Manusia kerap menggunakan intuisi dalam mengambil keputusan. Namun, saat perlu mengambil keputusan untuk bisnis, kita tidak bisa hanya mengandalkan intuisi semata. Kita perlu memanfaatkan data-data yang relevan untuk dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Nah, data driven adalah pemanfaatan data untuk mengambil keputusan ini. Melalui data yang ada, perusahaan dapat menganalisis tren dan perkembangan yang terjadi dalam bisnis. Dengan berbasis data, segala keputusan yang diambil bukan lagi hanya berdasarkan penilaian subjektif semata tapi juga berdasarkan pertimbangan objektif yang sesuai dengan keperluan bisnis. Lantas, seperti apa sebenarnya penggunaan data driven untuk membantu perusahaan? Mari simak lebih jauh bersama!
Pengertian Data Driven
Data driven adalah sebuah pendekatan pengambilan keputusan berbasis data bukan lagi intuisi. Di sini, data mengambil peranan penting dalam perusahaan, di mana segala keputusan yang diambil akan bergantung sepenuhnya kepada data.
Organisasi yang menggunakan pendekatan ini akan mengimplementasikan penggunaan data dalam proses menjalankan organisasi. Di mana analisis data dan penggunaannya bukan hanya tugas departemen IT atau spesialis data, tetapi seluruh divisi yang ada di organisasi.
Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mendapatkan akurasi dan validasi yang tinggi dalam menjalankan segala tindakan.
Alasan Pentingnya Data Driven bagi HR
Mengutip dari Harvard Business School, organisasi yang didorong oleh data dalam pengambilan keputusan akan mengalami peningkatan 3 kali lebih signifikan daripada yang tidak. Fakta ini diketahui berdasarkan survei yang dilakukan oleh PwC terhadap lebih dari 1000 eksekutif senior. Itulah mengapa penting bagi perusahaan untuk menerapkan data driven dalam kegiatan organisasi. Selain itu, ada beberapa alasan lainnya mengapa data driven penting, yaitu:
1. Membuat Pekerjaan Lebih Terarah
Penerapan data driven membuat pekerjaan akan lebih terarah. Nantinya, data tersebut dapat memberikan gambaran tentang hal-hal yang berkaitan tentang pekerjaan. Misalnya, data tentang produktivitas karyawan dapat membantu HR mengidentifikasi area di mana pelatihan atau pengembangan diperlukan. Dengan demikian, HR dapat merencanakan pelatihan yang lebih efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan.
2. Membantu Proses Pengambilan Keputusan
Penggunaan data membuat pengambilan keputusan bisa dilakukan secara tepat dan cepat. Ini karena data driven adalah proses memberikan data-data yang penting, mulai dari perilaku pelanggan, tren pasar, sampai demografi pelanggan yang tentunya akan berguna bagi perusahaan dalam membuat kebijakan dan pengambilan keputusan. Sebagai contoh, jika perusahaan ingin memutuskan apakah akan memperluas operasi ke pasar baru, data tentang pertumbuhan pasar, potensi pelanggan, dan persaingan di pasar tersebut dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih terinformasi.
3. Sebagai Bahan Memprediksi Masa Depan
Adanya data driven membuat perusahaan dapat memprediksi masa depan. Hal ini juga tidak lepas dari sisi akurasi data driven, di mana Anda bisa melakukan berbagai prediksi masa depan. Misalnya, HR dapat menggunakan data historis tentang turnover karyawan untuk memprediksi kemungkinan karyawan lain yang mungkin akan berhenti, sehingga langkah-langkah retensi dapat diambil lebih awal.
4. Mengidentifikasi Kebutuhan Perusahaan
Analisis kebutuhan perusahaan perlu dilakukan untuk meningkatkan performa perusahaan. Cara untuk mengenali kebutuhan perusahaan adalah dengan mengumpulkan, menyaring, dan menyimpulkan data. Lewat ketiga aktivitas tersebut, manajemen perusahaan dapat mengidentifikasi kebutuhan perusahaan ke depannya, terutama kegiatan operasional perusahaan yang harus dilakukan, ditingkatkan, dan diefisiensikan.
