SBN (Saving Bond Ritel)


814


Apa itu SBN (Saving Bond Ritel)?

SBN (Saving Bond Ritel) atau yang juga dikenal sebagai surat berharga negara ritel, adalah produk investasi yang diterbitkan oleh negara untuk individu masyarakatnya. Produk ini merupakan alternatif investasi yang aman, terjangkau, dan menguntungkan bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah menerbitkan SBN ini agar penduduknya dapat berkontribusi dalam pembangunan negara. Dengan demikian, pemerintah dapat mengurangi ketergantungan terhadap modal luar negeri yang dapat melemahkan nilai tukar rupiah dan mengurangi devisa negara akibat dividen yang harus dikirim ke negara asal modal tersebut.

Fakta SBN (Saving Bond Ritel)

1. Diterbitkan oleh pemerintah untuk membantu negara
SBN, melalui produk SBR, merupakan instrumen fiskal yang diterbitkan oleh pemerintah untuk memperoleh dana tambahan guna melakukan pembangunan negara dan menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

2. Dikelola langsung oleh Kementerian Keuangan
Penerbitan surat berharga negara dilakukan secara langsung oleh Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Kementerian Keuangan bertanggung jawab atas perencanaan struktur portofolio yang optimal, pelaksanaan penerbitan, penjualan, pembelian kembali dan penukaran, serta pengelolaan risiko portofolio surat utang.

3. Bentuk fisiknya tidak terlihat
Berinvestasi dalam produk surat utang negara seperti SBR tidak memiliki bentuk fisik seperti investasi dalam emas atau properti. SBR diterbitkan dalam bentuk scripless securities, yang berarti tidak ada sertifikat fisik yang diberikan kepada investor.

4. Jenis investasi dengan tingkat likuiditas sedang
SBR memiliki tingkat likuiditas yang sedang karena meskipun dijamin oleh pemerintah, SBR memiliki jangka waktu jatuh tempo. Rata-rata jangka waktu jatuh tempo SBR adalah 2 tahun. Meskipun terdapat opsi early redemption, investor baru dapat memanfaatkannya setelah satu tahun sejak masa penerbitan.

See also  Firma

5. Bisa dijadikan sebagai sumber passive income
Dengan berinvestasi dalam SBR, investor dapat memperoleh passive income meskipun dengan modal yang minim. Sebagai contoh, seri SBR010 saat ini sedang dalam masa penawaran. Dengan modal sebesar Rp 50 juta dan nilai kupon minimal 5,10%, investor dapat memperoleh passive income sebesar Rp 180.625 per bulan setelah dipotong pajak sebesar 15%. Imbal hasil ini masih lebih tinggi daripada rata-rata bunga deposito.

6. SBR dapat dibeli secara online melalui lembaga resmi
Pembelian SBR sangat mudah dilakukan secara online. Investor hanya perlu memiliki nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana, dan nomor Rekening Surat Berharga yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Data-data ini dapat diperoleh melalui Mitra Distribusi (Midis) yang dipilih.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!