Apa itu Red Flag? ini Pengertian, Ciri-ciri dan Contohnya


848



Red flag adalah salah satu istilah yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh generasi milenial dan gen Z, terutama dalam lingkup dunia kerja.Istilah ini sendiri mengacu pada situasi negatif dalam lingkungan pekerjaan, seperti rekan kerja dan pemimpin yang toxic, beban pekerjaan yang tidak sesuai dengan upah yang didapatkan, pemimpin yang tidak dapat menerima kesalahan dari karyawan sedikitpun, dan lain sebagainya.Bekerja dalam lingkungan yang red flag tentu akan membuat diri Anda merasa tidak termotivasi lagi dalam melakukan pekerjaan. Bahkan, lingkungan kerja yang red flag juga bisa mengganggu kesehatan fisik dan mental Anda. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai apa itu red flag hingga ciri-cirinya di tempat kerja, simak penjelasan artikel berikut sampai tuntas, ya!  

Apa itu Red Flag? 

Red flag artinya adalah sebuah peringatan atau indikator yang menunjukkan bahwa terdapat potensi masalah atau ancaman dalam suatu perusahaan. Dalam ruang lingkup lingkungan kerja, red flag berarti pekerjaan, rekan kerja, atau atasan yang toxic atau tidak membuat nyaman.Lingkungan kerja yang red flag tentu merupakan hal yang ingin dihindari oleh setiap karyawan. Ini karena bekerja dalam lingkungan yang toxic hanya akan membuat diri sendiri merasa stres serta dapat memberikan dampak yang serius terhadap kesehatan mental dan kesehatan fisik seorang karyawan.Bukan hanya itu, bekerja dalam lingkungan yang toxic juga tidak dapat membantu seorang karyawan dalam meningkatkan produktivitas serta mengembangkan karier dan skill yang dimilikinya ketika melakukan sebuah pekerjaan.  Baca Juga: Budaya Kerja yang Toxic dan Cara Mengatasinya 

See also  Tunjangan Makan untuk Karyawan, Apakah Wajib?

7 Ciri-ciri Red Flag di Tempat Kerja

red flagUntuk mengetahui apakah lingkungan pekerjaan yang Anda miliki terdapat unsur-unsur negatif yang mengarah ke budaya kerja yang toxic, Anda harus mengetahui beberapa ciri-ciri dari budaya kerja yang red flag seperti di bawah ini.

  • Harus siap kerja selama 24 jam dalam 7 hari
  • Perusahaan sering melakukan pergantian karyawan
  • Tidak memberikan ruang bagi karyawan dalam melakukan kesalahan
  • Tidak adanya transparansi antara perusahaan dengan karyawan
  • Perusahaan tidak mengakui hasil kerja yang sudah dilalui oleh karyawannya
  • Tidak adanya rasa kebersamaan antarsesama rekan kerja
  • Merasa bahwa perusahaan tidak memberikan kesempatan dalam mengembangkan karier yang Anda miliki

 

Contoh Red Flag di Lingkungan Kerja 

Untuk memberikan Anda gambaran lebih jelas dalam mengetahui lingkungan kerja yang red flag, berikut adalah beberapa contoh yang dapat Anda ketahui. 

1. Tidak Ada Rasa Kepercayaan

Seperti yang Anda ketahui, kepercayaan adalah salah satu hal yang cukup penting ketika seorang karyawan melakukan pekerjaan dengan anggota tim lainnya.Jika anggota yang di dalam tim tersebut tidak memiliki rasa kepercayaan antara satu sama lain, maka hal ini dapat menjadi salah satu peringatan bagi Anda bahwa perusahaan tersebut memiliki lingkungan kerja yang red flag. 

2. Perusahaan Menuntut Karyawan untuk Sempurna

Manusia sering melakukan kesalahan. Itulah mengapa, terkadang karyawan pun akan melakukan kesalahan dalam pekerjaannya.Namun, masih ada perusahaan yang tidak mau menoleransi kesalahan sekecil apapun yang dilakukan oleh karyawannya. Perusahaan tersebut memiliki lingkungan kerja yang toxic dan red flag.Dalam lingkungan kerja seperti ini, biasanya perusahaan akan menuntut seluruh karyawannya untuk melakukan pekerjaannya secara sempurna tanpa melakukan kesalahan sedikit pun. Jika terdapat karyawan yang melakukan kesalahan, maka perusahaan akan melayangkan hukuman kepada mereka. Padahal, perusahaan sebaiknya mendorong karyawan untuk memperbaiki kesalahannya tanpa menghakimi.Memaksa karyawan untuk bekerja dengan sempurna akan membuat budaya kerja di perusahaan menjadi tidak sehat. Ini karena karyawan akan menghalalkan segala cara untuk menutupi kesalahan yang diperbuatnya, termasuk dengan menjatuhkan orang lain agar posisinya tetap aman. 

