Pembiayaan Dengan Utang


814


Pengertian Pembiayaan dengan Utang

Pembiayaan dengan utang merujuk pada cara untuk mendapatkan uang atau modal dengan cara berutang. Salah satu metode yang umum digunakan adalah dengan menerbitkan surat utang atau obligasi. Selain itu, terdapat juga metode lain seperti melalui tagihan, pinjaman bank, dan wesel. Pembiayaan dengan utang juga dikenal dengan istilah debt financing.

Pembiayaan dengan utang sering ditemui dalam dunia bisnis. Untuk mendapatkan tambahan dana atau modal, para pengusaha dapat mengajukan pinjaman kepada lembaga pemberi pinjaman atau perorangan. Para pengusaha yang menerima pembiayaan dengan utang akan menjadi debitur. Mereka memiliki kewajiban untuk membayar utang pokok beserta bunganya. Jika perusahaan menerbitkan obligasi, maka perusahaan tersebut wajib membayar utang pokok dan bunga kepada para investor sesuai dengan tanggal yang disepakati.

Keuntungan Pembiayaan dengan Utang

Pembiayaan dengan utang memberikan beberapa keuntungan bagi pemilik perusahaan, antara lain:

1. Pemilik Perusahaan Tetap Memiliki Saham
Perbedaan utama antara pembiayaan dengan utang dan pembiayaan ekuitas adalah pemilik perusahaan tidak kehilangan persentase kepemilikan saham. Pemilik perusahaan hanya berkewajiban untuk melunasi utang beserta bunganya.

2. Tidak Ada Intervensi dalam Kebijakan Perusahaan
Karena persentase kepemilikan saham tidak berubah, kebijakan perusahaan tidak akan diintervensi oleh pihak eksternal. Kebijakan perusahaan tetap murni hasil kesepakatan internal perusahaan.

3. Perencanaan yang Lebih Mudah
Pembiayaan dengan utang memiliki jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, pihak perusahaan dapat lebih mudah merencanakan strategi keuangan karena perusahaan harus membayar cicilan utang setiap bulannya.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pembiayaan dengan Utang

Meskipun pembiayaan dengan utang memiliki keuntungan, penggunaannya juga perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembiayaan dengan utang:

See also  Electronic Indonesia Public Offering (e-IPO)

1. Kualifikasi Perusahaan
Tidak semua perusahaan dapat memperoleh pembiayaan dengan utang. Perusahaan harus memenuhi kualifikasi yang ditentukan, seperti memiliki kredibilitas yang baik dan catatan kredit yang positif.

2. Kedisiplinan dalam Pembayaran
Karena utang harus dibayar, perusahaan harus disiplin dalam membayar cicilan utang. Penting untuk menghindari kredit macet yang dapat merugikan kedua belah pihak.

3. Pemberian Jaminan
Untuk memperoleh pembiayaan dengan utang dari lembaga pemberi pinjaman, perusahaan harus memberikan jaminan. Jaminan tersebut dapat berupa aset perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu, risiko terbesar dalam pembiayaan dengan utang adalah kehilangan aset perusahaan.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!