Risk Adjusted Return


811


Jenis Pengukuran Risiko yang Disesuaikan dengan Pengembalian

Dalam mengukur risiko dalam sebuah investasi, ada beberapa metode pengukuran yang digunakan. Metode-metode ini membantu investor dalam mengevaluasi risiko yang terkait dengan pengembalian investasi. Berikut adalah beberapa metode pengukuran risiko yang sering digunakan:

1. Alfa (Jensen’s alpha): Metode ini mengukur keunggulan atau kelemahan pengembalian suatu investasi dibandingkan dengan pasar secara keseluruhan. Alfa positif menunjukkan bahwa investasi menghasilkan pengembalian yang lebih baik daripada yang diharapkan dari pasar, sementara alfa negatif menunjukkan sebaliknya.

2. R-squared (kuadrat): Metode ini mengukur sejauh mana pergerakan harga suatu investasi terkait dengan pergerakan harga pasar secara keseluruhan. Nilai R-squared antara 0 dan 1, di mana nilai yang lebih tinggi menunjukkan korelasi yang lebih kuat dengan pasar.

3. Standar Deviasi: Metode ini mengukur tingkat variabilitas atau fluktuasi harga suatu investasi dari waktu ke waktu. Standar deviasi yang tinggi menunjukkan risiko yang lebih tinggi.

4. Rasio Sharpe: Metode ini mengukur keuntungan suatu investasi dibandingkan dengan risiko yang diambil. Rasio Sharpe dihitung dengan membandingkan keuntungan investasi dengan tingkat imbal hasil bebas risiko, dibagi dengan standar deviasi investasi. Semakin tinggi rasio Sharpe, semakin baik investasi tersebut.

5. Rasio Treynor: Metode ini mirip dengan rasio Sharpe, namun menggantikan tingkat imbal hasil bebas risiko dengan rata-rata pengembalian pasar. Rasio Treynor mengukur keuntungan investasi per unit risiko pasar.

Dalam pengukuran risiko, setiap metode menghasilkan hasil yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami metode pengembalian mana yang sesuai dengan tingkat risiko yang ingin diambil.

See also  Embargo

Contoh Pengukuran Risk Adjusted Return dengan Menggunakan Rasio Sharpe

Rasio Sharpe adalah salah satu metode pengukuran risiko yang populer digunakan dalam mengukur pengembalian yang disesuaikan dengan risiko. Metode ini mengukur keuntungan investasi yang melebihi tingkat imbal hasil bebas risiko, dengan mempertimbangkan standar deviasinya. Berikut adalah contoh pengukuran Risk Adjusted Return menggunakan Rasio Sharpe:

Misalkan Reksa Dana X memiliki pengembalian 9% selama satu tahun terakhir dan standar deviasi sebesar 7%. Sementara itu, Reksa Dana Y memiliki pengembalian 10% dan standar deviasi sebesar 9%. Jika tingkat suku bunga bebas risiko adalah 5%, berapa rasio Sharpe dari kedua Reksa Dana tersebut?

Untuk Reksa Dana X:
Rasio Sharpe = (9% – 5%) / 7% = 0,571

Untuk Reksa Dana Y:
Rasio Sharpe = (10% – 5%) / 9% = 0,556

Meskipun Reksa Dana Y memiliki tingkat pengembalian yang lebih tinggi, namun Reksa Dana X memiliki rasio Sharpe yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Reksa Dana X menghasilkan pengembalian yang lebih baik dibandingkan dengan risiko yang diambil, dibandingkan dengan Reksa Dana Y. Dengan kata lain, meskipun pengembalian Reksa Dana Y lebih tinggi, namun risiko yang diambil juga lebih tinggi daripada Reksa Dana X.

Dalam memilih investasi, penting untuk mempertimbangkan risiko yang diambil dan pengembalian yang diharapkan. Metode pengukuran risiko yang disesuaikan dengan pengembalian, seperti rasio Sharpe, dapat membantu investor dalam mengevaluasi dan membandingkan investasi yang berbeda.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!