Sejarah Bank for International Settlement
Bank for International Settlement (BIS) didirikan pada 17 Mei 1930 sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi dampak perang yang dialami oleh Jerman akibat Perjanjian Versailles. Anggota pendiri BIS terdiri dari Jerman, Belgia, Perancis, Inggris, Italia, Jepang, Amerika Serikat, dan Swiss. Tujuan awal pendirian BIS adalah untuk mengatur reparasi perang Jerman, namun setelah reparasi dihentikan, BIS bertransformasi menjadi forum kerja sama dan rekanan antar bank sentral.
Selama Perang Dunia II, BIS berusaha menjaga netralitasnya. Namun, banyak yang menganggap bahwa BIS berkolusi dengan upaya perang Nazi, terutama ketika terjadi transfer emas dari bank nasional Cekoslowakia ke Reichsbank Jerman pada awal tahun 1939. Meskipun Sekutu telah sepakat untuk menutup BIS setelah perang berakhir, keputusan ini tidak dilaksanakan, sebagian karena desakan dari John Maynard Keynes. Selama masa ini, BIS tetap berperan dalam menjaga konvertibilitas mata uang internasional, serta bertindak sebagai agen untuk Uni Pembayaran Eropa yang terdiri dari 18 negara, yang bertujuan untuk memulihkan konvertibilitas antara mata uang Eropa dari tahun 1950 hingga 1958.
Pada tahun 1970-an ketika nilai tukar mata uang dunia mulai mengambang, BIS dan BCBS (The Basel Committee on Banking Supervision) mulai fokus pada stabilitas keuangan. Mereka mengembangkan persyaratan modal berdasarkan risiko keuangan yang dihadapi oleh bank-bank, yang dikenal sebagai Basel Accords. Persyaratan modal ini kemudian diadopsi oleh banyak pemerintah nasional untuk mengatur sistem perbankan mereka. Pada bulan Desember 2017, negosiasi mengenai Basel III, pembaruan terhadap perjanjian sebelumnya yang dilakukan sebagai respons terhadap krisis keuangan, berhasil diselesaikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, BIS telah membeli kembali sahamnya yang sebelumnya diperdagangkan di pasar publik. Saat ini, saham BIS dimiliki oleh anggota BIS (bank sentral) namun tetap beroperasi di pasar swasta sebagai rekanan, manajer aset, dan pemberi pinjaman untuk bank sentral dan lembaga keuangan internasional. Keuntungan dari transaksi ini digunakan untuk mendanai kegiatan internasional bank lainnya.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