See also  Rekomendasi Sistem HRIS Online untuk Perusahaan

3. Tidak Memiliki Batasan yang Jelas dalam Pekerjaan

Mendapatkan beban kerja di luar yang seharusnya biasanya menjadi salah satu masalah yang cukup sering dialami oleh para karyawan.Hal ini biasanya dapat terjadi karena manajemen perusahaan yang terlalu mendorong para karyawan untuk memberikan upaya dan kontribusi yang lebih kepada perusahaan, tanpa memikirkan kesehatan dan kesejahteraan para karyawan.Lebih parahnya lagi, terdapat beberapa perusahaan yang tidak membayar uang lembur ketika karyawan terpaksa untuk bekerja melebihi batas waktu yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Baca Juga: Apa Itu Boundaries? Perlukah Menerapkannya di Tempat Kerja? 

Perilaku HR yang Dianggap Red Flag bagi Karyawan 

Dalam mengetahui lingkungan kerja yang red flag, ternyata Anda bisa mengetahuinya bahkan sebelum Anda memasuki perusahaan tersebut. Hal ini dapat Anda ketahui ketika Anda melakukan proses perekrutan dengan seorang HR.Adapun beberapa perilaku HR yang dianggap red flag oleh karyawan, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Seorang HR yang ragu dalam memberitahukan gaji yang akan Anda dapatkan
  • Seorang HR yang tidak dapat memberikan alasan yang jelas mengapa perusahaan membutuhkan lowongan tersebut
  • Seorang HR yang terus mengatakan “ya” untuk semua yang Anda katakan tanpa merinci. Ada kemungkinan besar HR tersebut tidak mendengarkan Anda
  • Seorang HR yang terus mendesak Anda untuk menandatangani dokumen kontrak
  • Seorang HR yang selalu menanyakan alasan tentang liburan dan cuti yang menjadi hak Anda

 

Solusi Saat Menemukan Red Flag di Lingkungan Kerja 

Jika saat ini Anda sedang bekerja pada lingkungan kerja yang red flag, maka terdapat beberapa solusi bagi Anda dalam menghadapi hal tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut. 

1. Fokus Pada Diri Sendiri

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah fokus pada diri Anda sendiri. Ketika Anda sudah mulai bekerja, maka Anda harus bisa membatasi kehidupan pribadi Anda dengan kehidupan pekerjaan.Hal ini sendiri biasanya disebut dengan istilah work life balance, di mana Anda harus memberikan ruang yang seimbang di antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi.Melakukan work life balance dinilai dapat memberikan Anda waktu untuk beristirahat sejenak dan melakukan kegiatan yang Anda gemari serta untuk menjernihkan pikiran Anda dari pekerjaan. 

See also  Contoh Cara Membangun Sense of Belonging

2. Menjalin Hubungan Baik dengan Orang yang Anda Percaya

Ketika memasuki dunia kerja, Anda akan menemukan banyak individu dengan karakter dan kepribadian yang berbeda. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk menjalin hubungan baik dengan orang yang benar-benar bisa Anda percaya.Namun, perlu Anda ketahui juga, bahwa jangan sampai Anda memberikan kepercayaan 100% kepada rekan kerja. Ini karena Anda tidak dapat mengetahui hal apa saja yang akan dibicarakan oleh mereka di belakang Anda. 

3. Melakukan Hobi 

Bekerja dalam lingkungan yang toxic memang akan menguras banyak tenaga dan pikiran. Untuk menangani hal ini, Anda dapat menyempatkan diri untuk melakukan hobi yang Anda miliki, seperti menonton film, berolahraga, bermain game, dan lain sebagainya.Hal ini dilakukan agar Anda dapat menyegarkan pikiran setelah bekerja di lingkungan yang kurang kondusif. 

Kesimpulan

Red flag merupakan salah satu hambatan dalam bekerja untuk mendapatkan performa terbaik. Oleh karena itu  Jika Anda bekerja pada lingkungan yang toxic, maka pastikan untuk mementingkan diri Anda terlebih dahulu dibandingkan orang lain. Itulah informasi mengenai red flag dalam lingkup dunia kerja yang perlu Anda ketahui. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk Anda!



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!