Apa itu Kurban? Ini Hukum, Syarat, dan Tradisinya
Kurban merupakan salah satu sunnah yang dilakukan oleh umat Islam setiap tahunnya, tepatnya pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah. Kegiatan kurban ini dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha. Banyak umat muslim yang sudah akrab dengan istilah ini. Secara harfiah, kurban atau qurban memiliki arti menyembelih hewan. Secara istilah, kurban artinya menyembelih hewan tertentu pada Hari Raya Idul Adha sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Kurban dilakukan sebagai bentuk syukur umat muslim atas segala nikmat yang diberikan Allah. Oleh karena itu, daging hewan kurban harus dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan sebagai bentuk saling berbagi.
Dasar Hukum dan Syarat Kurban
Hukum kurban di Indonesia terbagi menjadi dua pendapat yang berbeda. Sebagian ulama menyatakan bahwa kurban itu wajib, sedangkan sebagian lainnya menyatakan bahwa kurban itu sunnah muakkad.
Bagi sebagian ulama yang menyatakan kurban wajib, pendapat ini didasarkan pada Surat Al Kautsar ayat 2 yang artinya: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”
Sedangkan sebagian ulama yang menyatakan kurban sunnah muakkad, pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Ahmad dan Ibnu Majah yang artinya: “Barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.”
Hukum sunnah muakkad berarti kurban tidak diwajibkan, tetapi sangat dianjurkan khususnya bagi umat muslim yang mampu. Pendapat ini dipercaya oleh sebagian besar umat muslim sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadis tersebut. Imam Malik dan Imam al-Syafi’i juga menguatkan bahwa kurban merupakan ibadah yang dianjurkan bagi umat muslim yang mampu agar mendapatkan pahala dan keridhoan dari Allah SWT.
Berkurban memiliki banyak keistimewaan. Selain sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah, kurban juga dapat meningkatkan pengorbanan untuk kepentingan agama Allah dan menenangkan jiwa.
Hikmah ini sesuai dengan hadis riwayat Tirmidzi yang artinya: “Tidak ada amalan yang lebih dicintai oleh Allah pada Hari Raya Qurban selain menyembelih hewan. Hewan qurban ini kelak pada hari kiamat akan datang dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Sebelum darah qurban mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka tenangkanlah jiwa dengan berqurban.”
Selain memperhatikan dasar hukum yang berlaku, pelaksanaan kurban juga harus memenuhi syarat lainnya, salah satunya adalah syarat hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam. Secara umum, hewan yang memenuhi syarat sah kurban adalah jenis hewan ternak seperti unta, sapi, kerbau, domba, dan kambing. Di Indonesia, sapi, domba, dan kambing biasanya dipilih sebagai hewan kurban. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), terdapat 9 syarat hewan kurban yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Mata hewan tidak buta
2. Telinga tidak terpotong
3. Kaki tidak pincang
4. Tanduk sempurna
5. Tidak sedang sakit atau memiliki penyakit tertentu
6. Ekor tidak terpotong
7. Tidak kurus
8. Tidak berkudis
9. Tidak sedang hamil atau menyusui
Pastikan memilih jenis hewan kurban yang sesuai dengan syarat sah, bukan hewan ternak unggas, ikan, atau jenis lainnya. Selain itu, perhatikan juga usia hewan kurban sesuai dengan takaran yang ditetapkan dalam syariat Islam, yaitu:
– Domba minimal berusia 1 tahun atau telah berganti gigi.
– Kambing minimal berusia 2 tahun dan telah masuk tahun ketiga dari usianya.
– Unta minimal berusia 5 tahun dan telah atau sedang masuk ke tahun keenam dari usianya.
– Sapi atau kerbau minimal berusia 3 tahun dan telah masuk tahun ketiga dari usianya.
Tradisi Kurban di Indonesia
Perayaan Idul Adha merupakan hari besar keagamaan yang dinanti-nanti oleh umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, Idul Adha dikenal dengan sebutan “lebaran haji” karena waktu pelaksanaannya bertepatan dengan musim haji, di mana jemaah haji dari seluruh dunia sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, Mekkah.
Selain menyembelih hewan kurban, terdapat beragam tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat di beberapa daerah di Indonesia, antara lain:
1. Tradisi Gamelan Sekaten di Cirebon
Perayaan Idul Adha di Cirebon dikenal dengan tradisi gamelan sekaten yang dipercaya sebagai bentuk dakwah dari Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh penyebar agama Islam di tanah Cirebon. Tradisi ini masih dilakukan oleh sebagian besar warga Cirebon saat Idul Fitri dan Idul Adha. Ciri khasnya adalah adanya alunan gamelan yang berada di sekitar Keraton Kasepuhan Cirebon yang dibunyikan setelah Sultan Keraton Kasepuhan keluar dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
2. Tradisi Grebeg Gunungan di Yogyakarta
Tradisi ini dilakukan oleh sebagian umat muslim di Yogyakarta dengan mengarak hasil bumi dari Keraton hingga Masjid Gede Kauman. Tradisi ini biasanya melibatkan 3 buah gunungan yang terbuat dari sayuran dan buah-buahan. Selain Idul Adha, tradisi ini juga dilaksanakan saat Idul Fitri. Tradisi ini dipercaya akan mendatangkan rezeki bagi umat muslim di Yogyakarta.
3. Tradisi Apitan di Semarang
Tradisi Apitan dilakukan oleh sebagian warga Semarang sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki berupa hasil bumi yang diberikan oleh Allah. Tradisi ini melibatkan pembacaan doa yang dilanjutkan dengan arak-arakan hasil bumi atau hasil tani dan ternak, yang kemudian dibagikan secara rebutan oleh warga setempat. Tradisi ini diyakini telah menjadi kebiasaan para Wali Songo sebagai ungkapan rasa syukur di Hari Raya Idul Adha.
4. Tradisi Manten Sapi di Pasuruan
Tradisi manten sapi diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap hewan kurban yang akan disembelih. Sapi yang akan dikurbankan biasanya didandani dengan kalung dari bunga tujuh rupa yang dibalut dengan kain kafan, serban, dan sajadah.
5. Tradisi Meugang di Aceh
Meugang adalah tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan identik dengan makan daging sapi atau kerbau bersama dan diolah menjadi berbagai masakan. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur atas kemakmuran tanah Aceh yang tetap dilestarikan oleh masyarakat. Tradisi ini juga mengajarkan umat muslim di sana untuk saling berbagi, karena makanan tersebut dibagikan secara gratis.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

