Mudahnya Membeli Token Listrik Lewat OCTO Mobile


839


Mudahnya Membeli Token Listrik Lewat mobile banking

Sudah beberapa tahun ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) menawarkan dua jenis listrik kepada konsumennya. Pertama, ada listrik pascabayar atau listrik meteran yang merupakan infrastruktur konvensional. Dan yang kedua, ada listrik prabayar atau yang lebih dikenal dengan istilah token listrik.

Token listrik ternyata memiliki banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia. Sistem prabayar ini memberikan keleluasaan bagi masyarakat dalam mengelola penggunaan dan pembayaran listrik dengan lebih mudah. Namun, masih banyak hal yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat tentang token listrik.

Apa itu token listrik?

Awalnya, PLN memperkenalkan token listrik dengan nama Listrik Pintar. Namun, karena penggunaan sistem token sebagai pembayaran dan isi ulang listrik, masyarakat lebih mengenalnya dengan nama token listrik atau listrik token. Inovasi ini pertama kali diperkenalkan di Jawa Barat.

Setelah melihat kesuksesan inovasi token listrik, PLN mulai meningkatkan kuantitasnya untuk menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Token listrik hadir sebagai opsi yang ditawarkan oleh PLN berdasarkan sistem yang sudah lebih dulu populer dan sukses dari perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia juga terdapat dua sistem pembayaran telekomunikasi, yaitu pascabayar dan prabayar.

Keuntungan token listrik

Kehadiran token listrik dianggap sebagai inovasi yang menguntungkan masyarakat, terutama dalam aspek keuangan. Sekarang, masyarakat Indonesia tidak perlu membayar harga batas dasar penggunaan listrik dan hanya perlu membayar sesuai dengan penggunaannya.

See also  Impor Adalah: Arti, Jenis, dan Contohnya

Proses pembelian token listrik juga cukup mudah dan tidak memakan banyak waktu. Saat ini, sudah banyak kanal pembelian secara online yang dapat dilakukan untuk mengisi pulsa listrik di rumah. Dengan kata lain, Anda tidak perlu pergi ke kantor PLN di wilayah Anda hanya untuk mengisi ulang listrik Anda saat ini.

Perbedaan listrik prabayar dan pascabayar

Secara sistem atau metode pembayaran, perbedaan antara listrik prabayar dan pascabayar mudah ditemukan. Namun, selain itu, masih terdapat perbedaan lain yang dapat dipahami terkait dengan token listrik dan listrik abodemen. Keduanya memiliki keuntungan dan kekurangannya masing-masing.

  1. Listrik prabayar

    Skema penggunaan listrik prabayar mirip dengan penggunaan pulsa pada telekomunikasi. Anda harus membeli pulsa atau token listrik terlebih dahulu untuk menggunakan layanan listrik ini. PLN menawarkan harga token mulai dari 20 ribu rupiah.

    Besaran harga pulsa listrik perlu disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari. Misalnya, jika Anda membeli pulsa listrik sebesar 100 ribu rupiah, maka total daya listrik yang Anda terima sekitar 73,96 kWh.

    Untuk pemakaian di kos atau jika Anda tinggal sendirian, pulsa listrik sebesar 100 ribu rupiah dapat bertahan selama satu bulan. Namun, jika digunakan untuk rumah tangga, pulsa listrik tersebut mungkin tidak cukup untuk satu bulan.

    Jika pulsa listrik Anda hampir habis, meteran listrik token biasanya akan mengeluarkan suara sebagai tanda. Jika dibiarkan habis, pasokan listrik akan terputus secara otomatis.

    Keuntungan dari listrik prabayar adalah Anda memiliki kebebasan dalam mengelola penggunaan listrik sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Namun, jika penggunaan listrik di rumah cukup besar, Anda perlu mengisi pulsa dengan nominal yang besar. Selain itu, Anda juga harus memeriksa meteran listrik token secara teratur agar terhindar dari pemutusan otomatis yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

  2. Listrik pascabayar

    Sistem listrik pascabayar berarti Anda dapat menggunakan listrik sesuai dengan kebutuhan tanpa harus membeli pulsa terlebih dahulu. Anda akan menerima tagihan setiap bulan berdasarkan pemakaian listrik selama satu bulan.

