Apa itu Bank Federal Reserve?
Bank Federal Reserve adalah sebuah institusi yang didirikan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk berfungsi sebagai bank sentral. Institusi ini merupakan kelanjutan dari Bank Pertama Amerika Serikat (1791-1811) dan Bank Kedua Amerika Serikat (1818-1824), Departemen Keuangan Independen (1846–1920), dan Sistem Perbankan Nasional (1863–1935). Lembaga-lembaga ini bertanggung jawab atas kebijakan keuangan yang meliputi pengaruh kepentingan pribadi, keseimbangan masalah ekonomi regional, pencegahan kepanikan keuangan, dan jenis cadangan yang digunakan untuk mendukung mata uang.
Setiap Bank Federal Reserve mendanai operasinya sendiri, terutama melalui bunga pinjaman dan kepemilikan sekuritas. Pengeluaran dan dividen yang dibayarkan merupakan sebagian kecil dari pendapatan tahunan Bank Federal Reserve. Bank-bank tersebut dapat menyimpan sebagian pendapatan mereka dalam dana surplus yang terbatas hingga $7,5 miliar di seluruh sistem. Sisanya harus ditransfer melalui Dewan Gubernur kepada Sekretaris Perbendaharaan, yang kemudian menyetorkannya ke dana umum Perbendaharaan.
Fungsi & Peran Bank Federal Reserve
Bank Federal Reserve menyediakan berbagai layanan kepada pemerintah federal dan sektor swasta, antara lain:
- Menjadi tempat penyimpanan cadangan bank.
- Memberikan pinjaman kepada bank untuk menutupi defisit dana jangka pendek, siklus bisnis musiman, atau permintaan likuiditas yang luar biasa.
- Mengumpulkan dan mengkliring pembayaran antar bank.
- Mengeluarkan uang kertas sebagai mata uang yang beredar secara umum.
- Mengelola akun deposito pemerintah federal.
- Melakukan lelang dan pembelian kembali utang federal.
Secara historis, Bank Federal Reserve memberikan kompensasi kepada bank-bank anggota dengan membayar dividen dari pendapatan yang dibatasi oleh hukum hingga 6% sebagai imbalan atas menjaga cadangan pada deposito. Pada tahun 2008, Undang-Undang Stabilisasi Ekonomi Darurat (Emergency Economic Stabilization Act atau EESA) memberi Bank Federal Reserve wewenang untuk membayar bunga atas cadangan bank anggota. Kemudian, pada tahun 2015, FAST Act memberlakukan batas dividen tambahan yang sama dengan hasil yang ditentukan dalam lelang Treasury Note dalam 10 tahun terakhir.
Meskipun semua Bank Federal Reserve memiliki otoritas hukum untuk melakukan operasi pasar terbuka dan lelang utang federal, dalam praktiknya hanya Federal Reserve Bank of New York yang melakukan hal tersebut. Bank ini mengelola System Open Market Account (SOMA), yang merupakan portofolio surat berharga yang diterbitkan atau dijamin oleh pemerintah dan dibagikan kepada semua Bank Federal Reserve.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

