Bunga Akrual


803


Apa itu Bunga Akrual?

Dalam bidang akuntansi, bunga akrual merujuk pada bunga yang masih harus dibayarkan. Ini mengacu pada jumlah bunga yang telah dikeluarkan pada tanggal tertentu dalam pinjaman atau kewajiban keuangan lainnya, namun belum dibayarkan. Bunga akrual dapat berupa pendapatan bunga yang masih harus dibayarkan bagi pemberi pinjaman, atau biaya bunga yang masih harus dibayarkan bagi peminjam. Selain itu, istilah bunga akrual juga dapat mengacu pada jumlah bunga obligasi yang telah diakumulasikan sejak pembayaran bunga terakhir dilakukan.

Pembayaran bunga akrual dihitung pada hari terakhir periode akuntansi. Sebagai contoh, jika pembayaran bunga dilakukan setiap tanggal 20 dalam setiap bulan, dan periode akuntansi berakhir pada akhir setiap bulan kalender, maka bulan April akan memiliki 10 hari akrual bunga, yaitu dari tanggal 21 hingga 30. Akrual bunga ini akan dicatat sebagai bagian dari entri jurnal penyesuaian pada akhir bulan.

Bunga akrual dilaporkan dalam laporan laba rugi sebagai pendapatan atau beban, tergantung pada apakah perusahaan tersebut meminjamkan atau meminjam. Selain itu, bagian pendapatan atau beban yang masih harus dibayar atau dikumpulkan juga dilaporkan dalam neraca sebagai aset atau kewajiban. Karena bunga yang masih harus dibayar diharapkan akan diterima atau dibayar dalam waktu satu tahun, bunga akrual sering diklasifikasikan sebagai aset lancar atau kewajiban lancar.

Bunga akrual juga merupakan pertimbangan penting dalam pembelian atau penjualan obligasi. Obligasi memberikan imbalan kepada pemiliknya atas uang yang mereka pinjamkan dalam bentuk pembayaran bunga reguler. Pembayaran bunga ini, yang juga dikenal sebagai kupon, umumnya dilakukan setiap semester.

Jika obligasi dibeli atau dijual pada tanggal selain dua tanggal pembayaran bunga setiap tahun, pembeli harus memperhitungkan jumlah bunga yang timbul sejak pembayaran bunga terakhir. Hal ini dikarenakan pemilik baru akan menerima pembayaran bunga setengah tahun penuh pada tanggal pembayaran selanjutnya. Oleh karena itu, pemilik sebelumnya harus menerima pembayaran bunga yang timbul sebelum penjualan obligasi.

See also  Pembayaran Bertahap


****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!