Apa itu Peringkat Obligasi?
Peringkat Obligasi adalah suatu tingkat yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan penerbit obligasi dalam memenuhi kewajibannya dan menjadi acuan bagi investor sebelum membeli obligasi. Peringkat obligasi juga mempengaruhi tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor. Semakin rendah peringkat suatu obligasi, semakin tinggi tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor.
Peringkat obligasi umumnya terdiri dari 2 atau 3 huruf yang disertai dengan tanda atau angka, tergantung pada perusahaan pemeringkatnya. Terdapat 2 kelompok peringkat obligasi, yaitu:
-
Investment grade
- AAA atau Aaa.
- AA+, AA, dan AA- atau Aa1, Aa2, dan Aa3.
- A+, A, dan A- atau A1, A2, dan A3.
- BBB+, BBB, dan BBB- atau Baa1, Baa2, dan Baa3.
Obligasi yang memiliki peringkat investment grade menunjukkan bahwa obligasi tersebut layak untuk diinvestasikan dan aman karena perusahaan penerbitnya dapat membayar bunga dan pokok pinjaman. Bagi investor yang mencari investasi yang aman, mereka akan memilih obligasi dengan peringkat investment grade.
-
Non investment grade
- BB+, BB, dan BB- atau Ba1, Ba2, dan Ba3.
- B+, B, dan B- atau B1, B2, dan B3.
- CCC+, CCC, dan CCC- atau Caa1, Caa2, dan Caa3.
- CC+, CC, dan CC- atau Ca11, Ca2, dan Ca3.
- C+, C, dan C- atau C1, C2, dan C3.
Obligasi dengan peringkat non investment grade menunjukkan risiko default yang tinggi. Risiko default obligasi merujuk pada risiko bahwa perusahaan penerbit tidak mampu membayar kupon obligasi atau mengembalikan pokok obligasi. Perusahaan-perusahaan dalam kategori ini biasanya sulit mendapatkan pendanaan, sehingga mereka mengeluarkan obligasi dengan kupon yang tinggi, yang juga dikenal sebagai high yield bond. Biasanya, investor yang memilih jenis obligasi ini memiliki sifat spekulatif, karena imbal hasilnya bisa sangat tinggi jika perusahaan dapat memenuhi semua kewajibannya.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

