Debat: Pengertian, Tujuan dan Jenis-Jenisnya


835



Debat mungkin bukanlah hal yang asing lagi. Kegiatan adu argumentasi dua orang atau kelompok ini sering kita temui, terutama saat waktu politik.Selain bertukar argumen, kegiatan ini juga mempertahankan pendapat dan mencoba untuk menjatuhkan pihak yang berseberangan dengan kita.Jika Anda menyangka kegiatan debat hanya mengandalkan keterampilan berbicara tentu Anda salah. Dalam kegiatan ini juga dibutuhkan kemampuan dalam penguasaan materi dan memahami  etika dan tujuannya.Agar Anda semakin paham, mari simak artikel mengenai debat berikut ini!  

Pengertian Debat

Debat adalah kegiatan adu argumentasi yang dilakukan antar individu atau antar kelompok. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, debat adalah pertukaran pendapat terkait suatu hal dengan menyampaikan argumentasi atau alasan dengan tujuan untuk mempertahankan pendapat atau memenangkan pendapat.Ada banyak sekali pengertian dari debat dengan banyak perspektif. Salah satunya menurut Wusu Hendrikus, debat adalah adu argumentasi antara individu atau kelompok dengan tujuan untuk mencapai kemenangan satu pihak. Selain bertukar argumentasi, dalam kegiatan satu ini, peserta akan berusaha mempertahankan pendapatnya dari pihak lain yang berseberangan dengannya atau mencoba mematahkan pendapatnya.Dalam debat, kedua belah pihak dipersilakan untuk menyampaikan bukti, data, dan informasi yang menguatkan argumentasi mereka.Tujuan aktivitas ini sendiri adalah untuk meyakinkan dan mendengarkan pendapat yang berbeda-beda. Kegiatan debat memiliki aturan yang jelas dan hasilnya akan diputuskan dengan voting atau keputusan dari juri. 

See also  Apa Saja Kemampuan Utama Software Administrasi yang Harus Dimiliki?

Tujuan Debat

Kegiatan ini tentu memiliki tujuan. Berikut ini beberapa tujuan dari debat. 

1. Melatih Argumentasi

Tujuan Dalam kegiatan ini, kita akan berusaha untuk menyampaikan argumen kepada orang lain. Tujuannya adalah agar gagasan yang kita sampai bisa diterima oleh orang lain yang menyimak debat. Agar argumen kita bisa diterima tentu perlu mempersiapkan argumentasi yang kuat seperti halnya teks eksposisi. 

2. Menunjukkan Kelebihan dan Kebenaran

Kegiatan debat juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kelebihan dan kebenaran argumentasi yang kita miliki kepada orang lain. Sehingga mereka dapat melihat apa kelebihan dan ide yang kita miliki. 

3. Menanggapi Sudut Pandang yang Berbeda

Aktivitas bertarung argumen adalah kesempatan Anda untuk menanggapi suatu persoalan berdasarkan sudut pandang kita. Sehingga membuka pemikiran atau sudut pandang baru. 

4. Melatih Keberanian

Kegiatan debat juga melatih mentalitas kita dalam mengekspresikan diri dan pendapat di depan umum. Sehingga kita akan lebih berani untuk mengutarakan apa yang kita yakini. 

5. Kemampuan Menanggapi

Adanya aktivitas debat, secara tidak langsung membuat kemampuan kita dalam menanggapi secara kritis suatu permasalahan atau topik yang disampaikan dalam debat akan semakin terasah. 

Unsur-unsur Debat yang Ada Dalam Ranah Akademik

Dalam ranah akademik, debat harus memenuhi unsur-unsur agar dapat berjalan lebih tertib dan sistematis. Berikut ini unsur-unsur yang harus dipenuhi. 

1. Mosi

Unsur pertama adalah mosi. Mosi sendiri adalah topik yang dijadikan bahan perdebatan antara dua orang atau kelompok.  

2. Tim Afirmatif

Tim afirmatif bertindak sebagai pihak pro. Di mana tim ini adalah tim yang setuju dengan topik yang diperdebatkan. Pihak ini akan menjelaskan alasan-alasan mengapa mereka setuju dengan mosi yang diangkat. 

