Pengertian Buku Besar Aset
Buku besar aset adalah bagian dari catatan akuntansi perusahaan yang mencatat secara rinci entri jurnal yang terkait dengan aset dalam neraca. Buku besar aset ini terdiri dari banyak sub-akun, yang semakin besar perusahaan, semakin banyak dan kompleks pula buku besar aset yang digunakan.
Buku besar aset juga berfungsi sebagai catatan internal perusahaan dan tidak diungkapkan kepada publik. Namun, bagi perusahaan yang terdaftar di bawah Securities dan Exchange Act, laporan keuangan akan tersedia untuk umum.
Jenis-jenis Buku Besar
Buku besar umum mencakup semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu, seperti kas, piutang usaha, persediaan, utang usaha, dan modal. Setiap perkiraan ini berdiri sendiri dan berfungsi untuk mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban, dan modal perusahaan.
Pencatatan ke buku besar umum dilakukan secara berkala, biasanya setiap akhir bulan, berdasarkan jurnal khusus atau hasil rekapitulasi jurnal khusus yang telah disusun.
Buku besar pembantu, juga dikenal sebagai buku tambahan, merupakan sekelompok rekening yang mencatat secara rinci informasi mengenai piutang usaha dan utang usaha. Buku besar pembantu ini berfungsi untuk memberikan informasi yang lebih mendetail mengenai transaksi tersebut. Buku besar pembantu dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Buku Besar Pembantu Piutang Usaha
Buku besar pembantu piutang usaha digunakan untuk mencatat secara rinci transaksi penjualan kredit kepada pelanggan. Informasi yang dicatat dalam buku ini meliputi nama pelanggan, alamat, dan jumlah piutang. Perubahan jumlah piutang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan piutang dalam buku besar umum sebagai perkiraan induk.
2. Buku Besar Pembantu Utang Usaha
Buku besar pembantu utang usaha digunakan untuk mencatat secara rinci informasi mengenai pemasok yang memberikan pinjaman kredit kepada perusahaan. Informasi yang dicatat dalam buku ini meliputi nama pemasok dan jumlah utang. Seperti halnya dalam buku besar pembantu piutang usaha, perubahan jumlah utang pada setiap pemasok dicatat dalam daftar tersendiri dalam buku besar utang usaha.
Dengan menggunakan buku besar pembantu, perusahaan dapat memperoleh informasi yang lebih terperinci mengenai piutang usaha dan utang usaha yang dimiliki. Hal ini memudahkan perusahaan dalam mengelola dan mengontrol aset yang dimilikinya.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

