Lele Kembung? Jangan Panik! Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya!


854

Kembung adalah salah satu penyakit yang sering menyerang ikan lele. Dalam kasus terparah, penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada ikan lele. Lalu, apa penyebab lele kembung? Penyakit perut kembung pada lele merupakan penyakit di mana lele mengalami gangguan pertumbuhan secara langsung maupun tidak langsung karena kesulitan bergerak. Gangguan kesehatan lele ini disebabkan oleh bakteri jahat yang bisa menyerang semua jenis dan ukuran lele, baik ikan lele berukuran kecil maupun lele yang sudah dewasa. Jika tidak dapat ditangani, konsekuensi terburuknya adalah banyak ikan lele yang akan mati.

Gejala Perut Ikan Lele Kembung

Salah satu gejala ikan lele kembung yang mudah terdeteksi oleh pembudidaya ikan adalah saat ikan lele sering terlihat mengapung di permukaan air. Ikan lele juga terlihat kurang berenergi daripada hari-hari biasanya. Supaya dapat melakukan tindakan pengobatan dan pencegahan, sebaiknya ketahui terlebih dahulu gejala-gejala lele kembung.

1. Perut Terlihat Lebih Besar

Perhatikan dengan saksama, apakah ada lele yang Anda budidaya memiliki ciri fisik berupa perut yang lebih besar dibandingkan biasanya. Jika Anda kesulitan untuk memperhatikannya, Anda bisa acak memilih beberapa ikan untuk dijadikan sampling dan perhatikan apakah perutnya berukuran lebih besar dibandingkan hari-hari biasanya. Jika menemukan lele yang memiliki ciri fisik tersebut, Anda bisa menekan perutnya secara perlahan dan rasakan apakah terasa lembut atau tidak. Ikan lele kembung memiliki perut yang halus bila disentuh. Untuk membuktikannya, Anda bisa membelah perut tersebut. Jika ikan lele kembung, akan ada cairan bening yang keluar dari dalam perut.

2. Sering Terlihat Mengapung di Permukaan Kolam

Umumnya, lele jarang sekali terlihat berenang dan mengapung di permukaan kolam, terlebih lagi bila lele sudah memasuki usia dewasa. Kendati demikian, bila ada ikan lele yang sering terlihat berenang dan mengapung di permukaan kolam, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena hal tersebut merupakan gejala penyakit lele kembung.

See also  Cara Hitung Keuntungan dan Modal Tambak Udang Vaname

3. Penurunan Nafsu Makan

Gejala lainnya adalah penurunan nafsu makan. Lele memiliki kebiasaan selalu agresif saat diberi pakan. Namun bila ada lele yang terlihat kurang agresif, ikan tersebut sedang mengalami penurunan nafsu makan. Penurunan nafsu makan ini disebabkan oleh cairan bening yang mengendap di dalam perut ikan sehingga ikan kehilangan nafsu makannya.

4. Kehilangan Keseimbangan

Gejala yang terakhir adalah ikan lele berenang miring. Ikan yang terpapar penyakit lele kembung ini cenderung sulit mengatur keseimbangan tubuhnya saat berenang sehingga berenang dalam kondisi miring.

Penyebab Perut Ikan Lele Kembung

Penyebab lele kembung dapat diklasifikasikan ke dalam dua faktor, yakni faktor internal yang berasal dari dalam tubuh lele itu sendiri dan faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kondisi lingkungan ekosistem. Berikut ini 8 penyebab lele mengalami perut kembung.

1. Keadaan Air Kolam Kotor

Untuk melindungi sekaligus membersihkan dirinya, lele memanfaatkan lendir yang keluar dari kulitnya. Fungsi lendir adalah sebagai pengangkat kotoran yang menempel pada tubuh ikan lele. Pasalnya, ikan lele tidak memiliki sisik sehingga memproduksi lendir untuk melindungi diri. Lendir ini mengandung senyawa amonia dan tercampur begitu saja pada air kolam. Bila Anda menggunakan jenis kolam tanah, maka senyawa amonia ini bisa terurai di dasar kolam. Akan tetapi, bila Anda menggunakan jenis kolam lain, maka senyawa ini akan tercampur begitu saja di air. Bila air kolam jarang dibersihkan dan kotor, senyawa-senyawa ini akan ikut tertelan kembali dan menjadi penyebab lele kembung.

2. Air Kolam Memiliki Suhu Tinggi

Idealnya, kolam ikan memiliki suhu air antara 26-30 0C. Saat mengganti air kolam dengan air yang baru, Anda perlu memastikan bahwa suhu air telah ideal. Pada kondisi khusus setelah air hujan, biasanya suhu air kolam bisa meningkat dan berubah menjadi dingin. Suhu air kolam yang tinggi ini menjadi penyebab lele kembung dan bibit ikan lele mati muda.

3. Kurang Kadar Oksigen pada Air Kolam

Salah satu faktor eksternal penyebab ikan lele kembung adalah karena air kolam memiliki kadar oksigen yang kurang sehingga ikan sulit bernapas. Salah satu penyebabnya adalah air yang kotor.

See also  Cara Pemberian Pakan Udang Vaname Menurut Umur Udang

4. Jumlah Ikan Terlalu Banyak dalam Satu Kolam

Ada aturan sendiri mengenai ukuran kolam yang tepat sesuai dengan jumlah ikan di dalamnya. Semakin banyak ikan yang dibudidaya di dalam satu kolam, semakin besar ukuran kolam yang harus dibuat. Akibatnya bila Anda kurang memperhatikan hal ini, ikan lele akan terkena penyakit kembung karena terlalu banyak lendir yang diproduksi dalam satu kolam dan membuat kolam cepat kotor.

