjol dan bersaing. Tahun 2022 merupakan tahun yang bergejolak bagi fintech dan tahun 2023 bisa jadi akan lebih buruk. Namun, trend fintech 2023 ini bisa menjadi peluang bisnis yang layak untuk dicoba dan dikembangkan. Beralihlah ke platform fintech tepercaya seperti  for Business untuk kegiatan transaksi usaha Anda. Dengan menggunakan for Business, Anda bisa mengelola transaksi bisnis dengan cepat, mudah, dan aman dalam satu platform yang bisa diakses melalui web dashboard maupun aplikasi sesuai dengan kebutuhan Anda.Plaftom ini menggunakan teknologi otomasi dengan proses real time untuk setiap transaksi. Selain itu, adanya verifikasi otomatis juga membantu mencegah terjadinya kesalahan transfer. Dengan lisensi dari Bank Indonesia, for Business adalah aplikasi fintech yang tepat untuk usaha Anda. 



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!