5. Meningkatkan Produktivitas
Mengutip penelitian yang dilakukan oleh MIT Center for Digital Business, manajemen keputusan dengan data driven akan membantu organisasi meningkatkan produktivitas lebih tinggi sampai dengan 4 persen dan meningkatkan profit sebesar 6 persen. Ini karena proses dalam pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih singkat sehingga perusahaan dapat mengalokasikan waktu dan fokus pada aspek operasional yang lebih penting. Dengan data yang tepat, HR dapat mengidentifikasi karyawan yang mungkin memerlukan pelatihan tambahan, manajer yang perlu dipromosikan, atau area di mana otomatisasi dapat meningkatkan efisiensi.
Contoh Penerapan Data Driven dalam Manajemen SDM
Sudah banyak perusahaan dan organisasi besar yang menggunakan data driven dalam proses operasional mereka dan hasilnya sangat positif. Contoh penerapan data driven di perusahaan adalah:
1. Leadership Development di Google
Sudah sejak lama Google menggunakan people analytics dalam organisasi mereka. Google menerapkan apa yang disebut dengan Project Oxygen yang digunakan untuk mengumpulkan data karyawan terkait dengan ulasan kinerja dan membandingkan data dengan tingkat retensi karyawan. Data tersebut digunakan Google untuk mengidentifikasi perilaku manajerial yang memiliki kinerja tinggi dan membuat program pelatihan untuk mengembangkan kompetensi ini. Hasilnya adalah peningkatan kemampuan kepemimpinan di seluruh organisasi Google.
2. Real Estate Decisions di Starbucks
Sebelum setenar hari ini, Starbucks pernah mengalami masa kelam pada 2008 lalu. Pada tahun itu, ratusan lokasi Starbucks ditutup. Lalu, CEO Starbuck saat ini, Howard Schultz kemudian mengambil pendekatan lebih analitis untuk mengidentifikasi lokasi toko di masa depan. Saat ini Starbucks sendiri bermitra dengan perusahaan analisis lokasi untuk menentukan lokasi toko yang ideal berdasarkan data seperti demografi dan pola lalu lintas. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan masukan dari tim regional sebelum mengambil keputusan. Hasilnya adalah ekspansi yang lebih cerdas dan efektif ke berbagai lokasi.
3. Mendorong Penjualan di Amazon
Amazon menggunakan data untuk memutuskan produk mana yang harus mereka rekomendasikan kepada pelanggan berdasarkan pembelian dan pola mereka dalam melakukan pencarian. Tidak secara membabi buta menyodorkan berbagai produk, Amazon menggunakan machine learning untuk mendorong rekomendasi produk. McKinsey memperkirakan bahwa di tahun 2017 ada 35% pembelian Amazon bersumber dari sistem rekomendasi mereka. Dengan data driven, Amazon dapat meningkatkan penjualan dan kepuasan pelanggan secara signifikan.
4. Pengembangan Karir di Netflix
Netflix adalah salah satu perusahaan yang dikenal sangat memahami kebutuhan pelanggan mereka. Tapi tidak hanya di bidang konten, Netflix juga menggunakan data driven untuk mengembangkan karir karyawan. Mereka mengumpulkan data tentang kinerja karyawan, penggunaan cuti, dan sejumlah faktor lainnya untuk memahami lebih baik tentang karyawan mereka. Dengan data ini, Netflix dapat memberikan saran karir yang lebih baik kepada karyawan dan menyesuaikan perkembangan karir mereka sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Kesimpulan
Penerapan data driven dalam manajemen SDM adalah langkah yang penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberhasilan bisnis secara keseluruhan. Dengan menggunakan data untuk mendukung pengambilan keputusan, perusahaan dapat memahami lebih baik tentang karyawan mereka, mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian lebih, dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis mereka. Dalam dunia yang semakin terhubung dan kompetitif, data driven adalah salah satu alat terpenting yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan yang ingin berkembang dan berhasil. Jadi, apakah perusahaan Anda sudah siap untuk menjadi data driven?
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

