Pengertian Boikot
Boikot merupakan tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk menolak menggunakan, membeli, atau berurusan dengan seseorang, produk, atau organisasi tertentu. Tujuan dari boikot adalah untuk memaksa pihak yang diboikot untuk mengubah kebijakan atau perlakuan yang dianggap tidak adil. Boikot umumnya dilakukan secara terorganisir dan tanpa menggunakan kekerasan.
Sejarah Boikot
Kata “boikot” berasal dari nama Charles Boycott, seorang agen dan pengelola tanah asal Inggris. Pada masa lampau, petani memohon kepada Charles Boycott agar menurunkan harga penggarapan lahan pertanian. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh Boycott. Sebagai balasan, para petani sepakat untuk tidak menggarap lahan pertanian tersebut. Akhirnya, Boycott mengalah dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai tanggung jawab terhadap gerakan mogok kerja yang dilakukan oleh para petani.
Pada tahun 1950-an hingga 1960-an, boikot menjadi salah satu bentuk aksi yang dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak sipil di Amerika. Aksi boikot tersebut bertujuan untuk melawan kesenjangan sosial dan politik yang ada, seperti rasisme di suatu tempat atau perusahaan tertentu.
Bentuk-Bentuk Boikot
1. Boikot Konsumen
Boikot konsumen adalah tindakan di mana masyarakat umum dihimbau untuk tidak membeli produk dari perusahaan yang menjadi target boikot. Aksi boikot konsumen biasanya diorganisir oleh grup aktivis sosial sebagai bentuk protes terhadap praktek yang dianggap tidak adil atau tidak etis. Contohnya adalah boikot terhadap Walt Disney yang pernah memakai kertas dari Indonesia.
2. Boikot Business to Business
Boikot business to business dilakukan sebagai upaya perlindungan suatu bisnis terhadap bisnis lain. Aksi boikot ini dapat merusak secara material dan sering disebut sebagai balas dendam. Contohnya adalah pemboikotan produk Apple di Tiongkok saat perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. Beberapa perusahaan Tiongkok memboikot produk Apple dan memberikan subsidi kepada karyawan yang ingin membeli smartphone Huawei.
3. Boikot “Employee Walkout”
Boikot “employee walkout” adalah tindakan pemogokan buruh di mana karyawan melakukan mogok kerja untuk melakukan protes terhadap perusahaan. Meskipun secara pengertian “walkout” berarti “resign”, di beberapa negara karyawan yang melakukan mogok secara kolektif dapat diberhentikan.
Faktor Keberhasilan Aksi Boikot
Keberhasilan aksi boikot dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
1. Keikutsertaan Simpatisan Aksi
Jumlah simpatisan yang ikut serta dalam aksi boikot sangat mempengaruhi keberhasilannya. Semakin banyak orang yang terlibat dalam aksi pemboikotan, semakin besar kemungkinan tujuan boikot dapat tercapai.
2. Waktu Boikot Berlangsung
Waktu yang tepat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan aksi boikot. Boikot harus dilakukan pada waktu yang sesuai agar tujuannya dapat tercapai.
3. Tokoh atau Organisasi
Aksi boikot yang dipimpin oleh tokoh atau organisasi kelompok tertentu memiliki efektivitas yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan tokoh atau organisasi tersebut lebih mudah mempengaruhi orang lain untuk ikut serta dalam aksi pemboikotan.
4. Riset
Sebelum melaksanakan aksi boikot, riset menjadi hal penting yang harus dilakukan. Hal ini bertujuan agar aksi boikot dapat berjalan berdasarkan fakta dan tujuan boikot dapat lebih mudah tercapai.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