See also  Contoh Proposal Usaha yang Menarik dan Cara Membuatnya

3. Tim Negatif

Tim ini menjadi pihak kontra dan menjadi lawan pihak afirmatif. Tim ini menentang dan tidak setuju dengan mosi. Sama dengan tim afirmatif, pihak kontra juga akan memberikan sanggahan dari pernyataan pihak afirmatif. 

4. Tim Netral

Selain tim pro dan kontra, dalam unsur debat juga ada tim netral yang menjadi pihak yang ada di tengah-tengah. Pihak ini menjadi pihak yang tidak mendukung dan tidak condong ke salah satu pihak. Sesuai dengan namanya, ia bertindak netral. 

5. Moderator

Dalam debat, moderator menjadi orang yang memimpin jalannya perdebatan, mulai dari membacakan tata tertib, mengajukan pertanyaan serta menjadi penengah saat ada ketegangan antara peserta. 

6. Peserta Debat

Unsur ini juga penting. Dalam beberapa kesempatan, peserta debat bertindak sebagai pengambil keputusan akhir bersama juri melalui proses pemungutan suara. 

7. Notulen

Notulen juga menjadi unsur yang sangat penting. Ia menjadi orang yang bertanggung jawab mencatat semua kesimpulan. Baca juga: Bukan Sekedar Menulis, Ini Contoh Notulen Rapat yang Benar 

Macam-macam Debat Berdasarkan Tujuan

Macam Menurut jenisnya, debat memiliki beragam jenisnya sesuai dengan tujuannya. Berikut ini macam-macamnya. 

1. Debat Pemeriksaan Ulang

Jenis ini punya tujuan mengajukan beberapa pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan sendiri haruslah saling berkaitan. Sehingga pertanyaan dapat menunjang posisi yang ditegakkan dan memperkokoh perannya.Sesuai dengan namanya, debat pemeriksaan ulang ini bertujuan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu. Jenis ini bisa dikatakan cukup sulit dibanding dengan jenis lainnya.Dalam prosesnya, ada beberapa prosedur, seperti:

  • Pembicara afirmatif diberikan kesempatan pertama untuk menyampaikan argumentasi atau gagasannya.
  • Selanjutnya, pembicara negatif akan memeriksa pendapat pembicara afirmatif dengan detail. Pembicara negatif diberikan waktu selama tujuh menit untuk pemeriksaan.
  • Setelah pemeriksaan, maka pihak yang bertanya akan diberikan kesempatan untuk meyakinkan pengakuan-pengakuannya kepada pendengar selama empat menit.
  • Pembicara negatif kemudian akan mengemukakan kasus dengan mengikuti aturan yang sama dengan pembicara afirmatif.
See also  Mengenal SDGs (Sustainable Development Goals) dan Cara Menerapkannya di Perusahaan !

 

2. Debat Parlementer

Jenis ini juga dikenal dengan nama debat majelis. Fungsi jenis ini adalah untuk memberikan dan menambah dukungan pada suatu undang-undang tertentu.Dalam debat parlementer, seluruh anggota diberikan hak untuk menyampaikan pendapatnya, baik itu menentang atau mendukung undang-undang. 

3. Debat Formal

Disebut juga dengan debat konvensional atau debat pendidikan. Tujuan dari jenis ini adalah untuk memberikan kesempatan pada anggota dalam menyampaikan pendapat atau argumennya untuk mendukung atau menentang suatu usul. 

4. Debat Kompetitif

Jenis ini berbentuk perlombaan yang umum kita temukan dalam dunia pendidikan. Perlombaan dilakukan dengan aturan yang jelas serta ketat bagi kedua belah pihak baik pihak yang pro dan juga kontra.Tujuan dari kegiatan debat ini adalah untuk meyakinkan juri bahwa argumentasi yang dibangun oleh tim lebih kuat dibanding lawannya. Baca juga: Tips Cara Menyikapi dan Mengatasi Perbedaan Pendapat di Kantor Itulah hal-hal mengenai pengertian debat yang perlu Anda ketahui. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan dan pemahaman Anda.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!