    Agar pembayaran tidak melebihi kemampuan keuangan, penting bagi Anda untuk bijak dalam menggunakan listrik untuk aktivitas sehari-hari. Selain itu, Anda juga tidak perlu khawatir listrik terputus secara otomatis secara tiba-tiba.

    PLN akan memutus pasokan listrik secara otomatis jika Anda memiliki tunggakan tagihan dalam beberapa bulan. Namun, Anda juga perlu waspada sebagai pelanggan listrik pascabayar. Kadang-kadang, ada orang yang mengaku sebagai petugas PLN untuk mencatat meteran listrik.

    Pencatatan tersebut dilakukan untuk memperbarui basis data penggunaan listrik Anda setiap bulan. Namun, terkadang juga ada pelaku kriminal yang mengaku sebagai petugas PLN untuk mencatat meteran agar bisa masuk ke rumah Anda. Jika Anda merasa bahwa orang tersebut mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang setempat.

Cara mengecek tagihan listrik

Sebagai pengguna token listrik, Anda tidak perlu repot-repot mengecek tagihan listrik kapan pun. Anda memiliki hak untuk menggunakan listrik sesuai dengan pulsa yang Anda bayar. Namun, jika Anda masih menjadi pelanggan listrik pascabayar PLN, disarankan untuk secara rutin mengecek penggunaan listrik Anda.

Saat ini, Anda dapat memeriksa tagihan listrik secara online dengan dua cara berikut:

  1. Melalui PLN Mobile

    Pastikan Anda telah mengunduh aplikasi PLN Mobile di smartphone Anda. Selanjutnya, pilih menu “Informasi” dan ketuk bagian “Informasi Tagihan dan Token Listrik”. Masukkan nomor pelanggan Anda, dan rincian tagihan listrik per bulan akan ditampilkan.

  2. Melalui fitur SMS

    Cara lain untuk mengecek tagihan listrik adalah melalui SMS. Anda dapat mengirim pesan dengan mengetikkan “REK (spasi) nomor pelanggan” dan mengirimkannya ke 8123. Sistem PLN akan mengirimkan balasan dengan rincian tagihan yang Anda miliki.

Cara mengisi token listrik melalui mobile banking

Meskipun Anda tidak perlu mengecek tagihan listrik secara rutin, penting bagi Anda untuk dapat mengisi token listrik kapan saja dan di mana saja. Salah satu cara mudah yang dapat Anda lakukan adalah dengan membeli token listrik melalui mobile banking.

  1. Login ke mobile banking

    Jika Anda nasabah , pastikan Anda telah mengunduh mobile banking di smartphone Anda. Jika belum, Anda dapat mengunduhnya melalui App Store, Google Play Store, atau Huawei AppGallery. Masukkan user ID dan password yang Anda daftarkan. Anda juga dapat mengaktifkan autentikasi biometrik seperti sidik jari atau Face ID untuk kemudahan login di masa depan.

  2. Pilih menu pembayaran tagihan

    Setelah berhasil login, Anda dapat memilih menu pembayaran tagihan yang ada di halaman utama aplikasi mobile banking. Lanjutkan dengan memilih pembelian token pada menu listrik. Jika Anda menggunakan listrik prabayar, pilih menu token. Jika Anda menggunakan listrik meteran, pilih menu tagihan listrik.

  3. Masukkan data pelanggan

    Masukkan ID pelanggan Anda dan lanjutkan dengan memilih nominal token listrik yang Anda butuhkan. Pastikan Anda memiliki dana yang cukup di rekening Anda untuk membeli token tersebut.

  4. Identifikasi dan konfirmasi

    Pastikan Anda melakukan konfirmasi untuk memeriksa data dan pembelian token. Lanjutkan dengan memasukkan PIN mobile banking Anda. Setelah pembelian berhasil, Anda dapat langsung memasukkan kode token ke meteran listrik prabayar untuk menggunakan listrik kembali.

Selain untuk pembayaran tagihan, Anda juga dapat membuka rekening dan mengajukan kartu kredit melalui mobile banking. Dengan fitur pembayaran QRIS, Anda juga dapat menggunakan aplikasi mobile banking sebagai sarana pembayaran untuk transaksi nontunai yang lebih mudah. Temukan manfaat mobile banking lainnya di sini.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

See also  Cara Daftar PayPal yang Mudah, Praktis, dan Cepat