Pusat perdagangan saham dan bursa perdagangan lainnya di New York terletak di sebuah jalan di pinggiran kota Manhattan, New York. Di Amerika, istilah “Wall Street” juga digunakan untuk merujuk pada “kepentingan finansial yang berpengaruh”.
Wall Street digunakan untuk menggambarkan perdagangan dalam skala besar, bukan untuk perdagangan skala kecil atau menengah. Istilah ini juga sering digunakan untuk mengacu pada para analis pasar, pemegang saham, dan lembaga keuangan seperti bank investasi.
Secara umum, kata “Wall Street” digunakan sebagai pengganti istilah “perusahaan swasta Amerika”, dan juga untuk membedakan antara kepentingan, budaya, dan gaya hidup dari bank investasi dengan perusahaan-perusahaan industri dan jasa lainnya.
Meskipun kata “Wall Street” memiliki makna bahwa perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa keuangan, bukan berarti perusahaan tersebut benar-benar berlokasi di jalan “Wall Street”.
Pada tahun 1929, Bursa Saham Wall Street mengalami kejatuhan yang menjadi awal dari era Great Depression. Hal ini menyebabkan stagnasi pembangunan gedung-gedung baru di distrik perdagangan.
Ketika World Trade Center hancur akibat Serangan 11 September 2001, bisnis di Wall Street juga mengalami dampak yang signifikan. Banyak perusahaan melakukan relokasi sementara atau permanen ke wilayah New Jersey, dan juga terjadi desentralisasi dengan peralihan kegiatan usaha ke kota-kota lain seperti Chicago dan Boston.
Dampak dari serangan tersebut terhadap Wall Street mendorong pembangunan distrik keuangan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah federal, negara bagian, dan pemerintah setempat memberikan insentif perpajakan untuk mendorong pembangunan distrik keuangan ini.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