5. Pemberian Pakan dalam Jumlah Besar

Sekalipun lele memiliki sifat rakus alias nafsu makannya tinggi, tetap kurang tepat memberikan pakan ikan terlalu berlebihan. Anda perlu mengontrol takaran jumlah pakan yang diberikan supaya perut lele tidak membesar dan kembung. Saat ikan lele mengonsumsi pakan secara berlebihan, kapasitas di dalam perutnya melebihi batas dan terjadi gangguan kesehatan pada sistem pencernaannya. Solusinya adalah ikan perlu dipuasakan untuk menstabilkan ukuran tubuhnya.

6. Terpapar Bakteri Jahat

Faktor eksternal lainnya penyebab penyakit lele perut kembung adalah karena terpapar oleh bakteri jahat, yakni motile aeromonas septicemia. Bahkan, banyak kasus penyebab lele mati karena perut kembung karena bakteri jahat ini. Saat terpapar bakteri jahat, ikan air tawar bisa mengalami pendarahan kulit, tembolok, dan pangkal siripnya bagi ikan yang mempunyai sirip.

7. Gangguan Pencernaan

Faktor internal penyebab ikan lele kembung adalah gangguan pencernaan pada ikan lele dalam mengolah makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Jika ada organ tubuh yang kurang berfungsi maksimal, ikan lele bisa mengalami gangguan pada sistem pencernaan dan membuat perut kembung. Bukan hanya lele dewasa saja yang berpotensi mengalami gangguan sistem pencernaan, bibit ikan lele pun berpotensi mengalami hal serupa.

8. Penurunan Sistem Imun Tubuh

Faktor internal yang terakhir yang menjadi penyebab lele kembung adalah penurunan sistem imunitas tubuh ikan lele. Saat kondisi imun tubuh menurun, maka semua jenis bakteri dan virus jahat akan dengan mudah memasuki tubuh lele sehingga berpotensi menimbulkan jenis penyakit ikan lainnya.

Cara Mengobati Penyakit Ikan Lele Kembung

Saat mendapati ikan lele memiliki gejala lele kembung, Anda akan mencari tahu penyebab lele kembung. Langkah selanjutnya adalah cara mengobati lele tersebut supaya tidak mati dan tidak menyebarkan penyakit kepada ikan yang lain. Berikut ini cara mengobati penyakit lele perut kembung:
– Lakukan isolasi atau karantina terhadap lele yang kembung dengan yang sehat.
– Biarkan air mengalir secara terus-menerus sampai mencapai volume 80% dari kolam.
– Tambahkan garam ke kolam, dengan dosis satu sendok teh garam untuk 1 galon air kolam.
– Terapkan sistem puasa atau berikan pakan dalam jumlah sedikit.
– Taburkan antibiotik untuk lele kembung, atau
– Campurkan pakan ikan dengan probiotik untuk lele kembung.

See also  Cara Baru Memperoleh Izin Budidaya (SIUP Tambak Udang)

Selanjutnya, bersihkan kolam budidaya ikan lele dan ganti airnya dengan yang baru. Ingat, salah satu penyebab penyakit lele kembung adalah terhisapnya lendir tubuh lele oleh ikan lele itu sendiri. Oleh karena itu, supaya lele yang sakit dan lele yang masih sehat tidak memakan lendir tersebut, Anda perlu membersihkan kolam dan mengganti airnya dengan yang baru. Idealnya, Anda perlu menguras kolam ikan lele dewasa sebanyak dua minggu sekali, sedangkan kolam anakan lele bisa Anda bersihkan sebanyak satu kali seminggu.

Setelah kolam dikuras, kolam perlu dibersihkan dan diganti dengan air yang baru. Anda juga perlu menambahkan beberapa ramuan alami seperti daun kemangi, serai, bawang putih, kunyit, lada, temulawak, gula merah, dan kencur.

Langkah Pencegahan Penyakit Ikan Lele Kembung

Daripada mengobati, lebih baik Anda mencegah terjadinya penyakit lele perut kembung agar bisa meminimalkan potensi kerugian yang akan dialami akibat ikan yang sakit dan mati muda. Berikut ini langkah-langkah untuk mengantisipasi agar lele tidak terkena penyakit kembung:
– Pantau kondisi air kolam secara berkala.
– Pastikan air kolam memiliki kadar oksigen dan kadar asam yang netral, serta memiliki suhu tidak terlalu dingin.
– Rutin membersihkan dan mengganti air kolam dengan yang baru.
– Gunakan pakan ikan lele yang memiliki nutrisi baik.
– Kontrol pemberian pakan ikan.
– Berikan vaksin khusus untuk membentuk daya imunitas tubuh.
– Berikan probiotik dan pupuk organik.

Tips Pemberian Pakan Supaya Ikan Lele Tidak Kembung

Seringnya, penyebab lele kembung adalah pemberian jumlah pakan yang terlalu banyak. Sekalipun ikan lele memiliki sifat rakus atau nafsu makannya tinggi, Anda tidak boleh memberikan pakan dalam jumlah yang banyak hanya karena ingin mempercepat pertumbuhan ikan lele. Justru, yang akan terjadi saat ikan mengonsumsi pakan dalam jumlah yang banyak adalah terjadinya gangguan sistem pencernaan yang membuat perut ikan kembung. Ada aturan khusus pemberian pakan ikan lele berdasarkan total bobot ikan secara keseluruhan atau usia tebar benih. Penebaran pakan untuk benih ikan dilakukan sebanyak 4-5 kali sehari, sedangkan untuk ikan dewasa cukup 3 kali sehari. Lakukan tebar pakan ikan secara merata di setiap sisi kolam agar semua ikan mendapatkan makanan secara adil.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!